Home / Ragam

Selasa, 14 September 2021 - 20:45 WIB

Proyek RS Korpri Pemprov Kaltim Hilangkan Kawasan Resapan Air, Mujianto: Rakyat Samarinda Dirugikan

Mujianto, Anggota Komisi III DPRD Samarinda/ IST

Mujianto, Anggota Komisi III DPRD Samarinda/ IST

Kaltimminutes.co, Samarinda –  Rencana Pemprov Kaltim membangun RS Korpri di Komplek GOR Madya Sempaja, khususnya di sebelah Hotel Atlet mendapat respon negatif dari Komisi III DPRD Samarinda.

Mujianto, Anggota Komisi III DPRD Samarinda menilai proyek ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda.

“Kita (Samarinda) punya Perda RTRW, jelas di Sempaja itu kawasan resapan air, jadi jelas melanggar kalau ada pembangunan,” ujar Mujianto.

Mengacu pada Perda RTRW Samarinda nomor 2 tahun 2014, pasal 37 poin 2, kawasan sempaja sejak 2014 hingga 2034 merupakan kawasan rawan banjir dan resapan air.

Baca Juga :  3 Sekolah dan 4 Pesantren di Balikpapan Tetap Laksanakan Belajar Tatap Muka, Signal Internet Buruk Jadi Alasan

Politisi Gerindra ini meminta agar Pemprov Kaltim meninjau kembali rencana pembangunan yang akan mengurangi kawasan resapan air di Samarinda ini.

“Kawasan resapan air di Samarinda ini sudah berkurang, jadi jangan dikurangi lagi, terlebih jika melanggar aturan. Tinjau kembali dong programnya, jangan sampai program yang baik tapi menimbulkan dampak buruk bagi Samarinda,” lanjutnya.

DPRD Samarinda mengaku siap bersama Pemkot Samarinda untuk mempertahankan kawasan resapan air guna menanggulangi persoalan banjir di Samarinda.

Baca Juga :  Jalan PM Noor Kerap Makan Korban Jiwa, Andi Harun: Segera Ditindak Lanjuti

“Semangat kita (DPRD) sejalan dengan Pak Wali Kota untuk mempertahankan, hingga menambah kawasan resapan air. Kadi tidak mungkin kami biarkan kawasan resapan air yang sudah ada malah digantikan bangunan,” tegasnya.

Rencana pembangunan ini juga dianggap merugikan masyarakat Samarinda, mengingat Sempaja merupakan kawasan yang acap kali dilanda banjir.

“Yang ada sekarang aja masih banjir, kita sedang mengupayakan penanganan lebih lanjut. Jadi jangan ada pembangunan disana, masyarakat akan dirugikan,” pungkas Mujianto. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Dinas PUPR Samarinda Bahas Rencana Bangun Dua Kolam Retensi, Anggaran Sementara Capai Rp 5 Miliar

Ragam

Bingung Jualan Enggak Laku? Lakukan Tips Ini Agar Dagangan Laris Manis

Ragam

Hadi Mulyadi dan Istri Dinyatakan Sebuh dari Covid-19, Usai Jalani Isolasi Mandiri

Ragam

Menurun Lagi, Berikut Update Terbaru Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan

Ragam

Kasus Komunikasi Kemhan Masih Terus Diusut Kejaksaan Agung, Panglima TNI Jenderal Andika hingga Mahfud MD Angkat Bicara

Ragam

Dinilai Cacat Prosedural, Koalisi Masyarakat Kaltim Lakukan Aksi Penolakan UU IKN

Ragam

Hadiri Panen Padi di Makroman, Wali Kota Andi Harun Beri Solusi Drainase ke Warga

Ragam

Tanggapi Gugatan Terkait Presidential Threshold, Puan Maharani Tegaskan UU Pemilu Sudah Final