Home / Ragam

Kamis, 24 Desember 2020 - 15:07 WIB

Pelaku Perjalanan Darat Dalam Wilayah Kaltim Diwajibkan Bawa Surat Non Reaktif Rapid Test

Isran Noor Gubernur Kaltim

Isran Noor Gubernur Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Syarat ketat diberlakukan Pemprov Kaltim bagi pelaku perjalanan menuju Kaltim, maupun perjalanan antar kabupaten/kota di Kaltim.

Syarat ketat itu niatannya untuk menekan laju kasus Covid-19 di Kaltim. Terlebih jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Per Rabu (23/12/2020), Isran Noor, Gubernur Kaltim menerbitkan surat edaran tentang ajuran pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Surat edaran dengan nomor 440/7874/0641/-II/B.Kesra, Isran Noor mengimbau warga Kaltim, agar bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syaratan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, edaran tersebut dengan tegas berisi kebijakan bagi warga pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Warga yang melakukan perjalanan memakai kendaraan pribadi melalui transportasi darat dan laut diwajibkan menunjukan surat keterangan hasil non reaktif rapid test antibodi maupun rapid antigen.

Baca Juga :  Akhmed Reza Fahlevi Reses ke Kenohan Kukar, Warga Mengeluh Soal Listrik dan Jaringan Komunikasi

Surat keterangan ini berlaku paling lama dua hari atau 2×24 jam sebelum keberangkatan.

“Bagi yang melakukan perjalanan memakai kendaraan pribadi melalui transportasi darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil non reaktif uji rapid test antibod atau antigen,” ungkap Isran, dalam edarannya.

Diketahui, surat keterangan hasil non reaktif uji rapid test antibodi dan atau atigen, serra hasil negatif uji swab berbasis PCR berlaku selama 14 (empat belas) hari sejak diterbitkan.

Sementara itu, bagi pelaku perjalanan masih di dalam wilayah Kaltim, warga diwajibkan memiliki surat keterangan non reaktif rapid test antibody, maupun rapid antigen.

Baca Juga :  Wagub Hadi Sampaikan ASN Hadir Kampanye Paslon Diperbolehkan, Tapi..

“Selama masih berada di wilayah Kalimantan Timur wajib memilki surat keterangan hasil non reaktif uji rapid test antibodi atau antigen dan hasil negatif uji swab berbasis PCR yang masih berlaku,” jelasnya.

PPDN yang berangkat dari Kalimantan Timur, surat keterangan hasil non reaktif dan hasil negatif uji swab berbasis PCR yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Kalimantan Timur.

Edaran Gubernur Kaltim ini berlaku sejak Kamis, 24 November 2020 hari ini, hingga 10 Januari 2021. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Usai Diresmikan, Wali Kota Samarinda Berharap Posbindu Masjid Agung Pelita Dapat Bersinergi dengan Program Pemerintah 

Ragam

Wali Kota Andi Harun Bertemu Pejabat PDAM Samarinda, Paparkan Program hingga Evaluasi

Ragam

[WARTAMERTA] Update Nasional Per 22 April: Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah Satu, Total 69 Kasus

Ragam

5 Nama Pjs Selama Pilkada Tersebar di Media Sosial, Sabani: Tunggu Saja SK Diterbitkan Mendagri

Ragam

Seleksi 6 Penjabat Rumpun Ekstrakta Tuntas, 3 Nama Akan Dikirim ke KASN

Ragam

Sedih!! Satu Keluarga di Kubar Positif Covid-19, Salah Satunya Bayi Usia 1,8 Tahun

Ragam

Dikabarkan Positif Covid-19, Tetangga Sampaikan Zairin Zain Kurang Enak Badan dan Tak Diperbolehkan Keluar Rumah

Ragam

Tol Balsam Masih Operasional, Meski Ada Larangan Mudik Lebaran, Terserah!!