Home / Ragam

Rabu, 12 Mei 2021 - 15:37 WIB

Nasib Sopir Kembali Menangis Lebaran Tahun Ini, Jasa Transportasi “Gagal Panen” Lagi

Salah satu angkot di samarinda/tribunnews.com

Salah satu angkot di samarinda/tribunnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Sejak terpaan pandemi Covid-19 yang melanda 2020 kemarin, pemerintah Indonesia dengan tegas memberlakukan larangan mudik.

Hal itu pula pasalnya terus diberlakukan hingga saat ini. Masyarakat diminta untuk tidak bepergian dan berkerumun agar tak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Kebijakan yang juga diterapkan di Bumi Etam ini tentu sangat berdampak pada jasa transportasi.

Bak ibarat gagal panen, larangan ini menjadi kedua kalinya bagi para pelaku sektor transportasi yang kembali menelan pahitnya gagal panen arus mudik.

Mengingat, jelang hari raya merupakan momen di mana jasa transportasi selalu dibanjir penumpang.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kaltim, Ambo Dalle memilih untuk menghentikan sementara operasional armada busnya. Dan tetap mengikuti surat edaran terkait larangan mudik.

Baca Juga :  Patuhi Aturan Pusat, Ketua DPRD Kaltim Tidak Gelar Open House Saat Lebaran

“Bagaimanapun kalau kita jalan kan tetap diperiksa di setiap pos penyekatan. Kami mau melakukan (perjalanan) nanti dibilang melakukan pelanggaran, kan nggak enak, jadi nggak jalan,” ucapnya, Rabu (12/5/2021).

Pria yang juga sebagai pengusaha transportasi bus ini tak menampik jika pada butir kedua Surat Edaran Gubernur Kaltim Nomor 550/2341/2021/Dishub memiliki artian transportasi bisa berjalan selama masih dalam kabupaten/kota dalam Provinsi Kaltim.

Namun, dirinya tak ingin mengambil resiko untuk tetap melakukan perjalanan, karena bisa saja nantinya akan diminta untuk putar balik ketika melewati posko penyekatan.

Baca Juga :  Banjir Samarinda, BPBD Samarinda dan Relawan Evakuasi 605 Warga Terdampak Banjir

“Sebenarnya surat yang terbit itu kan antar kabupaten/kota bisa. Supir kita ini bingung, jadi banyak yang nggak jalan,” imbuhnya.

Walaupun dua kali masa panen jasa transportasi terbilang gagal, dirinya tak serta merta meminta keringanan atau pencabutan terkait kebijakan larangan mudik.

Menurutnya aturan tersebut tidak akan bisa dibatalkan mengingat pemerintah ingin menekan angka kasus sebaran Covid-19 selama perayaan hari raya Idulfitri.

“Yah gagal panen. Tapi kalau pengusaha mengeluh masih bisa tertawa tapi keluhan dari sopir betul-betul menangis itu. Hitung aja pendapatannya kalau nggak bisa narik. Mau bilang apa kalau sudah ada aturannya,” tukasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Andi Muhammad Ishak, Jubir Satgas Covid-19 Kaltim Terkonfirmasi Positif Corona

Ragam

Silaturahmi Online, Ini 20 Ucapan Idulfitri yang Cocok Dibagikan Selama Pandemi Corona

Ragam

Hadi Mulyadi Berharap Covid-19 Berakhir Juni, New Normal Diprediksi Berlaku Juli Mendatang
Ilustrasi kriminal

Ragam

13 Napi Asimilasi Kembali Berulah, Ini Penjelasan Sosiolog

Ragam

UN Kembali Ditiadakan, 11 Ribu Siswa SD dan SMP di Balikpapan Akan Dinyatakan Lulus

Ragam

Sudah 9 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Karantina Samarinda, Trik Jitu Perawatan: Olah Raga Rutin dan Konsultasi ke Psikolog

Ragam

Atasi Persoalan Macet di Kawasan Sungai Dama, Pemkot Samarinda Berencana Akan Bangun Jalan Terowongan

Ragam

24 Orang Positif dari Kegiatan Ibadah Masjid, Balikpapan Kembali Masuk Zona Merah