Home / Ragam

Selasa, 21 April 2020 - 15:32 WIB

Pria Bertato Timpas Pemilik Warnet Hingga Kritis, Alasannya Karena Tak Terima Ditegur Korban

Kaltimminutes.co, Samarinda – Keluar masuk bui tak membuat Kevin Charmeling (39) jera dari jeratan hukum. Kembali berurusan dengan aparat penegak hukum, pria dengan tato di sekujur tubuhnya ini terlibat kasus penganiayaan berat kepada Apriliansyah (25) di Jalan Tarmidi, No. 14A, RT 02, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota pada Selasa (21/4/2020) pukul 01.10 Wita dini hari.

Dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis parang dengan bilah sekira 30-50 sentimeter, Kevin menghujamkannya sebanyak empat kali yang mengenai bagian kepala, tangan, lengan dan paha kiri Apriliansyah. Walhasil, akibat serangan brutal tersebut seketika Apriliansyah tersungkur dan bermandikan darah. Sementara Kevin langsung melarikan diri dan membuang barang bukti yang digunakannya ke aliran Sungai Karang Mumus. Empat jam berselang, Kevin berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Kota dengan dihadiahi dua timah panah di kaki depannya.

Informasi dihimpun, kejadian bermula saat Kevin datang ke kediaman Apriliansyah yang juga sebagai warung internet (Warnet) untuk mencari rekannya. Namun keadaan warnet kala itu kosong, dan hanya ada satu bilik meja yang diisi oleh seorang bocah. Kala itu, Kevin tengah dipengaruhi alkohol. Si bocah kala itu dikabarkan membuat suaea berisik yang seketika memantik amarah Kevin dan si bocah pun sempat menerima beberapa bogem mentah dari pelaku.

Baca Juga :  Vaksinasi Digelar Pekan Ini, 38 Ribu Vaksin Mulai Didistribusikan ke 8 Kabupaten/kota

Melihat hal tersebut, Apriliansyah selaku penjaga dan pemilik warnet langsung melerai dan meminta Kevin untuk pergi. Tak terima dengan perlakuan itu, Kevin sempat mengagungkan badik kecil yang selalu di bawanya dan mengancam kepada Apriliansyah. Setelah pergi meninggalkan warnet, rupanya Kevin kembali bertandang dengan membawa parangnya.

Tanpa aba-aba, Kevin dari bagian belakang sebelah kiri langsung menghujamkan tebasan parangnya sebanyak empat kali. Setelah itu, pelaku yang melarikan diri berhasil diamankan dikediaman keluargnya di Jalan Revolusi, Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang. Saat dijumpai awak media, Kevin mengaku kalau saat itu ia memang tengah berada di dalam pengaruh minuman keras.

“Iya,” singkat Kevin dengan nada ketus.

“Tidak kenal,” sambung Kevin menyebut dirinya tak mengenal Apriliansyah dan tak sedikitpun memiliki dendam pribadi sebelumnya.

Baca Juga :  Akan Diperiksa, Bawaslu Temukan 50an KTP ASN di Dukungan Calon Perseorangan

Setelah melakukan penimpasan terhadap korban, Kevin langsung melarikan diri dan berhasil diamankan dikediaman keluarganya di Jalan Revolusi, Kelurahan Loa Bahu, Sungai Kunjang di hari yang sama, tepatnya sekitar pukul 05.00 Wita.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Iptu Abdillah Dalimunthe mengatakan kalau tindakan tegas yang diambil pihak kepolisian dengan melubangi kedua kaki Kevin, lantaran pelaku saat diamankan coba melakukan perlawanan hingga berupaya melarikan diri.

“Saat pelaku (Kevin) kami giring untuk mencari barang buktinya (parang), dia coba melarikan diri dan terpaksa kami ambil tindakan tegas terukur,” tegas polisi berpangkat balok dua ini.

Akibat perbuatannya, Kevin kini terancam Pasal 351 ayat (2) dengan ancaman sekitar 5 tahun kurungan. Sedangkan kondisi korban, sambung Dalimunthe, saat ini masih berada dalam penanganan medis.

“Untuk kondisi korban sendiri saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit (RSUD AW Sjahranie) dan kondisinya dikabarkan kritis,” tutupnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Muspandi Anggota DPRD Kaltim Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di ICU Ruang Tulip, Status Pasien Covid-19

Ragam

Waduh!!! Di Samarinda Ada Pematangan Lahan Belum Kantongi Izin Lingkungan, Komisi III Angkat Bicara

Ragam

Cegah Tindak Kriminal saat Pandemi, Brimob Balikpapan Gencarkan Patroli di Jam Rawan

Ragam

Galau Sanksi di Pembatasan Sosial, Pasar Ramadan di Jalan Lambung Mangkurat Masih Ramai

Ragam

Tugas Pjs Hanya di Masa Kampanye, Diharap Bantu Jaga Netralitas ASN di Pilkada

Ragam

RS SMC Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Protokol Kesehatan Ketat Diberlakukan

Ragam

Tambahan Waktu 50 Hari Pembangunan BPKAD Kaltim Sesuai Aturan, Denda Kontraktor Waktu Masuk APBD Kaltim

Ragam

Pedagang di Pasar Pagi Dapat Vaksin, Wali Kota Andi Harun Berharap Ekonomi Tetap Berjalan