Home / Ragam

Minggu, 6 Juni 2021 - 17:00 WIB

Pemkot Samarinda Berencana Manfaatkan Lahan Bandara Temindung Jadi Pembangunan Rumah Susun dan RTH, BPKAD Kaltim Bilang Begini 

Lokasi Bandara Temindung Samarinda, aset gedung milik Kemenhub RI yang akan diserahkan ke Pemprov Kaltim/HO

Lokasi Bandara Temindung Samarinda, aset gedung milik Kemenhub RI yang akan diserahkan ke Pemprov Kaltim/HO

Kaltimminutes.co, Samarinda – Sejak operasional penerbangan Samarinda beralih ke Bandara APT Pranoto, Bandara Temindung tidak lagi beroperasi.

Aset bandara milik Kementerian Perhubungan RI, inipun rencananya diserahkan ke Pemprov Kaltim.

Muhammad Sa’duddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, menerangkan secara administratif, lahan di Bandara Temindung merupakan aset milik Pemprov Kaltim.

Sementara bangunan di area bandara tersebut milik Kemenhub RI.

“Bandara temindung itu tanahnya milik pemprov, terus dipinjam kemenhub, dibangun bandara,” kata Sa’ddddin, Minggu (6/6/2021).

Aset bangunan inilah yang nantinya akan diserahkan ke Pemprov Kaltim, bersamaan dengan pengembalian aset tanah.

Baca Juga :  Melalui Surat Edaran Pemkot Samarinda, DLH Minta Warga Simpan Sampah selama 2 Hari saat Lebaran

Belum diketahui kapan aset Bandara Temindung akan diserahkan ke pemprov.

Sa’duddin memperkirakan penyerahan aset dilakukan tahun 2021 ini.

Saat ini pihak BPKAD Kaltim masih melakukan penghitungan appraisal terkait nilai bangunan di area bandara.

“Belum tahu kapan, tapi tahun ini sudah diserahkan. Karena gedungnya ini kan banyak di area itu, jadi kami data nilai dulu, diappraisal,” jelasnya.

Aset Bandara Temindung diketahui telah masuk dalam radar Pemkot Samarinda.

Pemkot berencana memanfaatkan lahan bandara itu menjadi lokasi pembangunan rumah susun dan ruang terbuka hijau.

Namun, Sa’duddin mengaku pihaknya belum mengetahui perihal keinginan Samarinda meminta aset tersebut.

Baca Juga :  Sudah 907 Orang Mendaftar Penerima Vaksin di Samarinda, Ini Link Pendaftaran Online Dinkes Samarinda

“Sampai saat ini belum ada secara resmi meminta aset itu untuk apa,” paparnya.

Kepala BPKAD Kaltim menegaskan bila Pemkot Samarinda hendak mengelola aset tersebut, bisa meminta secara tertulis kepada Pemprov Kaltim.

Selanjutnya BPKAD akan melakukan pengkajian.

“Pemkot harus meminta secara tertulis. Nanti kami kaji apakah Pemprov Kaltim ada rencana lain.

Kalau ada rencana lain maka tidak bisa diserahkan,” tegasnya.

“Di zaman Pak Awang kan aset itu rencana handak dibuat pusat bisnis di Samarinda, atau membuat pusat perkantoran,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Kaltim Masuk Daerah Miskin Inovasi dari Kemendagri, Pengamat Unmul Bilang Begini

Ragam

Tidak Ada Figur Kaltim di 4 Calon Kepala Badan Otoritas IKN, Hadi Mulyadi Bilang Sabar

Ragam

Pemprov Kaltim Belanja APD Sebesar 9,5 Miliar, Digunakan Untuk Penanganan Covid-19

Ragam

Kabar Gembira, Tiga Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Dinyatakan Sembuh

Ragam

Banggar Akui Tak Bahas Anggaran Pokir di Pembahasan KUA PPAS

Ragam

Alumni 96 SMP 4 Samarinda Berbagi, Berikan Sembako dan Kuota Belajar untuk Siswa Tak Mampu

Ragam

DPRD Samarinda Agendakan Pakai Hak Interpelasi ke Walikota, Jaang : Harus Saling Intropeksi

Ragam

Puji Tuhan! Pasien Sembuh Covid-19 Tambah 15 Kasus, Klaster ABK Bali Kuta di Samarinda Dinyatakan Tuntas