Home / Ragam

Minggu, 5 September 2021 - 18:16 WIB

Polisi Dalami Dugaan Pencabulan yang Ayahnya Dilaporkan Dugaan Penganiayaan

Kaltimminutes.co, Samarinda -Masih ingat dengan dugaan pencabulan yang mana ayah korbannya malah diadukan atas dugaan kasus penganiayaan. Kini kasus tersebut masih didalami oleh kepolisian.

Meski kedua belah pihak saling mengadu, rupanya kepolisian kini sedang berfokus untuk mendalami kasus pencabulan.

Saksi-saksi tambahan untuk menguatkan ada tidaknya tindakan asusila yang terjadi kini tengah didalami. Sebab, dari tindakan tak senonoh yang terjadi pada 15 Juli lalu itu diketahui masih minim saksi.

“Intinya saya dalami dulu yang masalah pencabulan, karena apa, kalau pencabulan korban dan pelaku saja yang tahu, makanya dikuatkan dulu saksinya,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena, Minggu (5/9/2021).

Terkait aduan terduga kasus pencabulan, Andika menjelaskan jika laporan itu telah diterimanya. Namun, pihaknya masih akan berfokus pada kasus dugaan pencabulan dahulu.

“Itukan awalnya bapaknya marah terus memukul. Ada juga masuk laporannya, tapi ini kan penganiayaan ringan, bukan berat. Intinya fokus ke pencabulan. Tidak mengarah kemana-mana dulu, pembuktiannya harus jelas dulu,” terangnya.

Hasil visum yang biasanya digunakan sebagai alat bukti tindak amoral rupanya tidak bisa digunakan. Sebab, pelaku tidak melakukan hal rudapaksa.

Baca Juga :  Khusus Guru dan Tenaga Kesehatan, Kaltim Dapat Jatah 2.143 Formasi CPNS Tahun 2021

“Korban ini saat itu dicabulinya kan dibelai dan dicium tidak sampai melakukan perbuatan lainnya, makanya kami dalami dari saksi. Kami juga minta pendamping psikologis dari TP2A untuk korban,”

Diwartakan sebelumnya, kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Tepian. Kali ini dialami MS 9 tahun, warga di Kecamatan Sungai Kunjang.

Tindak asusila yang diduga dilakukan pelaku berinisial AS (41) ini terjadi pada 15 Juli 2021 lalu. Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda.

Informasi dihimpun, AS yang kala itu diberi tugas menjaga rumah milik keluarganya. Korban yang penasaran ingin melihat kolam berenang yang terletak didalam rumah itu kemudian mendatangi Pria 41 tahun tersebut. Singkatnya, AS kemudian mengajak korban untuk menunjukkan yang dipintakannya.

Namun saat sedang melihat-lihat kolam renang, AS tiba-tiba menyergap tubuh MS dari arah belakang. Tindakan tak senonoh dilakukan dengan cara mencium bibir dan meremas bagian dada. Setelah melakukan perbuatan bejatnya itu, korban pulang dalam keadaan menangis melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Baca Juga :  Update Terbaru Kasus Dugaan Cek Kosong, Penyidik Agendakan Pemanggilan Ulang untuk Konfrontir Keterangan Pelapor dan Terlapor 

Mengetahui sang anak telah dicabuli, ayah korban kemudian mendatangi AS sesuai petunjuk anaknya. Lantaran tak mengakui perbuatannya ketika ditanya berulang kali. Ayah korban naik pitam lantas memberikan bogem mentah tepat di wajah AS.

AS sebenarnya sempat melakukan serangan balasan, namun kalah kekuatan dengan ayah korban. Tak terima dihajar, AS lantas membuat laporan penganiayaan ke Polsek Sungai Kunjang.

Kepada polisi, ayah korban menyampaikan kalau anaknya telah dicabuli AS. Namun ketika polisi mengkonfirmasi peryataan itu ke AS, kembali tak mau mengakuinya.

Dirinya yang merupakan tetangga korban bersama warga lainnya kemudian membuat laporan secara resmi ke Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda pada 16 Juli, sehari pasca kejadian.

Keesokan harinya, 17 Juli 2021, pihaknya mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), bahwa telah didapati penyidik dan akan diupayakan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, mengenai kasus pelaporan penganiayaan yang ditujukan ke ayah korban, serta dugaan pencabulan yang dilakukan AS sama-sama sedang berproses di kepolisian. Ia berharap agar kasus pencabulan ini segera mendapatkan titik terang dari hasil penyelidikan. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Arab Saudi Setop Umrah Gegara Corona, Kemenag Kaltim Sampaikan Ini

Ragam

21 Tenaga Medis di RSUD AWS Terjangkit Corona, Layanan Rumah Sakit Dibatasi

Ragam

Kabar Duka, Tenaga Kesehatan di RSUD AWS Meninggal Dunia dengan Status Probable, Swab PCR Masih Berproses

Ragam

Tak Ingin Ada Korban Lagi, BPJN Segera Tangani Jalan PM Noor Samarinda

Ragam

Polisi Lakukan Rapid Test dan Tes Urin ke 12 Pendemo Tolak Pengesahaan UU Cipta Kerja
Warga terlihat membuka jalan baru menghindari jalan aspal yang ditutup menggunakan palang kayu

Ragam

Warga Masih Ngeyel Lewat Jalan yang Sudah Tutup Pakai Water Barrier dan Pagar Kawat, Imbauan Dilarang Lewat Karena Corona Tak Diperhatikan

Ragam

Peringatan Hari Anti Korupsi, Kejari Samarinda Rilis Penanganan Kasus Tahunan

Ragam

Langgar Protokol Kesehatan, 34 Kafe di Citra Niaga Ditutup