Home / Ragam

Jumat, 10 September 2021 - 16:56 WIB

Rencana Pembangunan RS Korpri di Daerah Resapan Air Jadi Sorotan, Direktur Walhi Kaltim: Bukti Pemprov Gagal Paham

Suasana kompleks GOR Sempaja Samarinda

Suasana kompleks GOR Sempaja Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Melalui skema pembiayaan APBD murni 2021, Pemprov Kaltim berencana membangun RS Korpri di kompleks GOR Madya Sempaja Samarinda.

RS Korpri dibangun dengan fasilitas rumah sakit tipe C, dengan anggaran Rp46,68 miliar.

Lelang sudah dilakukan di ULP Pemprov Kaltim, pemenangnya PT Telaga Pasir Kuta, dengan penawaran sebesar Rp43,32 miliar.

Rencana pembangunan RS Korpri inipun menjadi sorotan berbagai pihak, lantaran dibangun di daerah resapan air.

Sebelumnya diberitakan, Rusman Yaqub, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim meminta agar penentuan lokasi dikaji ulang.

“Soal lokasi menurut saya memang harus dipertimbangkan. Kalau kawasan itu berisiko dengan keamanan dan lain sebagainya. Maksudnya baik mau bikin rumah sakit tapi kawasan itu justru berisiko, misalnya banjir kan malah melahirkan masalah baru,” ungkap Rusman, beberapa waktu lalu.

Hal serupa juga disampaikan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kaltim.

Baca Juga :  Tulis Menolak PPKM, Wartawan Berita Kaltim Minta Maaf ke Walikota Samarinda

Yohana Tiko, Direktur WALHI Kaltim, menyebut rencana pembangunan RS Korpri di daerah resapan air menjadi bukti Pemprov Kaltim gagal paham, dan menambah carut marut pembangunan di Samarinda.

“Itu lah gagal paham. Memang tidak harus dibangun, kalau dia jadi daerah resapan air seharusnya kan itu tidak dibangun,” ungkap Tiko, Jumat (10/9/2021).

Tiko mengungkap, pihaknya tidak dalam rangka menentang pembangunan rumah sakit, karena hal itu dibutuhkan masyarakat selama pandemi saat ini.

Hanya saja penentuan lokasi mesti dipikirkan ulang, pasalnya daerah resapan air mestinya bebas dari pembangunan.

“Dia harus cek lokasi yang pas untuk membangun kan. Kita tidak permasalahkan pembangunan rumah sakitnya. Itu sangat dibutuhkan masyarakat memang di masa pandemi,” jelasnya.

Pun terkait fasilitas kesehatan bagi masyarakat, menurutnya tidak mesti membangun baru jika kebutuhannya selama pandemi.

Baca Juga :  Banjir Kerap Jadi Jualan Politik Jelang Pilkada, Andi Harun: Banjir Tanggung Jawab Kita Semua

Pemerintah bisa menyulap sementara GOR Sempaja atau GOR Segiri untuk menjadi fasilitas kesehatan sementara.

“Pun ketika Pemprov Kaltim ingin membangun rumah sakit, harusnya di daerah yang memang bukan resapan air,” sambungnya.

Menyinggung di kompleks GOR Sempaja telah dibangun jaringan drainase dan polder air. Tiko menjelaskan itu belum cukup menangani banjir di daerah tersebut.

Terbukti beberapa waktu lalu, banjir masih sering terjadi di daerah tersebut.

Bahkan munurut Tiko, pembangunan GOR Sempaja di daerah tersebut adalah sebuah kesalahan. Pasalnya GOR dibangun di atas daerah resapan air.

“Bahkan pembangunan GOR Sempaja itu dulu bahkan sebuah kesalahan. Bangun gor di situ. Karena daerah itu untuk resapan air. Itu lah carut marutnya tata kota, sehingga banjir itu tidak bisa ditanggulangi,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Jelang Lebaran Mall Ramai Pengunjung Meski Sedang Pandemi, Pembelaan Kadinkes Samarinda Bikin Elus-elus Dada

Ragam

Warga Keluhkan Syarat Belajar Tatap Muka Pakai Rapid Antigen, Wagub Kaltim Sarankan Tunggu Vaksin

Ragam

Hari Ke-9 Isolasi Mandiri di Rumah, Kepala BKD Kaltim Sampaikan Kondisi Sehat dan Tanpa Gejala Medis Covid-19

Ragam

Terkait Penataan Aset Daerah, Akademisi Unmul Sebut KPK Datangi Kantor DPD Golkar Kaltim Sudah Tepat 

Ragam

Berturut-turut Sabet Penghargaan KLA 2021, Andi Harun Sampaikan Apresiasi kepada Semua Pihak dan OPD

Ragam

Rocky Gerung: Samarinda Saat Siang, Samarindu Ketika Malam

Ragam

Bahas Anggaran dan Bantuan Sosial, Gubernur Kaltim Rapat Bersama Presiden Sore Ini

Ragam

Selamat!! Wali Kota Samarinda Raih Penghargaan WTP ke-7 dari BPK