Home / Ragam

Rabu, 22 Desember 2021 - 13:39 WIB

Pesawat Malaysia MH370 Jatuh Dihutan Kamboja, Benarkah?

ilustrasi gambar pesawat Malaysia / liputan6.com

ilustrasi gambar pesawat Malaysia / liputan6.com

Kaltimminiutes.co – Hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar. Atas hilangnya pesat ini, berbagai spekulasi pun berkembang.

Diketahui sebelum hilang MH370 melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Beijing, China ini.

Selama ini sejumlah spekulasi berkembang di antaranya pesawat Malaysia Airlines  jatuh ke dalam laut. Potongan-potongan puing pesawat ditemukan di sepanjang pantai di wilayah tersebut, yang menunjukkan bahwa pesawat mungkin tidak jatuh di tanah keras.

Namun dugaan lain muncul dari Andre Milne dari Unicorn Aerospace dan timnya yang menemukan objek yang diduga MH370. Menurut penyidikan dia mengatakan menemukan citra satelit pesawat MH370 di dalam hutan Kamboja.

Dilansir express.co.uk, pesawat MH370 menghilang dari radar pada 8 Maret 2014, tidak lama setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Dia mengatakan kepada Express.co.uk bahwa dia melakukan referensi silang gambar dengan kontaknya di Pentagon AS dan Gedung Putih. Awalnya dia bermaksud meluncurkan misi pengintaian helikopter pada awal tahun depan.

Baca Juga :  Kejang-kejang Dikira Gejala Covid-19, Ternyata Enam Anjal Lagi Pesta Lem di Kolong Jembatan

Komunike terakhir awak Malaysia Airlines MH370 direkam di atas Laut Cina Selatan, sekitar 38 menit setelah lepas landas.

Tak lama setelah itu, pengendali lalu lintas udara kehilangan jejak pesawat. Namun sekitar satu jam masih bisa dilacak oleh radar militer.

Data radar menunjukkan pesawat menyimpang dari rute yang direncanakan dan menghilang sekitar 200 mil laut barat laut Pulau Penang, Malaysia.

Andre Milne mengatakan bahwa kemungkinan pesawat MH370 jatuh di atas Kamboja yang terletak di laut timur Malaysia, antara Thailand dan Vietnam.

Andre Milne percaya pesawat kemungkinan jatuh di atas Kamboja, yang terletak di timur laut Malaysia, di antara Thailand dan Vietnam. Dugaan ini muncul setelah beberapa bukti muncul menunjukkan bahwa pesawat yang hilang itu terakhir kali di-ping ke seluruh negeri. Informasi itu awalnya diabaikan.

Menurut Milne, ia mengirimkan dua tim ke Kamboja. Setelah berbulan-bulan direncanakan, mereka pergi ke hutan Kamboja dan menetapkan lokasi kecelakaan “Lokasinya hampir tidak mungkin dicapai dengan berjalan kaki. Kemudian dikirim drone pengintai untuk mengkonfirmasi keadaan lokasi kecelakaan yang sekarang sudah ditumbuhi vegetasi hutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Update Kasus Covid-19 Kaltim Per 18 Mei 2020: Ada Tambahan 1 Kasus Positif dari Balikpapan, dan Kabar Baik 10 Kasus Pasien Sembuh

Untuk mencapai lokasi tersebut, satu-satunya cara adalah dengan menggunakan helikopter pengintai. Ia juga kan meminta bantuan tim dari beberapa negara seperti China, Rusia serta Amerika untuk penginderaan jarak jauh.

“Saya ingat bahwa sinyal terakhir yang sebenarnya diterima dari MH370 ke Kontrol Operasi Malaysia sebenarnya dari Kamboja. Sinyal itu secara keliru diabaikan karena dugaan data Samudera Hindia Selatan Inmarsat dianggap lebih dapat diandalkan. Kita semua tahu sekarang bagaimana misi pencarian MH370 berakhir, namun gagal total.”

Menurut penyidik, yang membandingkan gambar yang dibagikan sebelum dan sesudah hilangnya pesawat MH370. Menurunya dari perbandingan itu akan mengungkapkan sesuatu didalam hutan.

Gambar lain yang dibagikan, seperti menunjukkan tata letak Boeing 777 dengan skala 1:1. Gambar itu cocok dengan ukuran skala Malaysia Flight MH370. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Wah, Warga Malaysia Sudah Bisa Tes Covid-19 Sendiri di Rumah

Ragam

Temukan Cairan Hitam di Saluran Pernapasan Korban Kebakaran, Dokter Forensik: Para Korban Tewas Keracunan Asap

Ragam

Kebakaran di Lempake Samarinda, Polisi Agendakan Olah TKP

Ragam

Tak Terlihat Beraktivitas di Lingkungan Tinggal, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia

Ragam

Usai Diresmikan, Wali Kota Samarinda Berharap Posbindu Masjid Agung Pelita Dapat Bersinergi dengan Program Pemerintah 

Ragam

Hadiri Panggilan KPK, Andi Arief Mengaku Dikonfirmasi Terkait Musda Demokrat

Ragam

Warga Balikpapan yang Ingin Lakukan Rapid Test Mandiri di Faskes, Ini Rincian Biayanya

Ragam

Tolak Wacana Penundaan Pemilu, Koalisi Rakyat Lawan Oligarki Gelar Diskusi