Home / Ragam

Selasa, 14 April 2020 - 13:20 WIB

Mulai Merangkak, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik H-10 Jelang Ramadan di Pasar Tradisional

Sanah, Pedagang di Pasar Kemuning saat melakukan aktivitas berjualannya

Sanah, Pedagang di Pasar Kemuning saat melakukan aktivitas berjualannya

Kaltimminutes.co, Samarinda – 10 hari jelang bulan suci ramadan 1441 hijriah, harga kebutuhan bahan pokok perlahan mulai mengalami kenaikan.

Bawang merah, dijual dengan harga Rp 34 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumnya Rp 26 ribu per kilogram.

Sementara, bawang putih mengalami penurunan harga, semula Rp 50 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

“Rata-rata harga kebutuhan bahan pokok di pasar mulai naik, harga bawang merah sebelum naik Rp 26 ribu, sekarang jadi Rp 34 ribu. Bukan cuma bawang, cabai kecil merah juga naik jauh,” ujar Sanah, salah satu pedagang di Pasar Kemuning, Loa Bakung, Selasa (14/2020).

Harga cabai merah kecil dibandrol Rp 50 ribu per kilogram. Harga normal sebelum berkisar antara Rp 30 ribu – Rp 35 ribu per kilogramnya.

Baca Juga :  Jalani Karantina di Gudang Kosong, 3 Pemudik Menangis Didatangi Hantu

Kebutuhan bahan pokok lain juga mengalami kenaikan, seperti gula pasir, minyak goreng, kacang hijau, dan kacang tanah.

“Harga gula pasir sekarang Rp 18 ribu, sebelumnya Rp 13 ribu, harga minyak goreng Rp 7 ribu, sebelumnya Rp 8 ribu, harga kacang hijau Rp 24 ribu, sebelumnya Rp 20 ribu, harga kacang tanah Rp 29 ribu, sebelumnya Rp 26 ribu,” beber Sanah.

Harga ayam potong relatif stabil, ukuran sedang dijual di pasaran dengan harga Rp. 45 ribu per ekornya.

Di tempat berbeda, pemilik warung yang bernama “Juragan Sayur” di Jalan Kemangi Sungai Kunjang, mengatakan hal yang sama dengan pedagang pasar, bahwa ada kenaikan di beberapa jenis kebutuhan bahan pokok.

Namun hal tersebut belum memberi dampak terhadap omset dagang per harinya.

Baca Juga :  Berita Terkini Covid-19 di Kaltim Per 7 April 2020, 31 Kasus Positif, 3 Sembuh

“Dalam satu minggu ini omset masih normal, bahkan ada kenaikan. Penyebabnya mungkin tempat berjualan saya bukan di pasar besar, tapi di pinggir jalan kampung begini, dekat juga dengan komplek perumahan, jadi daripada ke pasar belinya ya kesini,” ujar Isnaniah.

Ibu 5 orang anak ini mengaku, selama pemerintah mengeluarkan imbauan Social Distancing, omset dari hasil jualan meningkat.

“Alhamdulillah setiap hari rame, mungkin karena orang di rumah aja jadi pada milih masak sendiri, kebutuhan masakannya beli disini,” ungkapnya.

“Meskipun harga mulai naik biasanya kalau pedagang pengecer gak terlalu merasakan dampaknya, apalagi kalau bulan puasa biar lombok harganya mahal juga tetap dibeli, karena pembeli bisa beli sedikit-sedikit gak harus kiloan,” tambahnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Staf Balai Kota Samarinda Positif Covid-19, Beberapa Hari Dirawat Akhirnya Meninggal Dunia

Ragam

Pasar Pandan Sari Balikpapan Ditertibkan, Pedagan Minda Ada Aturan Main

Ragam

Tunggu Hasil Evaluasi dari Mendagri, Wali Kota Samarinda Tepis Kabar Perpanjangan PPKM Level 4

Ragam

Pasien yang Telah Sembuh dari Covid-19 Diminta Lakukan Donor Plasma Konvalesen, Ini Syaratnya

Ragam

Rektor Unmul Sambut Positif Rencana Kampus Merdeka Ala Nadiem Makarim

Ragam

Pelaku Pembacokan Ojek Online Diringkus Polisi, Akui Lakukan Aksi Karena Mabuk Tuak

Ragam

Berkerumun Demi Barang Belanjaan, Pengunjung Mall Ini Cemas, Setelah Salah Satu Pegawai Mall Positif Covid-19

Ragam

Tahap Awal PUPR Kaltim Alokasikan Rp10 Miliar untuk Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang, Lokasi Sudah Ditentukan