Home / Ragam

Kamis, 1 Juli 2021 - 19:09 WIB

Perusahaan Media di Samarinda Tunggak Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan Total Lebih Rp 168 Juta, Pengawas: Mungkin Sudah Melebihi Angka Itu

Ilustrasi kantor BPJS Ketenagakerjaan/ IST

Ilustrasi kantor BPJS Ketenagakerjaan/ IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda membenarkan adanya tunggakan pembayaran iuran BPJS oleh perusahaan media Samarinda Televisi (STV).

Hal ini merespon pertanyaan awak media, mengenai informasi kisaran tunggakan sebesar Rp 168.413.157,- yang beredar di media sosial Facebook.

Agung Adi Suito bersama Noviyanti Pengawas Pemeriksa BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan, kisaran nominal tunggakan iuran menembus angka tersebut.

“Saya sampaikan disini benar STV memang terdaftar dan statusnya benar iurannya ada tertunggak. Kalau pastinya mungkin sudah melebihi angka itu, karena ini sudah masuk bulan Juli,” ujarnya saat ditemui awak media di kantor BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (1/7/2021), dikutip dari Diksi.co

Berdasarkan data, Agung sapaanya mengungkapkan, jumlah tenaga kerja terakhir yang dilaporkan sebanyak 24 orang, pembayaran iuran terakhir dilakukan pihak perusahaan STV pada Februari 2019.

Baca Juga :  Hujan Lebat di Samarinda, Satu Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

“Kalau kita liat kartu iurannya, STV itu di Februari ada melakukan proses pembayaran terakhir di Januari 2021, setelah itu tidak ada pembayaran lagi,” ungkapnya, seperti dikutip dari Diksi.co

Pihaknya juga telah melakukan proses sesuai prosedur dengan mengirimkan surat tunggakan iuran kepada pihak perusahaan.

“Kita sempat surati pada 6 April 2021, surat pemberitahuan penunggakan iuran, dan itu diakui disini perusahaan melakukan penunggakan iuran sejak bulan 3 tahun 2019, artinya datanya sudah sesuai dan perusahaan mengakui,” terangnya.

Sementara disinggung mengenai langkah hukum Agung menjelaskan, berdasarkan Perpres 85 tentang hubungan antar lembaga maka BPJS Ketenagakerjaan diperkenankan meminta bantuan kepada aparat penegak hukum.

“Seperti Dinas Tenaga Kerja bidang pengawasan, Kejaksaan, atau pihak kepolisian,” ucapnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, 1898 Tenaga Medis di Balikpapan Akan Diberikan BPJS Ketenagakarjaan

Melihat lamanya waktu penunggakan iuran, Agung tak menampik jika pihaknya kemungkinan akan melakukan pelimpahan kuasa ke pihak Kejaksaan Negeri Kota Samarinda.

“Pertama, tunggakannya sudah sekian lama. Ternyata juga suratnya belum ditindaklanjuti positif, karena disebutkan disini batas waktunya setelah Idulfitri, tapi sampai bulan Juni ini belum ada feedback positif dari mereka,” ujarnya.

Sementara dikonfirmasi, pihak perusahaan media STV melalui Achmad Ridwan, Pemimpin Redaksi STV enggan berkomentar. Dirinya mengundang awak media untuk bertemu di kantor dikarenakan kondisi kesehatannya sedang menurun.

“Kalau mau jelas, nanti ketemu saja mas di kantor saya. Senin Insha Allah, karena saya masih sakit, bed rest di rumah,” jawabnya singkat melalui pesan singkat Whatsapp. (*)

 

Share :

Berita Terkait

Ragam

Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama, Jusuf Kalla Diusulkan Ikut Jadi Calon Ketum PBNU

Ragam

Dokumen Berisi Daftar Diduga 14 Warga Kaltim di Natuna Tersebar di Grup WhatsApp

Ragam

Dua Hari Dinyatakan Hilang Tenggalam, Jenazah Gusti Ditemukan Mengapung 100 Meter dari Lokasi Tenggelam

Ragam

Dugaan Pegawai BPD Bankaltimtara Meninggal Akibat Covid-19, Dinkes Samarinda Mengaku Belum Dapat Laporan

Ragam

Belum Penuhi Syarat, Usulan Dishub Kaltim Pembangunan 3 Terminal dan Bandara Paser Batal Digarap Tahun 2022  

Ragam

Tahapan Seleksi 7 Jabatan di Pemprov Kaltim, Pekan Ini Presentasi Masalah dan Wawancara di BKD

Ragam

Berkunjung ke Kaltim, Menko Luhut Binsar Pandjaitan Dijadwalkan Kunjungi IKN Rabu Besok

Ragam

Usai Permendikbud 30 Dirilis, Laporan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Mulai Bermunculan