Home / Ragam

Rabu, 16 Juni 2021 - 16:24 WIB

Ratusan Siswa dan Orang Tua Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Kaltim, Minta SMA 10 Tetap di Seberang

Ratusan siswa SMA 10 Samarinda berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (16/6/2021)

Ratusan siswa SMA 10 Samarinda berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (16/6/2021)

Kaltimminutes.co, Samarinda – Rabu siang (16/6/2021) ratusan massa, dari siswa SMA 10 Samarinda dan wali murid berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Kaltim.

Tuntutan utama mereka, mengecam tindakan Yayasan Melati yang dinilai arogan, serta menuntut Pemprov Kaltim tidak memindahkan SMA 10 dari Kampus A, ke Kampus B.

Hadir dalam aksi tersebut, Supangat, salah satu wali murid SMA 10 Samarinda.

Ia mengecam tindakan Yayasan Melati, dengan mengusir dan merusak seluruh saeana fasilitas sekolah.

Pemerintah pun dianggap tidak mengambil tindakan-tindakan kepada pihak yayasan.

“Tetapi yang di lapangan ini, tidak ada yang menghentikan  yayasan Melati ini. Dibiarkan terus melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum,” ungkap Supangat.

Orang tua murid juga dengan tegas menolak disposisi yang dikeluarkan Gubernur Kaltim, terkait rencana pemindahan aktivitas belajar SMA 10 Samarinda, dari Kampus A di Loa Janan Ilir, ke Kampus B Sempaja.

“Saya tidak mau melihat ke sana. Karena ada gedung di sana atau tidak itu tidak jadi masalah, yang penting sekolah ini tetap ditaruh di seberang,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Pertama Bandara SAMS Balikpapan Ditutup, Pengelola Siapkan Posko Refund

Massa aksi menginginkan keberadaan SMA 10 yang tetap berada di Jalan HAMM Rifaddin.

Pasalnya sekolah unggulan itu masih diperlukan masyarakat.

Terlebih penerapan sistem zonasi saat penerimaan siswa baru, di Samarinda Seberang, terdapat sedikit sekolah menengah negeri.

Dikhawatirkan masyarakat di sekitar SMA 10 tidak mendapatkan tempat di lokasi sekolah lainnya.

“Kalau ini jalur zonasi ia akan tertinggal tidak akan mendapatkan tempat. Karena yang diambil yang dekat dengan sekolahan.

Kalau SMA 10 ini gak ada, terus anak-anak ini mau sekolah di mana,” paparnya.

Belum lagi terkait jumlah siswa yang  beraktivitas di Kampus A mencapai 700 siswa. Sementara kapasitas Kampus B dinilai belum memenuhi kapasitas siswa.

Kampus B di Jalan Perjuangan, diketahui hanya mampu menampung aktivitas belajar 400 siswa.

Baca Juga :  Mantap!! Pasien Sembuh Tumbuh Pesat, Hari Ini Tambah 14 kasus, Total 414 Pasien Sembuh di Kaltim

“Di Kampus A ada 700 siswa, di Kampus B ada 400 siswa. Kalau dipindah bisa nampung gak. Daya tampungnya gak bisa,” tegasnya.

Sementara itu, Anwar Sanusi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, merespon tuntutan pengunjuk rasa.

Dirinya meyakinkan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA 10 Samarinda, tetap berlangsung di Kampus A, meski sebelumnya beredar jabar PPDB itu ditolak pihak yayasan.

“Siapa menolak, itu kan urusan yayasan. Memang SMA 10 punya yayasan. Kecuali yang menolak saya, itu salah. Kalau yayasan urusan yayasan aja,” ungkapnya.

Terkait pengrusakan gedung sekolah dan upaya pengusiran, Anwar Sanusi menyampaikan potensi ke ranah hukum. Hanya saja perlu dikaji kembali terkait kepemilikan aset itu.

“Sekarang yayasan ngusir gak. Nanti dilihat yang benar. Kalau memang itu aset pemerintah semuanya ya untuk pemerintah,” jelasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Dinkes Sebut Kasus Covid-19 di Samarinda Melandai, Tapi Tetap Waspada

Ragam

Diskes Kaltim Pastikan Satu Pasien Positif Corona di Kaltim

Ragam

Beredar Kabar Ketua DPRD Kaltim Akan Di-PAW, Makmur HAPK: Belum Tahu Saya

Hukrim

Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka, Kasus Ananda Yusuf Temui Titik Terang

Ragam

Terkait Rencana Pembatasan PKL di Tepian Mahakam, Netizen Bilang Begini

Ragam

Samarinda Masuki Relaksasi Fase III, Polresta Samarinda Belum Berikan Izin Gelaran Resepsi Pernikahan

Ragam

Pemkot Samarinda Akan Luncurkan Aplikasi Terbaru, Guna Meminimalisir Kesalahan Data Penerima Bansos

Ragam

[BREAKING NEWS] Meroket! Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 12 Kasus, Total 97 Kasus Positif Corona