Home / Ragam

Senin, 14 Juni 2021 - 16:41 WIB

Pergub 49/2020 Menuai Polemik di DPRD Kaltim, Isran Noor Tanggapi Santai 

Isran Noor, Gubernur Kaltim

Isran Noor, Gubernur Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim, Nomor 49 Tahun 2020, menuai polemik di DPRD Kaltim.

Nyaris seluruh anggota dewan meminta pergub tentang bantuan keuangan itu direvisi.

Pasalnya, dalam Pasal 5 ayat 4 pergub tersebut, termuat bantuan keuangan minimal Rp2,5 miliar per paket kegiatan.

Bahkan, unsur pimpinan DPRD Kaltim dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan Isran Noor, Gubernur Kaltim. Tujuannya meminta penjelasan kepada gubernur terkait Pergub 49/2020.

DPRD akan bernegosiasi agar pergub itu tidak diberlakukan.

“Kami masih berupaya bernegosiasi agar gubernur tidak memberlakukan pergub itu. Kasihan rakyat. Kami akan bicarakan kembali dengan gubernur. Dalam waktu secepatnya lah,” ungkap Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Baca Juga :  Penjelasan Kadisdik Kaltim Soal Mutasi Guru di Paser, Anwar: Kalau Penyegaran Itu Perlu

Sementara itu, Isran Noor, Gubernur Kaltim menanggapi santai terkait terbitnya Pergub 49/2020.

Menurutnya, semakin besar bentuan keuangan yang diusulkan kabupaten/kota, maka semakin baik.

“Bagus kan, makin besar makin bagus,” jawabnya singkat, ditemui Senin (14/6/2021).

Isran menerangkan jika kegiatan yang diusulkan dalam bankeu bernominal kecil (dibawah Rp2,5 miliar) maka hal itu tidak efisien.

“Daripada nanti uangnya kecil-kecil tidak efisien,” sambungnya.

Pemprov Kaltim diketahui telah melakukan efisiensi anggaran sejak 2020 lalu.

Baca Juga :  Begini Keadaan Dua Korban Kecelakaan Tunggal Pickup Terbalik di Suryanata, Korban Sempat Terkapar di Jalan

Namun menurut Mantan Bupati Kutim ini, meski telah melakukan efisiensi, pada tahun 2020 Kaltim masih saja kelebihan belanja hingga Rp1 triliun.

Dirinya menduga kelebihan belanja itu lantaran adanya pos-pos usulan program dengan anggaran kecil dari bantuan keuangan kabupaten/kota.

“Selama ini kita harus melakukan efisiensi. Tahun 2020 saja kita bisa kelebihan belanja sampai Rp1 triliun sebelum-sebelumnya gak pernah,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait dugaan lahirnya Pergub 49/2020 lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengawasi aliran bankeu Kaltim ke daerah, Isran justru berkelakar.

“Gak tahu saya, apa itu KPK?,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Soal Proyek Pembangunan SMK Farmasi di Tenggarong,  DPRD Kaltim Pastikan Tak Ada Masalah

Ragam

Belum Ada Temuan di Kaltim, RSUD AWS Samarinda Siapkan Fasilitas Hadapi Penyebaran COVID-2019

Ragam

Tiga Pasien dari KPU Samarinda Dinyatakan Negatif Covid-19

Ragam

Asik! Kaltim dapat Bantuan APD Lagi dari Pusat, 4 Ribu Cover All dan 20 Ribu Masker

Ragam

Terkait Penataan Aset Daerah, Akademisi Unmul Sebut KPK Datangi Kantor DPD Golkar Kaltim Sudah Tepat 

Ragam

Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz Jalan Pemeriksaan Kesehatan, Ketua KPU Balikpapan: Kamis Hasilnya Sudah Keluar

Ragam

Beredar Kabar Adi Darma Positif Covid-19, Basri Rase: Mohon Doanya

Ragam

Hingga Juni, Kasus DBD Tunjukan Penurunan Kasus di Tahun 2020 Ini, Dinkes Kaltim Ingatkan Budaya 3M Plus