Home / Ragam

Selasa, 25 Februari 2020 - 22:01 WIB

Pemilihan Duta Sadar Hukum, Cara Kejati Kaltim Berantas Bullying di Sekolah

Kaltimminutes.co, Samarinda – Tindak kekerasan dan bullying di sekolah menjadi perhatian penting bagi Kejaksaan Tinggi Kaltim. Sebab, pada kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur, baik sebagai korban maupun pelaku.

Meski pelaku adalah anak di bawah umur, tetap ada hukuman bagi pelaku bully di sekolah.

Chaerul Amin, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, menerangkan ada tahapan sanksi yang dikenakan terhadap pelaku bullying. Penanganan awal diserahkan ke pihak sekolah menyelesaikan kasus tersebut lewat Bimbingan Konseling (BK). Namun bila ada korban dalam tindak kekerasan itu, dilakukan penanganan anak berhadapan dengan hukum. Di penyidik kepolisian dilakukan diversi, atau penyelesaian secara damai kasus tersebut.

“Bahkan bila telah dilimpahkan ke pengadilan pun itu masih dimungkinkan dilakukan diversi di kejaksaan. Itu pengembangan paradigma penegakan hukum restorative justice. Itu sudah diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak,” kata Chaerul Amin.

Kajati Kaltim berharap siswa di sekolah harus sadar, bila melakukan bully dan kekerasan di sekolah ada sanksinya. Pelaku kekerasan bisa dikenakan sanksi kurungan meski masih di bawah umur. Perlu ada kesadaran hukum bagi anak-anak di tingkat sekolah.

Baca Juga :  Bencana Virus Corona Sudah Tertulis di Alquran dan Hadist

Untuk itu, Kejati Kaltim bekerjasama dengan Disdik Kaltim, menggelar pemilihan duta sadar hukum. Dari duta-duta inilah yang akan menjadi teladan bagi rekan-rekannya di sekolah dia berasal. Duta sadar hukum diharap melakukan sosialisasi mencegah bullying di sekolah.

“Kami mencoba paling tidak mengurangi bahkan kalau perlu tidak ada lagi tindak kekerasan dan bully di sekolah, dengan adanya pemilihan duta ini,” paparnya.

Chaerul Amir juga menjelaskan sebelumnya, pihaknya telah memiliki program peningkatan karakter generasi muda, yakni program jaksa masuk sekolah. Untuk mempertajam program ini dan mengkreasikannya, dengan menggelar pemilihan duta sadar hukum.

Pemilihan duta ini digelar dengan menyasar jenjang SMA/SMK/sederajat di Kaltim.

“Sebelum digelar pemilihannya, kabupaten/kota sebaiknya harus melakukan penyuluhan terlebih dahulu. Untuk memberikan materi kepada para siswa. Bisa juga dikreasikan oleh kabupaten/kota, misalnya sadar hukum di daerah Mahakam Ulu, bisa dikombinasikan dengan hukum adat yang berlaku di sana,” jelasnya.

Kategori pemilihan duta sadar hukum ini, meliputi penilaian menulis, menyampaikan hasil tulisan, dan debat.

Baca Juga :  Bingung Cari Kerja, Pasutri Nekat Edarkan Uang Palsu di Samarinda

Sementara itu, Anwar Sanusi, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim, menyebut pemilihan duta sadar hukum akan menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar, yang bersumber dari keuangan Disdik Kaltim dan Kejati Kaltim.

“Biaya penyelenggaraan diserahkan di DPA kadisdik kabupaten/kota setempat untuk tingkat daerah, Untuk di tingkat provinsi menggunakan DPA Disdik Kaltim,” kata Anwar.

Pemilihan duta sadar hukum akan dilaunching pada 2 Maret 2020, di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

“Tahapannya, 2 Maret 2020 launching, pelaksanaan pemilihan duta sadar hukum di tingkat kabupaten/kota pada Juli-Agustus 2020, dilanjutkan tingkat provinsi pada Oktober 2020,” ungkapnya.

Mengenai hadiah, bagi pemenang duta sadar hukum di tingkat provinsi, akan diganjar uang tunai dan Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Siswa pemenang akan dibiayai kuliahnya hingga selesai di kampus manapun, dengan catatan mengambil jurusan hukum.

“Hadiahnya diusulkam dapat Beasiswa Kaltim Tuntas. Pemenang boleh pilih jurusan hukum di universitas manapun, kami akan biayai hingga selesai kuliah,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Beda Data Kaltim dan Pusat, Dinkes Kaltim Rilis Penambahan Kasus Baru Covid-19 Sebanyak 13 Kasus, Berikut Rinciannya

Ragam

Antisipasi Terpapar Covid-19, Pemudik yang kembali di Balikpapan Ditetapkan Status ODP

Ragam

Tenaga Honorer Akan Dihapus, BKD Kaltim Tunggu Arahan Pusat

Ragam

Dukung Penuh Percepatan Vaksin, Andi Harun Hadiri Vaksinasi Massal Covid-19 yang Diadakan Ikapakarti Samarinda 

Ragam

Pemeriksaan Hasanuddin Masud dan Istri Kembali Tertunda, Kuasa Hukum Tunggu Sampai Malam Hari

Ragam

Data Lengkap dan Riwayat Perjalanan 11 Kasus Positif Covid-19 Baru di Kaltim

Ragam

Duh… Ada THM Diduga Buka Kucing-kucingan Saat PPKM di Balikpapan, Kapolresta: Akan Kami Tindak

Ragam

Kemenag Bontang Buka Kembali Pendaftaran Nikah, Tapi Tidak Melayani Akad