Home / Ragam

Kamis, 13 Februari 2020 - 22:19 WIB

Pasar Pandan Sari Balikpapan Ditertibkan, Pedagan Minda Ada Aturan Main

Kaltimminutes.co, Samarinda – Upaya penertiban pasar Pandan Sari Balikpapan Barat pukul 8 pagi tadi dilakukan Wakil Wali Kota Balikpapan didampingi satuan kepolisian, TNI, mahasiswa hingga masyarakat.

Penertiban ini dilakukan sebagai bentuk mematuhi kebijakan yang ada, Kamis (13/02/2020).

Kondisi Pasar Pandan Sari kini semakin dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di fasilitas umum. Hal ini membuat pedagang yang ada di dalam gedung akan kesulitan untuk memperoleh pendapatan. Seperti yang diujarkan Sabran selaku mantan Ketua Pedagang Pasar Pandan Sari yang ikut memantau penertiban tersebut.

“Kasihan untuk pedagang yang di dalam gedung Pandan Sari ini, mereka tidak ada pendapatan jadi tidak bisa bayar retribusi pendapatan dinas pasar” ujarnya.

Baca Juga :  [BREAKING NEWS] Meroket! Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 12 Kasus, Total 97 Kasus Positif Corona

Sabran mengatakan bahwa adanya pengaturan jam yang berlaku antara para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang yang di dalam gedung bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak.

“Berikan aturan main, ada jam waktu tertentu untuk pedagang kaki lima berjualan jam 5 sore sampai jam 7/8 pagi, lebih dari itu tidak boleh berjualan. Jadi sama-sama mencari nafkah dengan pedagang lain yang di dalam (gedung) bisa berjualan juga,” katanya.

Baca Juga :  Waduh! Satu Keluarga Positif Covid-19 Usai Gelar Buka Puasa Bersama di Balikpapan

Ia juga mengatakan jangan sampai ada penertiban yang sampai harus turun tangan dalam hal penertiban di pasar ini.

“Jangan sampai ada petugas seperti ini lagi. Tentu masyarakat ini pasti mau lah kalau mereka dibina, karena dia tetap harus taat peraturan kepada pemerintah,” katanya.

Ia juga berharap bahwa perlu adanya pembinaan yang dilakukan pemerintah kepada PKL dan juga masyarakat Pandan Sari.

“Menurut saya penertiban ini bagus sekali ya, harapan saya perlu dibina juga para PKL ini. Bagaimanapun juga mereka ini saudara kita  mencari nafkah” ujarnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Skema Belajar Tatap Muka di Sekolah, Tiap Kelas Hanya Diisi 18 Siswa, Sisanya Tetap Belajar Daring

Ragam

Satu Pekerja di Berau Positif Covid-19, Tes Swab Jadi Syarat Karyawan Kembali Bekerja di Berau

Ragam

Ingin dapat Bantuan Sosial Tunai Senilai Rp 600.000 dari Pemerintah? Ini Syaratnya

Ragam

Berita Terkini Covid-19 di Kaltim Per 7 April 2020, 31 Kasus Positif, 3 Sembuh

Ragam

Usai Swab Massal di APT Pranoto Pekan Lalu, Dinkes Samarinda Belum Berencana Swab Massal di Pelabuhan dan Terminal

Ragam

Gunakan APD lengkap, Petugas BPBD Evakuasi Jenazah di Tempat Singgah Masjid di Samarinda

Ragam

Dinkes Sebut Kasus Covid-19 di Samarinda Melandai, Tapi Tetap Waspada

Ragam

Ratusan Pedagang di Pasar Klandasan Dapat Suntikan Vaksin Kedua