Home / Ragam

Jumat, 3 September 2021 - 19:07 WIB

Pemkot Samarinda Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Desa Pampang, Andi Harun Beri Tambahan Uang Tunai Rp 10 Juta

Penyerahan bantuan sembako dari Pemkot Samarinda untuk korban banjir di Desa Pampang, Jumat (3/9/2021).

Penyerahan bantuan sembako dari Pemkot Samarinda untuk korban banjir di Desa Pampang, Jumat (3/9/2021).

Kaltimminutes.co, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajaran pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di dampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda tinjau langsung lokasi banjir di kawasan Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (3/9/2021).

Tinjauan ini sekaligus dalam rangka menyalurkan bantuan sembako berupa mie instan, beras, susu, dan beberapa kebutuhan pokoknya lainnya untuk warga terdampak banjir.

Andi Harun menyebut total bantuan sembako yang hari ini disalurkan lebih kurang sebanyak 500 paket.

“Untuk saat ini jajaran Pemkot Samarinda turun untuk melihat keadaan langsung sekaligus memberi bantuan 403 warga yang terdampak banjir berupa kebutuhan pokok, mudah-mudahan ini bisa membantu,” ucap wali kota saat diwawancara awak media.

Baca Juga :  Bertambah Satu Kasus PDP Asal Klaster Gowa, Total PDP Jadi 19 Orang dan 6 Positif

Tidak hanya menurunkan bantuan sembako, orang nomor satu Kota Samarinda itu juga memberi bantuan uang tunai sebesar Rp 10 juta yang diterima langsung oleh Ketua RT 03, Kelurahan Budaya Pampang.

Bantuan uang tunai tersebut berasal dari kocek pribadi wali kota. AH sapaan karibnya berharap uang tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti kebutuhan air minum dan makanan siap saji.

“Disanakan rumah warga masih tergenang, akses untuk memperoleh air minum pasti sulit, semoga juga bisa untuk beli nasi bungkus buat warga, mudah-mudahan uang itu bisa membantu mereka,” ujarnya.

Baca Juga :  Minggu Malam, Andi Harun Kumpulkan Pejabat OPD Terkait Bahas Penanganan Banjir Samarinda

Ditanya mengenai tindaklanjut penanggulangan banjir di kawasan Desa Budaya Pampang, AH mengatakan bahwa Pemkot Samarinda akan melakukan rapat evaluasi untuk memetakan dari mana asal air kirimin yang merendam pemukiman warga.

“Senin kami akan rapat untuk memetakan dari mana asal air. Penanganan banjir ini tidak bisa sebentar, pasti memakan waktu. Kami berharap pengawasan lingkungan juga tidak hanya tertumpu pada pemeritah saja, tetapi juga harus ada peran masyarakat untuk fungsi pengawasan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Terus Landai! Sudah Tiga Minggu RSUD AWS dan RSUD IA Moeis Tidak Merawat Pasien Positif Covid-19

Ragam

Permudah Pemilu 2024, KPU Lakukan Penyederhanaan Desain Surat Suara

Ragam

Tampilkan Soal Kasus Bunuh Diri, Situs KPU Jatim Diduga Diretas

Ragam

Berantas Mafia Tanah, Jaksa Agung Tegaskan Pegawai Kejaksaan yang Terlibat Akan Diseret ke Pidana

Ragam

Alimudin Masuk Bursa Ketua KKSS, Tokoh Organisasi Kesukuan Gelar Konsolidasi

Ragam

Cegah Penyebaran Covid-2019, Farmasi Unmul Produksi Hand Sanitizer

Ragam

Banjir di Jalan Juanda Samarinda, Pengendara Motor Terjebak hingga Menginap di Musala SPBU

Ragam

Tahap ke-123, Indonesia Kembali Menerima Donasi Vaksin Covid-19 dari Australia