Home / Ragam

Kamis, 24 Juni 2021 - 19:51 WIB

Pertimbangkan Kasus Covid-19, Pemkot Samarinda Izinkan Berjualan pada Masa Pembatasan Hanya 27 Pedagang

Rusmadi, Wakil Wali Kota Samarinda/ tribunnews.com

Rusmadi, Wakil Wali Kota Samarinda/ tribunnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pemkot Samarinda berupaya mendengar keluhan pedagang yang berjualan di Tepian Mahakam Samarinda.

Untuk itu dilakukan pertemuan antara Pemkot Samarinda, dipimpin Rusmadi, selau Wakil Wali Kota Samarinda, dan perwakilan pedagang, Kamis (24/6/2021).

Rusmadi menyatakan pihaknya menyetujui dilakukan pengoperasian kegiatan ekonomi di Tepian Mahakam secara terbatas.

Pemkot telah menyiapkan dua segmen di Tepian Mahakam kawasan depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada.

Satu segmen untuk area lesehan, dan satu segmen lainnya untuk tempat berjualan dengan meja.

Total pedagang yang diizinkan berjualan pada masa pembatasan hanya berjumlah 27 pedagang.

“Membatasi jumlah dan ruang yang diizinkan ¬†berdagang di Tepian Mahakam, Jumlah pedagang yang diizinkan totalnya 27 pedagang,” kata Rusmadi, ditemui Kamis (24/6/2021).

Baca Juga :  Pemkot Samarinda Rencanakan Sistem Parkir Barrier Gate di Taman Buah untuk Cegah Pungli Parkir

Tidak serta merta langsung membuka dagangannya. Pemkot Samarinda dan pedagang sepakat melakukan simulasi pembukaan tebatas pada Jumat (2/7/2021) pekan depan.

Saat simulasi akan ditempatkan sejumlah aparat keamanan, guna memastikan tidak ada pengumbulan orang dalam jumlah besar.

“Saat dilakukan simulasi nanti petugas akan turun memastikan pedagang tidak lebih dari 27, dan tidak ada kerumunan warga di sana,” jelasnya.

Meski kegiatan ekonomi di Tepian Mahakam akan dibuka kembali secara terbatas, namun Rusmadi, menegaskan kepastian pembukaan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Tepian.

Pasalnya dalam tiga hari terakhir, kasus positif baru bergerak naik. Dikhawatirkan, Tepian Mahakam menjadi tempat penularan yang masif.

Baca Juga :  Ketua Yayasan Untag Dayang Donna Faroek Masuk Tim Transisi IKN, Diminta Melakukan Pengembangan UMKM

“Dalam suasana Covid-19, kami tentu melihatnya kondisional. Jika situasinya berisiko tinggi, tidak kami izinkan untuk beroperasi,” tegasnya.

Bahkan adanya indikasi bahwa virus corona varian Delta, telah menulari warga Samarinda. Kondisi ini tentu sangat berbahaya.

Mengingat virus varian Delta, menyebar lebih cepat dari virus biasa. Terlebih Delta menyebar lebih cepat ke remaja dan anak-anak.

Untuk itu, Pemkot Samarinda masih akan melihat perkembangan kasus dalam sepekan ke depan.

“Minggu depan juga belum pasti dibuka. Walau pun pedagang siap membuka tapi kondisinya tidak memungkinkan maka tidak diizinkan. Harus realistis lah ya, Satgas juga akan memberikan pertimbangan,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Jenazah ABK KM Bunga Lestari Kembali Menghilang Usai Sempat Muncul ke Permukaan, Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Proses Pencarian

Ragam

Bantah Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Ngabalin Sebut Pemilu Tetap Digelar 2024

Ragam

Kemeriahan Festival Mahakam Berlanjut, Tampak Keceriaan Muda-mudi Sedang Beradu Kemampuan Tari Kreasi Pesisir

Ragam

Soal Edy Mulyadi Diduga Menyinggung Kalimantan, Pemprov Kaltim Minta Warga Tidak Terprovokasi

Ragam

Kementerian PUPR Tinjau Dua Lokasi Isoter di Kaltim, Lakukan Audit Building dan Penyiapan Fasilitas

Ragam

Polisi Lakukan Rapid Test dan Tes Urin ke 12 Pendemo Tolak Pengesahaan UU Cipta Kerja

Ragam

Kuliah di Masa Pandemi Covid-19, UKT Dianggap Memberatkan, Mahasiswa Geruduk Rektorat Unmul

Ragam

Rekor Terbanyak, Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kaltim Tambah 71 Kasus, Sebagian Besar Pekerja Perusahaan