Home / Ragam

Rabu, 14 Juli 2021 - 19:42 WIB

Posko Penyekatan Diperketat, Tak Bawa Persyaratan Lengkap Masuk Samarinda Diputar Balik Petugas

Petugas gabungan di posko penyekatan Samarinda menghalau lajur arus lalu lintas guna antisipasi lonjakan kasus pandemi/VONIS.ID

Petugas gabungan di posko penyekatan Samarinda menghalau lajur arus lalu lintas guna antisipasi lonjakan kasus pandemi/VONIS.ID

Kaltimminutes.co, Samarinda – Perpanjangan kegiatan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Kota Tepian yang berlangsung hingga Selasa (20/7/2021) pekan depan masih menunggu hasil rapat lanjutan.

Pasalnya, PPKM di sejumlah wilayah lainnya saat ini telah diumumkan akan diperpanjang hingga enam pekan lamanya.

Semisal di Jakarta. Namun hal itu masih belum dipastikan pemberlakuannya di Kota Tepian.

“Ada perpanjangan atau tidak nantinya kita (Forkopimda) pasti rapat dulu. Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) rapat lagi untuk kelanjutannya,” ucap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Wakapolresta, AKBP Eko Budiarto, Rabu (14/7/2021) sore tadi.

Lanjut Eko, Perpanjangan PPKM saat ini tak serta-merta harus merata seperti wilayah lainnya.

Baca Juga :  Jelang Pilwali Samarinda, Barkati-Darlis Kantongi SK PAN, Partai Lain dalam Proses

Terlebih mengingat Ibu Kota Kaltim ini tak masuk daftar 43 kabupaten/kota yang wajib melaksanakan PPKM Darurat.

Kendati demikian, antisipasi lonjakan kasus pandemi juga terus diupayakan.

Seperti mempertebal personel jaga di empat titik posko penyekatan, serta memutar balik kendaraan tujuan Samarinda yang tak bisa melengkapi persyaratan.

“Yang diputar balik sudah ada beberapa. Masyarakat dari Balikpapan ke Samarinda ada yang diputar balik karena tidak ada kelengkapan dan tidak mau di swab juga,” tegas polisi berpangkat melati dua ini.

Sikap tegas memutar balik kendaraan tujuan Samarinda ini, kata Eko adalah langkah taktis yang harus diambil petugas posko penyekatan.

Sebab cara ini adalah salah satu langkah yang dipilih untuk mendisiplinkan masyarakat ditengah gempuran wabah yang masih meradang.

Baca Juga :  Samarinda Borong 7 Panji Penghargaan, Andi Harun Sebut Ini Menjadi Motivasi Kepada Pemkot

“Kalau mau melintas minimal ada sertifikat vaksinnya. Kalau ada antigen syukur. Kalau engga ada antigen nanti kami antigen di lokasi di pos penyekatan. Kalau tidak ada semua dan tidak mau di antigen yang harus diputar balik,” bebernya.

Antisipasi sebaran wabah pandemi di Kota Tepian memang harus terus ditingkatkan, sebab mengingat jika Samarinda yang dikelilingi wilayah kasus terkonfirmasi Covid-19 tinggi.

Seperti, Berau, Balikpapan, Bontang dan Kukar.

“Kalau untuk penambahan personel, saya rasa kamo sudah full power. Baik dari instansi pemerintahan dan TNI Polri,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Ada Kebocoran Data Negara, Mahfud MD Sebut Bukan Dokumen Rahasia

Ragam

20 Anak Buah Kapal Vietnam Dinyatakan Negatif Covid-19, Status Karantina Kapal Dicabut

Ragam

Satgas Covid-19 Beri Aturan Kegiatan Skala Besar, Dinkes Balikpapan: Seluruh Peserta Harus Sudah Vaksin Booster

Ragam

Gantikan Kesempatan Liburan yang Sempat Tertunda, Warga Padati Sejumlah Tempat Wisata Pantai di Balikpapan

Ragam

Pemkot Samarinda Rencanakan Dua Proyek MYC, Pembangunan Terowongan dan Pembangunan Pintu Air Karang Mumus

Ragam

Pasien Dirawat 803 Orang, Samarinda Jadi Daerah Pasien Covid-19 Terbesar di Kaltim

Ragam

Lindungi Anak dari Pengaruh Buruk Teknologi, Rinda Wahyuni Gencarkan Sosialisasi Gerakan 1821

Ragam

Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Longsor, Sejumlah Rumah Warga di PurbaIingga Roboh