Home / Ragam

Minggu, 25 Juli 2021 - 22:41 WIB

Optimalkan PAD, Pemkot Samarinda Lakukan Upaya Penataan Aset

Wali Kota Samarinda Andi Harun

Wali Kota Samarinda Andi Harun

Katimminutes.co, Samarinda – Pendataan aset saat ini sedang digencarkan oleh Pemkot Samarinda.

Itu dilakukan sebagai upaya menata serta mengoptimalkan PAD (pendapatan asli daerah).

Wali Kota Samarinda Andi Harun memaparkan, beberapa keadaan yang dihadapi pemkot dalam upaya pengelolaan aset tersebut yakni, pihaknya menemui aset yang memiliki legalitas, namun belum diketahui titik lokasi fisiknya. Kemudian, aset yang memiliki fisik, namun legalitasnya belum teridentifikasi.

Kemudian ada aset yang memiliki legalitas dan fisik namun belum memiliki sertifikat.

Terakhir, aset yang memiliki legalitas dan fisik, tapi dimiliki pihak lain. Seperti yang ditemui pihaknya baru-baru ini dalam melakukan tinjauan ke Pasar Pagi.

Baca Juga :  Per Senin Hari Ini, Samarinda Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Ada dugaan aset tersebut dikuasai pihak ketiga lantaran kerja sama dengan pemkot telah berakhir sejak 2013.

Pihak ketiga dimaksud terus mendapat keuntungan dari aset tersebut hingga sekarang.

“Aset yang dimiliki pihak ketiga, tidak mudah mengambilnya. Ada tarik ulur. Ada juga aset kami yang dikuasai kelompok elit. Partai politik, mantan pejabat, tidak semudah yang dibayangkan. Butuh strategi,” kata Andi Harun.

Mengenai kurangnya pendataan aset, Andi Harun mengakui, bahwa pemkot belum menganut digitalisasi aset. Sehingga inilah yang ingin dibangun Andi Harun.

Baca Juga :  Istri Ikut Bergerak, AH-Rusmadi Raih Dukungan Besar Ibu Rumah Tangga di Survei JIP-LSI

Ia pun tak menampik dalam prosesnya nanti untuk mengamankan aset-aset pemerintah akan banyak tantangan, namun diperlukan komitmen yang kuat dalam pengamanan aset tersebut. Salah satu langkah yang diambil yakni dengan inventarisir aset dari tingkat bawah.

“Kami coba mulai inventarisir. Kami akan kumpulkan camat dan lurah untuk mencatat seluruh aset yang ada di daerahnya. Ada ataupun tidak ada sertifikatnya, harus dilaporkan ke pemkot. Nanti kami yang filter dokumennya di BPKAD. Karena yang mengetahui aset-aset di daerahnya kan biasanya masyarakat setempat,” ujarnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Astaga!! Kasus Positif Covid-19 Tidak Bertambah, Tapi PDP di Kaltim Bertambah 30 Kasus

Ragam

Sempat Dirawat di RS Tentara dan Puskesmas Pasundan, Ini Riwayat Perawatan PDP Meninggal di RS Dirgahayu Samarinda

Ragam

Vaksin Moderna dan Pfizer Akan Didistribusikan ke Daerah, Dinkes Kaltim Segera Persiapkan Penyimpanan Vaksin Sesuai Standar

Ragam

Dapat Suntikan Vaksin Kedua, Sabani Akui Tak Merasakan Efek Samping

Ragam

Diduga Bisa Obati Corona, Temulawak dan Jahe Laris Manis Diburu Warga

Ragam

Asik!! Nanti Malam Ada Dua Fenomena Astronomi, Bulan Purnama Strawberry dan Gerhana Bulan Penumbra, Ini Waktunya

Ragam

Selain Asrama Atlet untuk Dijadikan Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19, Hotel SMK 3 dan Wisma Guru Juga Dipertimbangkan

Ragam

Cegah Penyebaran Covid-19, Big Mall Samarinda Tutup Sementara