Home / Ragam

Jumat, 6 Agustus 2021 - 15:29 WIB

Realisasi Vaksin Dosis Pertama di Kaltim Baru 17 Persen, Wakil Ketua DPRD Minta Pemerintah Kirimkan Lebih Banyak Dosis Vaksin

Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim

Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kalimantan Timur sempat menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat.

Sedikitnya 4 kabupaten/kota di Kaltim berstatus PPKM Level IV yang diumumkan melalui Kementerian Kesehatan RI. Berlaku hingga 9 Agustus 2021.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan PPKM Level 4 ini sebagai upaya pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19.

Namun di tengah keterbatasan ekonomi masyarakat, lanjut Samsun, membatasi pergerakan masyarakat juga bukan hal yang mudah.

“Ketika kebutuhan sulit dipenuhi, maka dia (masyarakat) tetap akan keluar,” katanya saat dikonfirmasi pada Kamis (5/8/2021) kemarin.

Upaya pemerintah ini mestinya didukung dengan kesadaran masyarakat yang tinggi.

Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena, menurut politisi PDI Perjuangan ini jika PPKM ini kembali dibuka, hilir-mudik masyarakat akan kembali tinggi.

“Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan akan seiring juga dengan sebaran Covid-19. Jelas ini seolah menjadi mata rantai yang tak ada habisnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi PT AKU, Terungkap Kerja Sama Tanpa Persetujuan Dewan Pengawas

Di tengah upaya menekan laju penyebaran virus ini, menurut Samsun mestinya yang harus ditingkatkan adalah memperbanyak vaksin untuk masyarakat.

Hal ini akan mendorong herd immunity, ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentunya akan memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

“Kekebalan ini kan terbentuk hanya dengan dua, secara alamiah yaitu dia pernah tertular, dan yang kedua adalah dengan cara vaksin, vaksin ini mestinya terus digenjot,” jelas Samsun.

Namun di tengah gencarnya imbauan pemerintah agar warga mau ikut vaksinasi Covid-19, ternyata tidak sebanding dengan ketersediaan vaksin di lapangan.

Untuk di Kaltim, hingga Selasa (3/8/2021), realisasi vaksin dosis pertama baru 17 persen atau 514.282 orang. Sedang dosis kedua baru 11 persen atau 316.190 orang.

Baca Juga :  Bencana Virus Corona Sudah Tertulis di Alquran dan Hadist

Padahal Pemprov Kaltim menargetkan jumlah penerima vaksin di Benua Etam ini mencapai 2.874.401 doais, atau 70% se-Kaltim.

“Di Kaltim yang divaksin masih rendah. Jadi harus ada terobosa+terobosan antar lembaga,” beber Samsun.

Masalah lain lagi muncul, kekinian vaksin telah ditetapkan sebagai syarat perjalanan.

Tak sedikit ini menjadi keluhan masyarakat karena minimnya stok vaksin. Samsun mengaku, DPRD Kaltim telah bersurat ke pemerintah pusat untuk menambah stok vaksin di Kaltim.

“Kami di DPRD sudah mengirim surat ke pusat untuk penambahan vaksin. Yang terjangkit sudah banyak. Kami memandang perlu agar gugus Covid–19 di pusat untuk mengirim lebih banyak dosis vaksin,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

BPKAD Kaltim Gelar Bimtek, Inspektorat di Daerah Diminta Ketat Awasi Penyaluran Bantuan Keuangan

Ragam

Berkerumun Demi Barang Belanjaan, Pengunjung Mall Ini Cemas, Setelah Salah Satu Pegawai Mall Positif Covid-19

Ragam

30 Orang Lakukan Push Up dan Nyanyikan Lagu Kebangsaan, Gegara Kedapatan Nongkrong saat Pandemi Covid-19

Ragam

Reagen Sudah Datang, Besok RSUD AWS Samarinda Uji Coba Tes Swab PCR, Kaltim Segera Lakukan Tes Swab Mandiri

Ragam

Duh!! 70 Persen Kebakaran di Samarinda Diakibatkan Oleh Korsleting Listrik

Ragam

Akhir Polemik Kursi Sekprov Kaltim, Isran Lantik Sabani Jadi Pj Sekprov, Direstui Mendagri

Ragam

Usai Libur Lebaran, Sugeng Chairuddin Tegaskan Pegawai Wajib Turun Kecuali Sakit

Ragam

Ini Data Lengkap Update Kasus Covid-19 di Kaltim per Kamis (16/4/2020), ODP 4555, PDP 299, Positif 44 kasus