Home / Ragam

Selasa, 19 Oktober 2021 - 15:44 WIB

Perkiraan Pendapatan Kaltim 2022, Pemprov Memproyeksikan Sebesar Rp10,7 Triliun

Muhammad Sa'duddin, Kepala BPKAD Kaltim

Muhammad Sa'duddin, Kepala BPKAD Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kaltim, menggelar rapat lanjutan pembahasan pendapatan daerah di APBD 2022 mendatang.

Proyeksi pendapatan daerah diperkirakan berubah dari dokumen KUA PPAS, yang diserahkan oleh TAPD pada awal September 2021 lalu.

Dalam dokumen KUA PPAS, Pemprov Kaltim memproyeksikan pendapatan daerah 2022 sebesar Rp10,7 triliun.

“Asumsi dari KUA PPAS, kan ada perkembangan ini, Undang-undang APBN sudah ada kan, artinya detailnya sudah ada,” kata Muhammad Sa’duddin, Kepala BPKAD Kaltim.

Sa’duddin, memperkirakan akan ada penurunan proyeksi pendapatan Kaltim pada 2022 mendatang.

Hal tersebut lantaran, Bapenda memperkirakan terjadi penurunan pendapatan asli daerah (DBH), selain itu juga dana transfer pusat juga diproyeksi turun hingga Rp1 triliun.

Baca Juga :  Tunda Pilkada 2020, KPU: Opsi Paling Panjang Tunda Satu Tahun

Diketahui dalam dokumen KUA PPAS, dana transfer pusat yang usulkan sebesar Rp2,6 triliun.

Perkiraan sementara usulan itu bakal turun menjadi Rp1,5 triliun yang disetujui pusat.

“Transfer daerah dari pusat turun sekitar Rp1 triliun. Transfer pusat itu kan kami ajukan, sekarang turun Rp1 triliun. Nanti dirapatkan di hari Kamis itu,” jelas Sa’duddin.

Sementara itu, Seno Aji, Wakil Ketua DPRD Kaltim menegaskan hingga saat ini pihaknya dan TAPD belum mengetahui berapa perkiraan pendapatan Kaltim 2022 mendatang.

Pihaknya di Banggar DPRD Kaltim telah meminta TAPD menghitung detail perubahan proyeksi pendapatan daerah.

Baca Juga :  Tarik Ulur 2 MYC Usulan Pemprov, Sabani Tegaskan Tak Berkaitan dengan Pilkada

Perubahan pendapatan itu akan kembali dibahas dalam rapat lanjutan Banggar dan TAPD pada Kamis (21/10/2021) mendatang.

“Kami meminta detail, dari yang dihitung oleh eksekutif mudah-mudahan hari Kamis sudah ada gambaran,” tegasnya.

“Kami ingin meminta penjelasan penurunannya apa saja, sehingga nanti BPKAD berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan RI,” sambungnya.

Seno berharap tidak ada penurunan pendapatan daerah 2022 mendatang. Target pihaknya meski ada penurunan dari dana transfer bisa ditutupi dengan pendapatan daerah lainnya.

“Kami minta BPKAD memastikan lagi ke kementerian keuangan, ditambah Bapenda memastikan proyeksi pendapatan di APBD 2022,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Sabilal Rasyad Kepala KKP Samarinda Meninggal Dunia, Dirawat Sebagai Pasien Covid-19

Ragam

Kunjungi Muara Wis, Kadinsos Kaltim Bertemu Pendamping PKH

Ragam

Pemprov Minta Perusahaan dan Kab/Kota Siapkan Mobil PCR Bantu Percepat Proses Tracing Covid-19

Ragam

Anggota DPRD Posting Sisi Positif Omnibuslaw, Pokja 30: Itu Menyakiti Perasaan Publik

Ragam

[BREAKING NEWS] Kaltim Tambah 5 Kasus Positif Covid-19 Baru, 4 di Antaranya dari Klaster Ijtima Gowa

Ragam

Jembatan Mahkota II Berdiri Megah, AH Sebut Berpotensi Jadi Tempat Wisata

Ragam

Samarinda Penuhi Syarat WHO Lakukan Adaptasi Kebiasaan Baru, Positive Rate Kota Tepian 1,6 Persen

Ragam

Data Lengkap Update Kasus Covid-19 di Kaltim, Balikpapan Terbanyak, Mahakam Ulu Masih Nol Kasus