Home / Ragam

Kamis, 13 Januari 2022 - 20:27 WIB

Pembahasan Terkait Batu Bara di DPR RI, Disebut Ratu Batu Bara Menjadi Penyebab Rusaknya Infrastruktur di Kaltim

anggota Komisi VII, Muhammad Nasir

anggota Komisi VII, Muhammad Nasir

Kaltimminutes.co – Dalam rapat pembahasan terkait batu bara di DPR RI, terungkap adanya ratu bara bara di Kalimantan Timur (Kaltim).

Disebut-sebut, gegara ratu batu bara itu, menjadi sebab infrastruktur yang dibangun di Kaltim, menjadi rusak.

Diketahui, rapat pembahasan batu bara itu dilakukan antara Komisi VII DPR RI dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Rapat itu digelar dan disiarkan langsung di akun YouTube DPR RI, Kamis (13/1/2022).

Perihal ratu batu bara di Kaltim itu kemudian disampaikan oleh anggota Komisi VII, Muhammad Nasir.

Ia sebut bahwa batu (batu bara-red), hilang terus. Nasir kemudian menyebutkan nama, yakni Tan Paulin.

Baca Juga :  Peringatan Hari Jadi Kota Samarinda, Wali Kota Ziarah ke Makam Pahlawan

“Batu kita hilang terus, dan sampai ada disebut-sebut ratu batu bara, tapi nggak ditangkap-tangkap ini orang. Ada namanya siapa tadi, ini produksinya 1 juta 1 bulan, siapa orang ini, tapi nggak ada laporan ESDM ke kita, Tan Paulin namanya. Saya bilang tangkap orang ini, siapa yang melindungi orang ini?” katanya dalam rapat dengan Menteri ESDM, Kamis (13/1/2022).

Ia kemudian melanjutkan bahwa ‘ratu batu bara’ Tan Paulin menjual hasil tambang tersebut ke luar negeri. Hal ini disebut berdampak pada infrastruktur di Kalimantan Timur.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Unmul Gelar Webinar, Bahas Edukasi Kesehatan dan Ekonomi Kala Pandemi Covid-19 Mengancam

“Ini batu curian tapi bisa dijual ke luar negeri, kan kacau nih. Semua tahu pemain batu bara dan tambangnya diambil mereka semua. Waktu kita kunjungan Kalimantan Timur ini yang dibicarakan pak. Gara-gara dia infrastruktur yang dibangun Pemda rusak semua,” katanya.

Hal ini pun juga ditanggapi oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Arifin mengatakan ia mengetahui hal itu, dan meminta menggunakan bahasa yang benar di dalam rapat.

“Iya tahu saya tahu itu, tapi yang lain-lain itu harap pakailah bahasa yang benar,” kata Arifin.

(*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pasca Serangan Mabes Polri, Polresta Samarinda Pertebal Pengamanan

Ragam

Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, Polwan Polda Kaltim Buka Gerai Vaksinasi “1948”

Ragam

Kuatkan Kedaulatan Indonesia di Perbatasan, BPN Kaltimtara Akan Terbitkan 130 Sertifikat Tanah

Ragam

Proyek RS Korpri Diduga Dikerjakan Kontraktor Bermasalah, Komisi III DPRD Kaltim Sebut Tak Bisa Berbuat Banyak

Ragam

Menyedihkan, Viral Video Seorang Anak Menangis Lihat Ibunya Meninggal di Pelataran Toko

Hukrim

40 Nyawa yang Hilang di Lubang Bekas Tambang, Dosen Unmul: Pihak Perusahaan Belum 100 Persen Lakukan Reklamasi

Ragam

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat, Per Kamis Ada Penambahan 6 Pasien Sembuh, Total 134 Kasus Sembuh

Ragam

Tak Ingin Meninggalkan Kesuksesan Citra Niaga di Masa Lalu, Andi Harun Akan Reinkarnasi Citra Niaga dalam Waktu Dekat