Home / Ragam

Kamis, 23 April 2020 - 16:46 WIB

Ratusan Warga Desak-desakan di Rumah Isran Noor, Tantang Covid-19 dengan Bagi Sembako 


Kaltimminutes.co, Samarinda – Kediaman Isran Noor, Gubernur Kaltim dipadati ratusan warga dari berbagai daerah di Samarinda, Kamis (23/4/2020).

Padahal saat ini pandemi Covid-19 mengancam keselamatan warga Samarinda. Bahkan Isran Noor, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, melarang melakukan kegiatan penumpukan massa besar. Namun, hal itu terjadi di kediaman pribadinya sendiri. Ada apa?

Pembagian sembako menjadi musababnya. Isran dilaporkan memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19.

Info yang dihimpun di lapangan, pembagian sembako menggunakan sistem kupon yang sebelumnya sudah dibagikan berjumlah 1000 kupon.

Banyaknya warga yang mengantre, membuat desak-desakan warga tak bisa dihindari. Kondisi ini bahkan sudah terjadi sejak pukul 13.00 Wita.

Paket sembako yang dibagikan berupa beras 5 kg, telur ayam, gula 1 kg, dan minyak goreng.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Ikuti Rapid Test Massal, Ini Salah Satu Hasilnya

Febryati, warga Sungai Kunjang, mengaku sudah datang dari pukul 13.00 Wita.

Dirinya mengaku mendapat informasi dari warga sekitar, lalu ikut juga mendatangi pembagian sembako dari orang nomor satu di Kaltim ini.

“Kumpul mulai jam satu. Siang baru tahu kalau ada bekumpulan, katanya ada pembagian sembako. Sekalinya betulan ada pembagian sembako dari Pak Gubernur,” katanya.

Meski bahagia mendapat paket sembako, namun dirinya tak menapik, khawatir tertular Covid-19. Namun, karena desakan ekonomi, dirinya nekat menantang corona demi paket kebutuhan pokok itu.

“Khawatir ada, soalnya kan bekumpulan kan. Tapi mau bagaimana lagi, namanya rezeki,” ungkapnya.

Sementara itu, dr Nataniel Tandirogang, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, menyayangkan kejadian ini. Pasalnya, pengumpulan massa yang besar ini dapat berpotensi terjadinya penularan lokal Covid-19.

Baca Juga :  Pemenang Lelang Proyek Mebeler Belasan Miliar Unmul Dipertanyakan, Ini Penjelasan PPK

“Menyedihkan sekali, berarti sosialisasi kita belum gencar. Tingkat kekhawatiran masyarakat masih rendah sekali,” katanya, dikonfirmasi Kamis sore (23/4/2020).

Meski begitu, Nataniel enggan berkomentar banyak terkait pembagian sembako oleh Gubernur Kaltim, hingga membuat ratusan warga berdesakan.

Ketua IDI Kaltim ini menyebut warga bisa jadi tidak salah ketika mengantre. Menurut Nataniel warga berdesakan mungkin diakibatkan persediaan sembako mereka yang sudah tidak ada.

“Bisa juga karena persediaan sembako mereka sudah tidak ada, sehingga mereka bertaruh sakit dengan sepaket sembako yang entah berapa nilainya,” tutupnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Satpol PP Gelar Operasi Pemantauan, Pastikan Tak Ada Kerumunan di Akhir Tahun

Ragam

Diduga Miliki Penyakit Penyerta Hipertensi, 1 Pasien Covid-19 Klaster Kampung Baru Balikpapan Meninggal Dunia

Ragam

Gugus Tugas Maksimalkan Lacak Data Peserta Kaltim yang Hadiri Ijtima di Gowa

Ragam

Proyek MYC Diusulkan di Banggar, Terkesan TIba-tiba dan Dipaksakan

Ragam

Anak 8 Tahun Jadi PDP Covid-19 di Kutim, Diduga Kontak Erat Dengan KTM 2

Ragam

Cegah Penyebaran Covid-19, Pasar Ramadan di GOR Segiri Ditiadakan

Ragam

Musala Dinsos Samarinda Dibangun Swadaya, Andi Harun Ikut Menyumbang

Ragam

Dinkes Samarinda Beri Penjelasan Terkait Kasus Surat Rapid Test Palsu 4 Calon Penumpang di Bandara APT Pranoto