Home / Ragam

Senin, 11 Oktober 2021 - 18:47 WIB

Pekan Ini, Pemkot Samarinda Targetkan Pembongkaran Bangunan Liar Bantaran SKM Sudah Masuk Tahap Sosialisasi

Potret bangunan rumah di bantaran Sungai Karang Mumus segmen Ruhui Rahayu, Senin (11/10/2021)

Potret bangunan rumah di bantaran Sungai Karang Mumus segmen Ruhui Rahayu, Senin (11/10/2021)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Rencana pembongkaran bangunan liar di kawasan Jembatan Ruhui Rahayu Kelurahan Sidodadi terus berlanjut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin menargetkan, pekan ini tim sudah masuk ke tahap sosialisasi ke masyarakat mengenai waktu pelaksanaan pembongkaran.

“Kalau saya ada di tempat, Insha Allah saya siap untuk turun langsung mensosialiasikan program ini ke warga setempat. Tapi kalau bisa tim sudah mulai jalan dalam minggu ini,” kata Sugeng sapaan karibnya usai memimpin rapat koordinasi verifikasi data warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), Senin (11/10/2021) di Balai Kota.

Sugeng menambahkan, pemkot akan memberi dana kerohiman kepada setiap kepala keluarga yang rumahnya akan dibongkar.

Baca Juga :  Kasus Proyek Fiktif Pembangunan Tangki Timbun dan Terminal BBM, Terdakwa Iwan Ratman Divonis 14 Tahun Penjara

Langkah ini diambil sebagai bentuk penyelesaian dampak sosial atas kebijakan yang diambil pemerintah.

“Data warga yang terdampak hasil verifikasi dari Dinas Pertanahan Samarinda,” imbuhnya.

Mantan kepala Bappeda Samarinda ini mengingatkan kepada tim nanti agar memperhatikan betul-betul tahapan prosedur administrasi, karena harus ada standar yang dimiliki warga bila ingin mendapatkan dana santunan tersebut.

Karena sambung dia, pemkot harus sangat berhati-hati melangkah, agar tak terjadi temuan hukum dalam pemberian biaya kerohiman ini.

Mengingat beberapa tahun lalu Pemkot Samarinda sudah pernah memberikan biaya santunan kepada para pemilik bangunan.

“Jadi mereka yang tinggal saat ini rata-rata warga yang hanya mengontrak dari pemilik rumah sebelumnya yang menurut informasi dari Badan Pertanahan pemilik pertama sebagian pemilik sudah pernah menerima santunan sebelumnya,” bebernya.

Baca Juga :  Tanah Longsor hingga Tutupi Badan Jalan di Mangkupalas, Ini Tawaran Solusi dari Andi Harun

Namun, ditegaskan Sugeng, bantuan dana kerohiman hanya diberikan kepada warga yang tidak memiliki sertifikat kepemilikan tanah. Sementara warga yang memiliki sertifikat kepemilikan tanah akan diberikan ganti dana ganti rugi.

“Khusus mereka yang memiliki sertifikat tanah kita harus cocokkan terlebih dahulu di Badan Pertanahan Nasional (BPN), jika betul terbukti maka mereka akan mendapatkan berupa ganti rugi bukan dana kerohiman,” terangnya.

Sebagai informasi, sedikitnya ada sebanyak 99 bangunan yang masuk dalam rencana pembebasan tanah di bantaran sungai khususnya segmen Ruhui Rahayu nanti. Dari 99 bangunan tersebut, 4 diantaranya memiliki sertifikat kepemilikan tanah. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Penuh Karamah, Foto Abah Guru Sekumpul Tak Tersentuh Api Saat Kebakaran, Meski Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ragam

Ingat Mulai Hari Ini, Kafe, Warkop hingga Hiburan Wisata di Samarinda Diminta Tak Beroperasi Usai Pukul 19.30 Wita

Ragam

Tunggu Hasil Rapid Test, Balikpapan Segera Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Ragam

Selesaikan Masalah Banjir di Perumahan H. Saleh, Pemkot Samarinda Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim 

Ragam

Normalisasi SKM Tak Masuk PSN, Andi Harun: Provinsi dan Kota Sama-sama Minta ke Pusat

Ragam

Kerap Menempati Jajaran Teratas di Berbagai Survei, Berikut Rekam Jejak Prabowo Subianto

Ragam

Soal Keterlambatan Pemasangan Layanan Air Bersih Baru di Samarinda Utara, Dirut Perumdam Tirta Kencana Ungkap Penyebabnya

Ragam

Sampaikan Belasungkawa, Dekan Fisipol Unmul Kunjungi Kediaman Mahasiswa Meninggal Bunuh Diri