Home / Ragam

Rabu, 15 April 2020 - 17:25 WIB

Nekat Gelar Pernikahan di Tengah Pandemi, Resepsi Nikah di Kutai Lama Dibubarkan

Ilustrasi resepsi pernikahan/sumber: keepo.me

Ilustrasi resepsi pernikahan/sumber: keepo.me

Kaltimminutes.co, Kukar – Di tengah pandemi corona, sepasang suami isteri nekat gelar resepsi pernikahan hingga akhirnya dibubarkan.

Kejadian ini terjadi di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan TImur (Kaltim). Peristiwa ini terungkap berkat kesigapan tim gugus tugas yang dibentuk hingga tingkat desa.

Menurut Kepala Bidang Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Anggana, Dedy Wahyudiansyah, awalnya sepasang kekasih memutuskan untuk menggelar ijab Kabul di KUA Kecamatan Anggana pada Hari Minggu, 12 April 2020 lalu.

Proses itu masih diijinkan dengan catatan hanya enam orang yang terdiri dari kedua mempelai dan orang tua masing-masing calon pengantin.

Usai ijab Kabul, orang tua pengantin perempuan minta ijin kegiatan selamatan kecil-kecilan di rumahnya. Acara selamatan itu diakui hanya mengundang keluarga saja sehingga diijinkan pihak KUA.

Baca Juga :  Kamis Pagi, Data Penghitungan Suara KPU Samarinda Telah Masuk 55 Persen, Andi Harun-Rusmadi Unggul Tipis

“Warga itu berbohong dengan satgas dan ketua RT-nya. Ternyata resepsi pernikahan lengkap dengan pelaminan. Hanya tidak ada musik saja,” kata Dedy, Rabu (15/4/2020).

Undangan yang datang, tambahnya, cukup banyak. Bahkan ada yang dari luar daerah seperti Kota Samarinda dan Kota Tenggarong yang jaraknya cukup jauh.

“Berkat koordinasi yang baik, akhirnya resepsi pernikahan itu kita bubarkan. Di tim gugus tugas ada semua, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, bahkan KUA,” papar Dedy.

Saat dibubarkan, tidak ada penolakan dari keluarga mempelai. Sebab, kata Dedy, mereka sadar sudah melanggar himbauan pemerintah. Mereka juga minta agar tidak difoto saat pembubaran itu agar tidak viral.

Baca Juga :  Cegah Tindak Kriminal, Polresta Samarinda Sita 451 Botol Miras dalam Giat Razia Cipta Kondisi

“Makanya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, berbohong kalau itu selamatan, sebenarnya mereka tahu dan sadar akan imbauan itu,” katanya.

Tugas tim satgas penanganan Covid-19 memang kian berat karena pengetatan sosial sudah dilaksankan kurang lebih sebulan. Sebagian warga ada yang mulai berfikir untuk melakukan kegiatan, meski masih dilarang.

“Ini yang penting kita lakukan, koordinasi hingga tingkat desa, bahkan RT, agar potensi penularan Covid-19 bisa kita cegah sehingga pandemi bisa segera berakhir dan masyarakat bisa hidup normal,” pungkasnya.

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pintu Masuk Darat ke Balikpapan Diperketat, Rapid Test Dilakukan ke Pengendara

Ragam

Normalisasi SKM, Pemkot Samarinda Target Bongkar Bangunan di Segmen Segiri Rampung Bulan Juni 2020

Ragam

Banggar dan TAPD Kaltim Belum Sepakat Soal Usulan MYC, Rapat Pembahasan APBD Deadlock

Ragam

Pemasangan APK di Angkot, Bawaslu Samarinda Tunggu Langkah Penertiban Dari Dishub

Ragam

Motor dan Mobil Terlibat Kecelakaan, Pria 50 Tahun Tewas

Ragam

Mulai Merangkak, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik H-10 Jelang Ramadan di Pasar Tradisional

Ragam

Ini Syarat Penukaran Uang Khusus Peringatan Kemerdekaan RI di Kantor Bank Indonesia Samarinda dan Balikpapan

Ragam

Sekkot Samarinda Jadi Komisaris PT PSP, Sugeng: Perintah Wali Kota