Home / Ragam

Jumat, 6 Agustus 2021 - 10:21 WIB

Pemkot Samarinda Gelar Rapat Lanjutan Rencana Relokasi Pasar Dayak, Bahas Teknis Pembangunan Berbasis Sosioteknologi

Wali Kota Samarinda Andi Harun

Wali Kota Samarinda Andi Harun

Kaltimminutes.co, Samarinda – Rapat lanjutan rencana relokasi pasar Dayak di Jalan PM. Noor kembali digelar Pemkot Samarinda, Kamis (5/8/2021).

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan bahwa rapat kali membahas rencana teknis pembangunan pasar.

“Jadi yang kita bicarakan tadi sudah teknis. Mulai dari akses jalan utama, pengadaan lahan, dan juga ada tambahan jalan akses 6 x 60 m, desain bangunan, jumlah lapak, salurannya, dan tata ruangnya,” terang Andi Harun.

Pembagian tata ruang berdasarkan konsep yang telah dicanangkan yakni konsep pasar tradisional berbalut unsur kesenian.

“Untuk kegiatan pasar dari sisi kerajinan berapa, untuk sembako berapa, kemudian penunjang minimal 50 persen, seperti lahan parkir, saluran air, dan RTH,” bebernya.

Baca Juga :  Tiga Proyek Prioritas Kaltim Masih Mungkin Tak Masuk PSN

Mengenai jumlah pedagang yang akan direlokasi Andi Harun belum dapat memastikan. Sebab masih dalam tahap konsolidasi dengan pihak-pihak terkait.

“Masih konsolidasi ini. Berapa pedagang yang akan masuk, termasuk juga pedagang pasar Subuh,” jelasnya.

Namun mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini menegaskan, yang menjadi prioritas mengisi lapak-lapak di pasar baru nanti adalah pedagang yang sebelum telah berdagang di pasar Dayak maupun pasar Subuh.

“Itu (pedagang pasar Dayak dan pasar Subuh) menjadi prioritas,” katanya.

Sementara dijelaskan, Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Samarinda Muhammad Cecep Herly menjelaskan, rencana pembangunan pasar baru menggantikan pasar Dayak dan pasar Subuh mengusung konsep sosioteknologi.

“Sosioteknologi itu, teknologinya sebagai media di mana memposisikan masyarakat sebagai subjek pembelajaran yang baik dan bersih,” jelasnya.

Baca Juga :  Massa Bakar Ban di Depan Gedung DPRD Samarinda, Tuntut Transparansi Anggaran Covid-19

Lanjut Cecep sapaanya, tantangan membangun di atas lahan berkontur rawa akan memakan biaya cukup besar.

Namun, dari diskusi yang dibangun bersama tim arsitektur menyiapkan rencana pembangunan dengan biaya murah.

“PU dalam hal ini membantu memberikan masukkan dari sosio engineering tadi,” imbuhnya.

Cecep menambahkan, mengenai kapasitas sesuai desai yang akan dibangun dapat menampung 108 lapak pedagang yang terbagi menjadi 3 kelompok.

“Ada tiga yang kita kelompokkan. Etnis fungsinya ada display atau ada workshop seperti tenun akan kita fasilitasi, kemudian ada basah kering seperti daging dan ikan, dan kering seperti sembako,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Soal Dugaan Suap Bandar Narkoba Kepada Pejabat di Polrestabes Medan, Kapolda Sumut dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Angkat Bicara

Ragam

Upaya Cepat Mengatasi Permasalahan, Layanan TelkomGroup Berangsur Membaik

Ragam

Banjir Landa Samarinda, Relawan BUNDA Suplai Makanan, Obat-obatan dan Keperluan Anak

Ragam

Jalan Poros Km 11 Balikpapan Ambles, BPJN Lakukan Perbaikan Sementara

Ragam

Tren Baru Setelan Pengantin Pria di Masa New Normal, Desainer: Lebih Sederhana, Pakai Jas Biasa dan Dasi Panjang

Ragam

Masih Proses Pembahasan, UMK Samarinda Tahun 2022  Belum Bisa Dipastikan

Ragam

Percepat Program Vaksinasi, Andi Harun Pastikan Dosis Vaksin Samarinda Terus Bertambah

Ragam

Proyek Pengadaan Mebeler Rp 14,4 Miliar di Universitas Mulawarman Diperiksa BPKP Kaltim, Hasil Keluar Akhir Bulan