Home / Ragam

Jumat, 11 Desember 2020 - 20:33 WIB

Pria di Samarinda Ditemukan Gantung Diri di Kontrakan, Dikenal Jarang Bergaul ke Warga Sekitar

FOTO : Tim gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah Ulil yang ditemukan tewas tergantung di simpulan kain seprai

FOTO : Tim gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah Ulil yang ditemukan tewas tergantung di simpulan kain seprai

Kaltimminutes.co, Samarinda

Kerumunan warga terlihat panik dan histeris pada Jumat (11/12/2020) sore tadi, tepatnya di Jalan Ulin, Gang III,  LRT 29, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang.  Kegaduhan tersebut disebabkan penemuan jenazah seorang pria bernama Nuril alias Ulil yang tewas gantung diri di dalam sebuah hunian kontrakan.

Informasi diterima, pria berperawakan kurus itu di tewas di sebuah simpulan kain seprai berwarna merah muda yang terikat di pelapon rumah kontrakannya dengan ketinggian sekira dua meter.

Ulil ditemukan dengan dengan keadaan tak mengenakan baju dan memakai celana jeans biru, dengan tato yang nampak di bagian lengan kanannya.

Menurut keterangan Ketua RT 29 bernama Nur Kasan (61) kalau sosok Ulil kurang begitu ia kenal. Sebab selama menghuni, Ulil tak pernah melaporkan keberadaannya kepada petugas setempat.

“Awalnya saya tidak tahu, cuman ada warga yang melapor ada orang gantung diri. Pas saya ke sini, saya tidak kenal. Saya langsung hubungi pihak kepolisian,” tutur Kasan.

Baca Juga :  Total 3.145 Kasus, Kaltim Tempati Posisi 12 Daerah dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Disinggung lebih jauh mengenai hunian kontrakan tersebut, Kasan mengaku kalau ia pernah mendapat laporan warga sekitar kalau rumah itu kerap dijadikan tempat berkumpul orang tak dikenal.

Ketika Kasan ingin menegur dan melintas di depan rumah kontrakan itu, ia mengaku kalau disaat yang bersamaan orang-orang yang berkumpul itu langsung membubarkan diri.

“Dugaannya sering dijadikan tempat buat pesta narkoba. Tapi itu laporan warga. Yang saya tahu memang kalau malam orang sering keluar masuk situ,” imbuhnya.

Dirinya pun tak bisa merinci berapa lama pria yang ditemukan gantung diri ini tinggal di kontrakan tersebut.

“Kalau diingat-ingat sekitar tiga mingguan lalu, pemilik kontrakan juga tidak jelas, sering ganti-ganti kepemilikan, alasannya karena rumah warisan,” tegasnya.

Tak lama berselang, pihak berwajib dari Unit Inafis Polresta Samarinda bersama Polsek Sungai Kunjang dan rekanan relawan tiba di lokasi kejadian. Pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap pun dikenakan untuk melakukan evakuasi jenazah Ulil.

Baca Juga :  Gelontorkan Anggaran Covid-19 Rp 40 Miliar, Pemkot Samarinda Akan Salurkan Bantuan ke Masyarakat

Jalannya evakuasi tidak banyak kendala, tetapi relawan Inafis harus menaiki dinding sekat rumah kontrakan tersebut untuk memutus kain seprai yang digunakan pria tersebut menggantung tubuhnya.

Sementara itu Babinsa Kelurahan Karang Anyar, Serda Mahyuni membenarkan, bahwa telah ditemukan jasad seorang pria tergantung dirumah kontrakan yang tak jauh dari gerbang Gang III RT 29.

Jasad Ulil dievakuasi oleh Inafis Polresta Samarinda dan Relawan Inafis, usai sprei yang tergantung pada tubuh pria ini dipotong menggunakan gergaji.

Lalu mulai memasukannya pada kantong jenazah, dan segera dilarikan ke RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan.

“Jenazah sudah di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami pun masih menunggu hasilnya untuk memastikan kematian jenazah,” pungkas Purwanto. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Saat Pelantikan Kepala Daerah, Isran Tegaskan Bupati/Wali Kota Bukan Bawahan Gubernur, Boleh Berikan Kritik

Ragam

Progres Vaksinasi Covid-19 di Kaltim Sentuh 92 Persen, Peringat ke 7 Tertinggi di Indonesia

Ragam

Fokus Penanganan Longsor di Bawah Jembatan Mahkota II, Proyek IPA Kalhol Dihentikan Sementara

Ragam

Update Covid-19 Kaltim: Pasien Positif Tambah 10 Kasus, 1 Pasien Meninggal di Balikpapan

Ragam

Soal Proyek Pembangunan di Kukar, Kasi Penkum Kejati Kaltim Akhirnya Buka Suara

Ragam

Bahaya Covid-19 Saat Banjir, Droplet Masih Mungkin Ikut Terbawa Oleh Material Saat Banjir, Ini Kata Kadinkes Kaltim

Ragam

Berbeda Dengan Data Nasional, Diskes Kaltim Sebut Jumlah Pasien Positif Corona di Kaltim Berjumlah Sembilan Orang

Ragam

Segera Terapkan Sekolah Tatap Muka, Kadisdik Samarinda Ungkap Kesiapan Sekolah