Home / Ragam

Minggu, 5 April 2020 - 15:52 WIB

Pemprov Kaltim Tak Larang Mudik Lebaran, Tapi Pemudik Wajib Karantina 14 Hari Setelah Pulang

Muhammad Sabani, Plt Sekprov Kaltim

Muhammad Sabani, Plt Sekprov Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pemprov Kaltim mengeluarkan edaran terkait pembatasan pergerakan warga Kaltim, guna menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Muhammad Sabani, Plt Sekretaris Provinsi Kaltim, menyampaikan pihaknya telah membuat surat edaran bagi warga Bumi Etam, agar tidak melakukan perjalanan keluar Kaltim, maupun ke dalam Kaltim.

“Jadi orang Kaltim yang berada di luar, jangan dulu mudik. Istirahat dulu di mana tempat dia sekarang berada. Kalau memaksa untuk pulang ke Kaltim, ya silahkan. Tapi akan diperiksa ketat di pintu dia masuk,” kata Sabani, Minggu (5/4/2020).

Pemprov Kaltim, dibantu kabupaten/kota, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), akan melakukan penjagaan ketat di seluruh pintu masuk, seperti pelabuhan dan bandara.

Warga yang datang atau pulang ke Bumi Etam, akan diperiksa kesehatan dan riwayat perjalanannya secara rinci. Bagi yang tidak memiliki gejala medis, warga bersangkutan akan masuk kategori ODP, dan diminta melakukan karantina mandiri. Untuk warga yang punya masalah kesehatan, pihaknya akan langsung merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan isolasi, dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Baca Juga :  Hotel Jadi Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Kebijakan Diatur Pihak Hotel

“Kami lakukan pemeriksaan, kalau dia ada masalah kesehatan akan langsung dibawa ke rumah sakit. Otomatis diisolasi, kategori PDP dia. Kalau tidak ada gejala medis akan masuk ODP, dan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari,” tegasnya.

Imbauan agar tidak melakukan mudik lebaran, tertuang dalam surat edaran Gubernur Kaltim tertanggal 31 Maret 2020 tentang percepatan pencegahan corona virus disease 2019 (Covid-19), dengan nomor 440/2269/0228-II/B.Kesra.

Baca Juga :  Pemprov Minta Perusahaan dan Kab/Kota Siapkan Mobil PCR Bantu Percepat Proses Tracing Covid-19

Hal tersebut dipertegas oleh Hadi Mulyadi, yang meminta warga tidak berpergian dari atau masuk ke Kaltim. Tak terkecuali tentang mudik lebaran.

Hal ini tercatat dalam surat edaran poin 2 yang menyebutkan kegiatan-kegiatan perjalanan dinas ke luar negeri untuk sementara di tunda, termasuk perjalanan dinas ke luar daerah dibatasi hanya untuk yang bersifat mendesak dan sangat penting.

Sedangkan poin 5 menyebutkan tidak melakukan perjalanan dari dan ke Kaltim, kecuali sangat penting dan mendesak.

“Hal ini sebagai pencegahan bersama-sama. Agar kita semua jauh dari penularan virus tersebut,” kata Hadi Mulyadi, dikonfirmasi beberapa waktu lalu. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pemprov Kaltim Lanjutkan Program BSM Dampak Covid-19, 60 Ribu Warga Didata Ulang

Ragam

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Kantor Gubernur Kaltim Disemprot Desinfektan

Ragam

Anggaran Proyek Fisik Dipotong Untuk Lawan Covid-19

Ragam

Pemkot Balikpapan Kembali Lakukan Vaksinasi Covid-19, 2.500 Dosis Disuntikan kepada Masyarakat Umum

Ragam

Kamis Pagi, Data Penghitungan Suara KPU Samarinda Telah Masuk 55 Persen, Andi Harun-Rusmadi Unggul Tipis

Ragam

[WARTAMERTA] Kasus Positif Covid-19 Bertambah Satu di Kaltim Asal Balikpapan, Pasien Rekan Kerja BPN 21

Ragam

Per Senin Hari Ini, Samarinda Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Ragam

Mahasiswa Aksi, Minta Kejati Kaltim Usut Laporan Keuangan Perusahaan Daerah MBS, Ini Sebabnya…