Home / Ragam

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 14:49 WIB

Osteoporosis Bisa Menyerang Siapa Saja,  Begini Kata Dokter

Ilustrasi Osteoporosis / kompas.com

Ilustrasi Osteoporosis / kompas.com

Kaltimminutes.co – Osteoporosis merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan tulang sehinga menyebabkan tulang menjadi rapuh.

hal ini sangat berbahaya , karena dapat meningkatkan resiko patah tulang.

Bukan hanya itu, osteoporosis juga bisa mengakibatkan nyeri punggung, postur tubuh membungkuk, serta tinggi badan berkurang.

Menurut dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, Sp.GK. mengatakan bukan  hanya lansia, Osteoporosis juga bisa menyerang usia muda dan produktif bahkan hal ini jarang disadari penderitanya karena penyakit ini berlangsung dalam jangka waktu panjang.

“Osteoporosis memang seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda dan produktif seperti usia 30,” Jelas Luciana.

Beberapa gejala atau tanda yang terjadi merupakan fraktur akibat osteoporosis, seperti postur bungkuk, sakit punggung, tinggi badan berkurang, sering mengalami cedera atau keretakan tulang.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun Ala Pokja 30, Ulas Proyeksi APBD Kaltim 2021

Menurut Luciana, hal ini perlu menjadi perhatian, khususnya perempuan yang memasuki usia 30 tahun, karena pada masa itu mereka cenderung mengalami penurunan massa tulang sampai periode menopause dan seterusnya.

Jika sudah menikah di usia 30-an, banyak yang mungkin hamil atau menyusui dan inilah salah satu kelompok risiko osteoporosis. Penelitian Yayasan Osteoporosis Internasional menunjukkan risiko perempuan terkena osteoporosis 4 kali lebih tinggi dibanding laki-laki.

“Sayangnya, tidak banyak perempuan usia 30 yang sadar menjaga kesehatan tulang sangat penting,” tutur Luciana.

Dalam menjaga kesehatan tulang, asupan makanan mengandung kalsium dan vitamin D penting dan sebaiknya dimulai bahkan sebelum memasuki usia 30 tahun. Kedua nutrisi ini bisa bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang. Orang Indonesia pada umumnya hanya mengonsumsi 25 persen kalsium (254 mg) dari asupan kalsium harian yang direkomendasikan (1.000–1.200 mg).

Baca Juga :  Kronologi Dugaan Penularan Covid-19 Pada Pasien ke 10 dan 11 di Kaltim

Menurut Luciana, suplementasi dapat mengompensasi defisit ini. Selain itu, hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, tentu akan membantu mencegah osteoporosis.

Menurut Infodatin Kementerian Kesehatan RI 2020, pada 2050 di seluruh dunia diperkirakan 6,3 juta orang per tahun mengalami patah tulang pinggul dan lebih dari setengahnya terjadi di Asia.

Pada 2050, penduduk Indonesia pada kelompok risiko osteoporosis akan tumbuh sebesar 135 persen. Sebanyak 40,6 persen perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah, yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun ke depan saat menopause. (*)

Artikel ini telah tayang di tempo.co dengan judul ” Osteoporosis Bisa Terjadi Sejak Mudah, Ini pesan Dokter” https://bisnis.tempo.co/read/1519148/asosiasi-healthtech-pandemi-percepat-pertumbuhan-startup-kesehatan

Share :

Berita Terkait

Ragam

Bantah Dugaan Pungli di Dinas PUPR Samarinda, Kabid PJSA: Tidak Benar

Ragam

Pasca Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham Kaltimtara Inspeksi Kelayakan Lapas dan Rutan 

Ragam

Pasien Omicron Lolos Karantina Wisma Atlet, Menkes Sebut Sudah Negatif Corona

Ragam

Bahas Groundbreaking IKN, Januari Presiden Jokowi ke Kaltim Lagi

Ragam

Samarinda Tak Masuk Daftar Boleh Lakukan Relaksasi Covid-19, di Kaltim hanya Mahulu yang Diperbolehkan New Normal

Ragam

Erick Thohir Ungkap Tantangan yang Dihadapi Indonesia Saat Ini, Apa Saja?

Ragam

Belum Lama Bebas, Bahar Bin Smith Kembali Dilaporkan Terkait Dugaan SARA

Ragam

Dana BOS Bisa Untuk Bayar Gaji Honorer, Ini Pesan Komisi IV DPRD Kaltim