Home / Ragam

Rabu, 8 April 2020 - 15:44 WIB

Padahal Lagi Physical Distancing, 5000 Massa Geruduk Mapolrestabes Surabaya, Ada Apa?

Massa dari Pagar Nusa di depan Mapolrestabes Surabaya

Massa dari Pagar Nusa di depan Mapolrestabes Surabaya

Kaltimminutes.co – Larangan berkegiatan dengan jumlah massa besar, nampaknya tidak bisa maksimal dikampanyekan Pemkot Surabaya.

Pasalnya, sekira 5.000 an massa, berkumpul melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolrestabes Surabaya. Padahal, Pemkot Surabaya tengah gencar-gencarnya melakukan physical distancing.

Tak terbendung, ribuan massa dari perguruan pencak silat Pagar Nusa, menggeruduk Mapolrestabes Surabaya, Selasa (7/4).

Mereka mendesak polisi untuk segera mengusut kasus pengeroyokan yang berbuntut pada meninggalnya salah satu anggota Pagar Nusa, Wahyu Eko, Jumat (3/4/2020).

///

Berikut data fakta lapangan, seperti dikutip dari idntimes.com:

1. Sebanyak 5.000 massa dari Jatim dan Jateng

Aksi mendatangi Mapolrestabes Surabaya ternyata bukan yang pertama kali dilakukan Pagar Nusa. Dalam kasus ini, perguruan pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) sudah empat kali ke Mapolrestabes mencari keadilan.

“Pertama itu laporan kejadian pengeroyokan 21 Maret, laporan lagi 26 Maret membawa saksi teman korban. 3 April laporan karena korban meninggal dunia, waktu itu kami ke polres dengan 100 massa. Kami duduk bersama tidak ada kapolres. Ditemui Kasat Intel dan Kasat Reskrim,” ujar Pengurus Pagar Nusa Rantau Surabaya, Tri Yudi Efendi.

Baca Juga :  Sabar! Kaltim Akan Miliki Alat PCR, Bisa Lakukan Tes Covid-19 Sendiri di AWS Samarinda

“Kami buat maklumat, kalau sampai Senin (kemarin) pelaku tidak ada yang ditangkap satu pun, kami kembali dengan massa yang besar. Senin tidak ada kabar. Selasa ada 5.000 datang (demo) dari Jatim dan Jateng,” dia menambahkan.

2. Ditemui Kapolrestabes Surabaya

Banyaknya massa aksi yang datang, membuat halaman mapolrestabes tidak dapat menampung mereka. Massa meluber hingga ke jalan raya. Tak lama kemudian, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menemui massa aksi.

“Pertama menyampaikan belasungkawa. Kedua pokoknya dari Polrestabes Surabaya akan semaksimal mungkin kasus ini jadi atensi khusus agar segera terungkap. Bila perlu dari Pagar Nusa buat tim bersama bergabung dengan Polrestabes,” kata Tri.

3. Bermula dari ngopi di kawasan Korem

Setelah ditemui dan terjadi kesepakatan, para massa aksi ini pun membubarkan diri. Mereka tentunya sangat terpukul karena salah seorang kawannya meninggal dunia. Padahal, waktu itu korban hanya berniat nongkrong dengan tiga temannya di kawasan Korem Surabaya, 20 Maret lalu.

Baca Juga :  Cegah Tindak Kriminal saat Pandemi, Brimob Balikpapan Gencarkan Patroli di Jam Rawan

Ketika akan pulang, empat orang ini dihadang kurang lebih 100 massa. Korban diminta membuka jaket dan ponselnya. Di sana diketahui kalau mereka anggota Pagar Nusa. “Karena kan ada grupnya kalau dilihat di HP-nya itu,” ucap Tri.

“Teman korban yang selamat melihat Wahyu sempat ketakutan sebelum dibuka HP-nya. Mencoba melarikan diri takut ketahuan (sebagai anggota) Pagar Nusa. Itulah dikeroyok,” dia menerangkan.

4. Meninggal di RSUD dr. Soetomo

Ratusan oknum tak dikenal ini membabi buta mengeroyok empat anggota Pagar Nusa. Nahas, Wahyu mengalami luka parah pada bagian kepala. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan pertama.

“Terus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo karena gegar otak,” kata Tri. Pada 3 April lalu, korban mengembuskan napas terakhirnya.

Kini, Tri hanya berharap polisi mengusut tuntas kasus ini. Karena sudah banyak teknologi penunjang untuk menelusuri jejaknya. “CCTV di mana-mana. Pelaku kumpul ratusan. Kalau serius ungkap kasus ini,” dia menegaskan. (rkm//)

Artikel ini dikutip dari idntimes.com, dengan judul: “5.000 Massa Pagar Nusa Menuntut Keadilan Polrestabes Surabaya”

Share :

Berita Terkait

Ragam

Data Lengkap Update Kasus Covid-19 di Kaltim, Per Jumat (17/4/2020)

Ragam

Rp 2,1 Miliar Saldo Nasabah Raib di BPD Bank Kaltimtara, Kepala Perwakilan BI Kaltim Sarankan Nasabah Bersurat ke OJK

Ragam

Ratusan Siswa dan Orang Tua Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Kaltim, Minta SMA 10 Tetap di Seberang

Ragam

Menunggu 15 Tahun, Warga Belum Dapat Ganti Rugi Lahan di Pembangunan Stadion Batakan Balikpapan

Ragam

Melalui Rapat Kabinet, Jokowi Ambil Keputusan Larang Salat Idulfitri Berjamaah di Masjid dan Lapangan

Ragam

Terbesar dalam Sejarah, Ratusan Tentara Amerika Ikut Latihan Bersama Garuda Shield di Balikpapan

Ragam

Digelar Sederhana, Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Kantor Gubernur Kaltim Tetap Khidmat

Ragam

Kebakaran di Lempake Samarinda, Polisi Agendakan Olah TKP