Home / Ragam

Selasa, 21 Desember 2021 - 14:12 WIB

Ratusan Karyawan PT BEP Bertahan di Depan Kantor Mapolresta Kukar, Tunggu Jawaban Kapolres Kukar

Ratusan karyawan PT BEP saat pilih bertahan di depan kantor Mapolresta Kutai Kartanegara, Selasa (21/12/2021)

Ratusan karyawan PT BEP saat pilih bertahan di depan kantor Mapolresta Kutai Kartanegara, Selasa (21/12/2021)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Ratusan pekerja tambang batu bara PT Batuah Energi Prima (BEP) menunggu kepastian jawaban dari Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) di depan Mapolresta Kukar.

Dari pantauan di lokasi, para karyawan memilih bertahan di lokasi aksi unjuk rasa sampai permintaan mereka dipenuhi.

Salah satunya peserta aksi, Erfan yang berposisi di bagian produksi mengatakan, sejak jalur Hauling ditutup oleh oknum preman dirinya tidak lagi bekerja.

“Setiap hari kami hanya turun ke perusahaan, tidak ada kegiatan. Kami ingin jawaban bisa mencari nafkah, kalaupun di luar ranah pihaknya. Silahkan polisi bekerja,” ujar Erfan saat diwawancara disela istirahat aksi.

Baca Juga :  Larang Takbir Keliling di Malam Idulfitri, Wali Kota Andi Harun Harap Masyarakat Patuhi Surat Edaran Pemerintah Pusat 

Sementara itu, selama berjalan aksi dijaga ketat oleh puluhan aparat Polres Kukar. Mediasi ditawarkan Polres Kukar melalui Kabag Ops, AKP M Aldy Arjasatya untuk beradensi secara perwakilan dan menampung aspirasi para buruh.

“Kami akan tindak lanjuti. Mungkin nanti lebih jelasnya bagaimana akan kita jelaskan di dalam. AKP Dedik Santoso akan menjelaskan terkait persoalan tersebut,” tuturnya terpisah.

Diberitakan sebelumnya, 600 lebih Karyawan PT Batuah Energi Prima (BEP) geruduk kantor Mapolresta Kutai Kartanegara (Kukar) pada, Selasa (21/12/2021).

Rombongan massa aksi tiba di depan kantor Kapolresta Kukar pada pukul 11.42 WITA dengan menggunakan transportasi bus dan mobil operasional perusahaan. Serta turut membawa spanduk dengan berbagai macam tulisan berisikan tuntutan karyawan.

Baca Juga :  Gunakan Kunci Serep, Dua Pria di Samarinda Gasak Satu Unit Mobil Fortuner, Begini Kronologinya

Aksi ini dimulai dengan berdoa bersama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Salah satu perwakilan perusahaan menyampaikan alasan aksi ini digelar. Dikatakan bahwa kedatangan ratusan karyawan PT BEP ke kantor Mapolresta Kutai Kartanegara merupakan buntut dari adanya pemblokiran akses jalan perusahaan atau hauling oleh oknum kelompok masyarakat.

“Dengan adanya pemblokiran kami tidak bisa bekerja seperti biasanya,” ujar perwakilan perusahaan dari atas mobil dengan pengeras suara.

“Kami memohon atensinya. Karena ada oknum yang mengatasnamakan ormas dengan sengaja mengganggu lahan bekerja kami,” timpalnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Kaltim Waspadai Klaster Baru dari Ponpes Magetan, Hasil Rapid Test Beberapa Santri Reaktif

Ragam

Posko Penyekatan Diperketat, Tak Bawa Persyaratan Lengkap Masuk Samarinda Diputar Balik Petugas

Ragam

Sistem OSS Berbasis Risiko Resmi Diluncurkan Pemerintah Pusat, Rusmadi Sebut Pelaku UMKM Bisa Lebih Muda Lakukan Perizinan

Ragam

[WARTAMERTA] BOOM! Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 11 Kasus, Total 85 Kasus Positif Corona

Ragam

Setahun Pimpin Kota Samarinda, Wali Kota Andi Harun Bentuk Tim Khusus Buat Laporan Capaian Program

Ragam

Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Joyo Muly Lempake, Sepasang Lansia Dikabarkan Tewas Usai Dievakuasi Keluarga

Ragam

Sistem Pembayaran QRIS Resmi Diterapkan, Andi Harun Sebut Ini Upaya Pemerintah Percepat Transformasi di Bidang Ekonomi

Ragam

Jarang Disadari, 7 Kebiasaan Ini Akan Membuat Anda Sulit Tidur