Home / Ragam

Senin, 24 Februari 2020 - 21:05 WIB

Pemprov Kaltim Tetapkan Zona Pesisir, Nelayan dan Sektor Industri Tetap Diakomodir

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pemprov Kaltim memberikan jaminan terhadap nelayan tradisional di Bumi Etam, terkait aktivitas mereka melaut. Jaminan inipun diatur dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Kaltim.

Penyusunan dokumen final RZWP3K Kaltim, disusun oleh Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kaltim. Rencana zonasi ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kedaulatan laut di pesisir Kalimantan Timur.

Dikonfirmasi usai gelaran Focus Group Discussion (FGD) RZWP3K Kaltim, di Kantor Gubernur, Senin (24/2/2020). Muhammad Sabani, Plt Sekprov Kaltim menerangkan dokumen rencana zonasi telah final dan akan segera disampaikan ke DPRD, untuk disahkan menjadi perda.

“Ini sudah final. Dokumen segera kita serahkan ke DPRD. Kita sudah melewati 32 tahapan. Semoga bisa cepat sehingga Kaltim punya ZWP3K,” kata Sabani.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi Seminggu Terakhir, Jalan Provinsi di Samarinda Seberang Tertutup Longsor

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kaltim, Riza Indra Riadi, menyebut RZWP3K tidak akan menghalangi aktivitas nelayan lokal. Bahkan dalam dokumen rencana zonasi itu, nelayan diberi akses hingga 84,78 persen, dalam alokasi zona ruang wilayah pesisir tersebut.

“Kami tetapkan juga di RTRW Kaltim, bila ada kampung nelayan di kawasan pesisir, maka kawasan tersebut tidak boleh tercantum di dokumen RZWP3K Kaltim,” jelasnya.

Tidak hanya mengakomodir kepentingan nelayan, Riza juga menyebut sektor industri juga mendapat perhatian. Sektor industri diperbolehkan beraktivitas dalam kawasan zonasi selama memiliki izin, dan dengan catatan tidak menggunakan bahan berbahaya yang bisa mengancam lingkungan.

Baca Juga :  PCR di AWS Samarinda Tunggu Lolos Pemantauan Mutu Kemenkes RI, Agar Bisa Tes Sampel Swab se-Kaltim

“Boleh beraktivitas, tapi harus berizin. Di izin itu yang kami atur. Tidak boleh ada bahan berbahaya. Biar lebih ada keteraturan dari sektor industri,” tegasnya.

Dalam RZWP3K Kaltim, kawasan laut terbagi menjadi 4 kawasan. Kawasan konservasi seluas 658.478,92 hektare, kawasan pemanfaatan umum 3.034.448,65 hektare, alur laut 71.599,75 hektare, dan kawasan strategis nasional tertentu 387.369,04 hektare.

Untuk zona konservasi, seluas 658.478,92 hektare atau 17,48 persen, digunakan untuk konservasi terumbu karang dan hewan mamalia yang dilindungi. Kawasan ini tidak boleh diakses nelayan tradisional.

“Kawasan pemanfaatan umum semua boleh masuk. Kawasan strategis nasional tertentu itu pulau terluar dan perbatasan dengan Negara lain di Maratua dan Sambit,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pemda Tarik Surat Edaran, Warga Balikpapan Diimbau Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Masing-masing

Ragam

Wabah Corona, Bagaimana Nasib Pembangunan IKN?

Ragam

Anggota DPRD Kaltim Ikuti Rapid Test Massal, Ini Salah Satu Hasilnya

Ragam

2400 Kit Rapid Test Disiapkan Dinkes Kaltim, ODP, PDP, dan Keluarga Pasien Positif Covid-19 Jadi Sasaran Prioritas

Ragam

Kondisi Terus Membaik, Pasien Positif Covid-19 Pertama di Kaltim Tunggu Hasil Swab Sebelum Dinyatakan Sembuh

Ragam

Dugaan Pungli di Seleksi CPNS, Aji Syarif Hidayatullah Mantan Kepala BKD Samarinda Akui Pernah Diperiksa Kejaksaan

Ragam

Pejabat Daerah Tak Terima THR, Ini Kemungkinan Jumlah THR yang Diterima Gubernur, Wagub, dan Sekprov Kaltim

Ragam

Tunggu SK Mendagri, Pemprov Kaltim Jadwalkan Pelantikan Kepala Daerah di 17 Februari 2021