Home / Ragam

Senin, 22 November 2021 - 18:43 WIB

Museum Mulawarman Minim Sentuhan Pemerintah, Begini Kata Eky Hartati Rasyid

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Eky Hartati Rasyid / tribunnews.com

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Eky Hartati Rasyid / tribunnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Eky Hartati Rasyid Beri perhatian serius terhadap masa depan aset museum Mulawarman di Kota Tenggarong.

Hingga saat ini Ely sapaannya mengaku banyak menerima keluhan pengelola museum terkait suntikan anggaran dari pemerintah daerah yang tidak kunjung bertambah setiap tahunnya.

“Sementara museum (Mulawarman) ini sudah termakan usia. Perlu inovasi untuk menghidupkan fungsi museum sebagai pusat rekreasi, pusat pendidikan dan pariwisata,” ujar Ely saat diwawancara melalui sambungan telepon seluler, Senin (22/11/2021).

Baca Juga :  Update Covid-19 Kaltim, Per Rabu Bertambah 14 Kasus, Nyaris Seluruhnya Berasal dari Klaster Ijtima Gowa

Politisi PDI Perjuangan itu menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap aset peninggalan sejarah yang seyogyanya mampu menjadi ikon suatu daerah.

“Ada lebih kurang 5 ribu koleksi museum yang setiap satu koleksi itu banyak menceritakan sejarah,” tuturnya.

Ditanya mengenai langkah konkrit DPRD Kaltim dalam menyikapi persoalan ini, Ely mengatakan bahwa dirinya telah membangun komunikasi lebih lanjut dengan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim.

“Kemarin habis seminar budaya itu saya langsung telepon Kadis Pariwisata. Aku bilang pak anggaran buat museum ini setiap tahun gitu-gitu aja. Dan jawaban mereka sudah ditambah,” ucapnya.

Baca Juga :  Patuhi Physical Distancing Selama Covid-19, Pasangan Ini Pilih Gelar Resepsi Pernikahan Virtual Menggunakan Green Screen

Ely mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi bahwa negara Belanda telah bersedia menyerahkan aset sejarah milik museum Mulawarman. Kabar ini disebut Ely perlu disikapi oleh pemerintah Provinsi Kaltim maupun pemerintah Kabupaten Kukar.

“Ada satu orang ahli sejarah pak Charles itu bilang ada aset-aset sejarah dari Belanda mau diserahkan. Tapi apakah kita sanggup kalau secara finansial tidak disokong. Karena itu perlu biaya untuk membeli kembali barang-barang itu,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pendapatan PI Blok Mahakam Bocor 37 Miliar Diduga untuk Gaji, Pemprov Desak Kembalikan atau Dipidana

Ragam

Kadinkes Balikpapan Akui Target 100 Persen untuk Nakes Sulit Dicapai, Ini Alasannya

Ragam

DPD PDIP Kaltim Tanam Pohon di Lempake Samarinda, Jadi Rangkaian Perayaan HUT Megawati

Ragam

Terkait Dugaan Pungli di Lingkup OPD Pemkot Samarinda, Herdiansyah Hamzah Sebut Jangan Dibiarkan Mengambang, Aparat Harus Usut

Ragam

Rekrut Tenaga Medis dan Non Medis, Pemprov Sulap Asrama BPDSM Kaltim Jadi Lokasi Karantina Covid-19

Ragam

Tiap Hari di Dapur Umum, Pemkot Samarinda dan TNI/Polri Bagikan 1000 Nasi Kotak Bagi Warga Terdampak Covid-19

Ragam

Usai Terima Surat Usulan Pergantian Sebagai Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK Menggugat ke Mahkamah Partai

Ragam

MUI Samarinda Kritik Surat Edaran Fase Relaksasi Pemkot, Zaini Naim: Jangan Gegabah