Home / Ragam

Minggu, 5 April 2020 - 20:11 WIB

Pusat Salah Input Data, Penambahan Kasus Positif Cuma Ada Satu Tambahan di Kaltim, Ini Kronologinya

Andi M. Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim

Andi M. Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Terjadi salah input data oleh petugas Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI, yang mendata penambahan kasus konfirmasi positif di Kaltim berjumlah 6 orang pasien.

Data inipun lalu diklarifikasi oleh Andi M. Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, melalui rilis media melalui aplikasi Zoom.

Jadi kami tadi mengklarifikasi ke pusat. Ada kesalahan input data dari Kemenkes RI, sudah diperbaiki. Ada input yang harusnya negatif tapi dimasukan positif,” kata Andi, Minggu (5/4/2020).

Berikut kronologi dan riwayat perjalanan pasien positif Covid-19, terbaru di Samarinda:

SMR 4
Laki-laki, berusia 45 tahun. Merupakan pelaku  perjalanan ke Jakarta dan Bogor.

9 Maret, yang bersangkutan berangkat ke Jakarta melalui Bandara APT Pranoto Samarinda.

Baca Juga :  Kabar Duka!! Bapak Joko Widodo Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Masalah Paru-paru, Netizen Ramai Berdoa

11-13 Maret, mengikuti kegiatan di Bogor, Jawa Barat.

14 Maret, yang bersangkutan kembali ke Samarinda, melalui Bandara APT Pranoto.

21 Maret, muncul gejala medis seperti batuk dan pilek.

30 Maret, pasien berobat ke RS Dirgahayu Samarinda. karena ada riwayat perjalanan ke daerah terjangkit, pasien lalu dirujuk ke RAUD AWS Samarinda. Dilakukan pengambilan swab kepada pasien.

5 April, pasien dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pasien saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD AWS Samarinda. Meski memiliki riwayat dari Bogor, yang bersangkutan tidak ada berhubungan dengan klaster manapun,” jelasnya. (*)

Kenapa Salah Input?

Andi M. Ishak, setelah menerima data dari pusat. Langsung melakukan klarifikasi ke Kementrian Kesehatan.

Baca Juga :  Dinkes Yakinkan Tak Ada Pasien Covid-19 di Balikpapan Tolak Melakukan Karantina Masa Penyembuhan

Andi mengakui, kesalahan input data bisa saja terjadi. Sebab, ada 12 lab di Indonesia yang bisa melakukan uji lab PCR, untuk memastikan adanya penularan virus atau tidak. Data update dari tiap lab inilah yang selanjutnya dirangkum oleh petugas dari Balitbangkes untuk dihimpun menjadi data lengkap, yang selanjutnya dirilis ke daerah.

“Faktor kesalahan bisa saja terjadi, akibat kelelahan luar biasa petugas lab, serta banyaknya sampel yang harus diperiksa di sana,” tegas Andi.

“Makanya kewajiban kami untuk cek dan ricek data tersebut. Bila ada data yang tidak cocok, kami langsung mengklarifikasi data tersebut ke pusat,” tutupnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Bentangkan Spanduk Tolak UU Minerba dan Gagalkan Omnibus Law, Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim Aksi di Depan Kantor Gubernur

Ragam

Ratusan Pedagang di Pasar Klandasan Dapat Suntikan Vaksin Kedua

Ragam

Pasien Positif Covid-19 di PPU Masih Rawat Tiga Anaknya yang Masih Kecil di Rumah

Ragam

Lakukan Isolasi di RSUD AWS, Andi M. Ishak Sampaikan Terima Kasih Untuk Doa yang Mengalir ke Dirinya dan Istri

Ragam

Penjelasan Kadisdik Kaltim Soal Mutasi Guru di Paser, Anwar: Kalau Penyegaran Itu Perlu

Ragam

Berbincang dengan Wali Kota, Pemilik Kafe di Citra Niaga Minta Pemkot Lakukan Evaluasi Terhadap Teknis Sewa Menyewa Lapak Usaha

Ragam

Asik!! 80 Ribu Siswa di Balikpapan Terdata Dapat Bantuan Kuota Internet

Ragam

Air PDAM Tak Mengalir 30 Jam, Pipa Pecah Dituding Jadi Penyebab