Home / Ragam

Jumat, 6 Maret 2020 - 21:24 WIB

Pemprov Kaltim Minta Pengusaha Tambang Berkontribusi Lebih untuk Pengendalian Banjir Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Seminar Membangun Samarinda Tangguh Banjir, garapan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Kaltim, mengusulkan lubang bekas tambang (Void) jadi polder air guna pengendalian banjir di Samarinda.

Hal tersebut disampaikan Andi Harun, Ketua Perhapi Kaltim.

“Konsep Perhapi Kaltim adalah void eks tambang jadi instumen pengendalian banjir,” kata Andi Harun, Kamis (5/3/2020).

Menanggapi hal tersebut, Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim menyebut menyulap void jadi polder air, bukan satu-satunya cara untuk pengendalian banjir di Samarinda. Sebab, banyak lubang tambang posisinya jauh dari titik banjir.

Lubang ini di mana, banjirnya di mana. Jadi tidak bisa serta merta gitu gitu loh. Ada lubang bekas tambang yang bisa dijadikan polder air, ada juga yang tidak bisa. Tergantung elevasinya di mana, kedudukannya di mana. Tidak bisa otomatis,” katanya, dikonfirmasi Jumat, (6/3/2020).

Baca Juga :  Kebutuhan Dasar Masyarakat Belum Merata di Kaltim, DPRD Usulkan Bantuan Rupiah dari Pemerintah Pusat

Hadi menyampaikan, tidak semua lubang bekas tambang harus dijadikan polder air. Sebab yang terpenting kewajiban reklamasi lubang tersebut harus dipatuhi pengusaha tambang.

Terkait kontribusi yang bisa dilakukan oleh pengusaha tambang, Wakil Gubernur Kaltim ini menyebut banyak hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan tambang untuk membantu menyelesaikan masalah banjir di Samarinda.

“Perusahaan tambang harus berkontribusi untuk penyelesaian banjir di Samarinda. Soal kontribusi terserah lah macam-macam, asal mereka mau. Nyatanya sekarang banyak perusahaan tambang yang gak bantu,” tegasnya.

Tidak harus polder air, beberapa yang bisa dilakukan pengusaha tambang di antaranya, penanganan pertama mengatur rehabilitasi hutan yang baik. Ke dua sedimentasi di Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus (SKM) pada khususnya. Menyediakan daerah-daerah resapan air yang kini menjadi perumahan.

Baca Juga :  [BREAKING NEWS] Terus Bertambah, Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah 5 Kasus, Dari 4 Daerah di Kaltim

“Lalu normalisasi drainase. Sanitasi kita buruk sekali. Saya pernah menemukan saya pernah turunkan yang namanya itu “Hantu Banyu” bayangkan ada kasur di dalam parit. Itu artinya sanitasi kita buruk dan kebiasaan kita buruk. Belum lagi sampah-sampah plastik,” jelasnya.

Meski begitu, Hadi menyatakan polder juga bisa jadi solusi pengendalian banjir di beberapa daerah di Samarinda.

“Terkait dengan hal itu, perusahan-perusahaan ini tidak hanya bisa berkontribusi dengan satu program saja. Polder juga mungkin, ada daerah-daerah tertentu polder ini jadi solusi. Tapi ada daerah tertentu polder itu tidak bisa jadi solusi,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

KWRI Balikpapan Gelar Pelatihan Untuk Editor Berita, Fasilitasi Jurnalis Pertebal Kemampuan

Ragam

Warga Samarinda yang Bekerja di Tarakan Positif Corona, Kadinkes Samarinda Tegaskan Kasus Impor

Ragam

Promo Jelang Libur Akhir Tahun, Swiss-Belhotel Samarinda Tawarkan Promo Menginap

Ragam

Peringatan Hari Jadi Kota Samarinda, Wali Kota Ziarah ke Makam Pahlawan

Ragam

Terkait Polemik SMA 10 dan Yayasan, DPRD Kaltim Minta Gubernur  Ambil Kebijakan Penyelesaian

Ragam

Kapolda Kaltim Titip Pesan ke Warga Bontang untuk Tangkal Hoaks

Ragam

Panik Virus Corona, Masker N95 Laku Keras di Samarinda dan Bontang

Ragam

Fenomena Rumah Terbakar Akibat Disambar Petir di Samarinda, Ini Penjelasan BMKG