Home / Ragam

Senin, 15 Februari 2021 - 19:11 WIB

Pemprov Kaltim Terkendala Rekrutmen Nakes, Kapasitas RSUD AWS Samarinda Nyaris Penuh

RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, nyaris over kapasitas perawatan pasien Covid-19

RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, nyaris over kapasitas perawatan pasien Covid-19

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kapasitas perawatan pasien Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda nyaris penuh.

Menurut keterangan dr David Hariadi Masjhoer, Dirut RSUD AWS Samarinda menyatakan, dari 60 tempat tidur yang disiapkan 80 persen telah terisi.

Dengan kondisi ini,  ruang rawat pasien di RSUD AWS sudah mulai tidak mampu menampung pasien baru.

Penambahan tempat tidur pasien sudah dilakukan, namun penambahan itu belum bisa diiringi dengan penambahan tenaga kesehatan (nakes) seperti dokter spesialis dan dokter umum.

dr David menjelaskan semua ruang penuh termasuk penambahan sesuai permintaan Menkes. Namun, dalam penyediaan SDM, terjadi kendala.

“Mereka yang bekerja saat ini sudah over time, terlebih yang bersentuhan langsung dengan pasien Covid 19 yang harus terus menerus menggunakan alat pelindung diri atau APD,” kata dr David.

Baca Juga :  Pemkot Balikpapan Kaji Pembukaan Kembali Tempat Bermain Anak

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Muhammad Sabani, Sekprov Kaltim mengungkap Pemprov Kaltim telah mengajukan penambahan nakes ke Kementerian Kesehatan RI.

“Kami sudah ajukan ke pusat, apakah dikasih atau tidak kami juga belum tahu. Tapi kami harap dapat,” kata Sabani, Minggu (14/2/2021).

Menurutnya, dengan peningkatan kasus yang tinggi di Kaltim, menyebabkan pihaknya memerlukan tenaga kesehatan yang ekstra.

Sekprov Kaltim menegaskan pihaknya sempat melakukan rekrutmen nakes, namun saat perkembangan kasus yang cukup tinggi di Bumi Mulawarman, membuat dua rumah sakit milik pemprov nyaris penuh.

Baca Juga :  Masih Soal Viralnya Gadis Penjual Es Kelapa di Samarinda Seberang, Ini Komentar Netizen

“Kami juga ada sempat rekrut nakes 1 atau 2.  Tapi kondisi di RSUD Kanujoso dan RSUD AWS ini kan sudah mau penuh,” jelasnya.

Bila nantinya fasilitas perawatan di dua rumah sakit tersebut sudah over kapasitas, pihaknya terpaksa melakukan perekrutan kembali para tenaga medis. Meski diakui, banyak warga yang kurang berminat, lantaran nakes yang direkrut untuk perawatan pasien Covid-19, sehingga secara psikis warga merasa takut.

“Nanti kalau sudah rumah sakit tidak sanggup, kami akan merekrut kembali nakes. Hanya saja karena merekrut orang untuk merawat pasien Covid-19, sehingga tidak sederhana. Secara psikis mereka takut,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Dapat Jatah 2000 pcs, Kaltim Distribusikan APD ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Ragam

Hasil Riset, Minum Jus Jeruk dengan Kulitnya Disebut Bisa Tangkal Covid-19

Ragam

Petugas PSBB yang Terlibat Cekcok dengan Habib Umar Assegaf, Diberi Hadiah Umrah

Politik

Terkait Persoalan RTH di Samarinda, Begini Solusi Paslon Nomor Urut 02 Andi Harun 

Ragam

Berharap Tak Ada Dualisme Kepemimpinan, Ketua MPI Tegaskan Hasil Musda KNPI Kaltim Jadi Momentum Kebangkitan Pemuda di Kaltim

Ragam

Saat Pelantikan Kepala Daerah, Isran Tegaskan Bupati/Wali Kota Bukan Bawahan Gubernur, Boleh Berikan Kritik

Ragam

Vaksin Covid-19 Tiba di Kaltim, Tunggu Izin BPOM Sebelum Bisa Digunakan

Ragam

Galau Sanksi di Pembatasan Sosial, Pasar Ramadan di Jalan Lambung Mangkurat Masih Ramai