Home / Ragam

Jumat, 17 April 2020 - 10:30 WIB

Sabar! Kaltim Akan Miliki Alat PCR, Bisa Lakukan Tes Covid-19 Sendiri di AWS Samarinda

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Di Kaltim, ada 103 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih menunggu hasil uji swab. Pemeriksaan ini menentukan sang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak.

Pengujian lab sampel swab dari Kaltim, diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, dengan durasi sekitar 2 – 3 minggu, hasil swab baru bisa diketahui.

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim menyampaikan, lamanya durasi pemeriksaan swab ini, karena banyaknya sampel yang diuji, serta keterbatasan tenaga lab.

Untuk itu, petugas lab biasanya membuat skala prioritas mana sampel yang harus diuji terlebih dahulu. Padahal, durasi pengujian sekali running hanya membutuhkan paling lawas 4 jam, untuk mengetahui hasilnya.

Andi menegaskan, Kaltim sebenarnya telah mempunyai alat untuk menguji Covid-19 yakni PCR (polymerase chain reaction). PCR ini adalah alat yang sama digunakan di BBLK Surabaya.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Banjir Samarinda BNPB: Samarinda Perlu Vegetasi

Hanya saja, PCR yang saat ini berada di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, sebelumnya digunakan untuk melakukan pengecekan penyakit HIV AIDS. Agar bisa digunakan untuk pengecekan Covid-19, perlu dilakukan penginstalan pada PCR tersebut.

“Sudah ada, PCR tinggal melakukan penginstalan. Namun memang tenaga kesehatan dari Kemenkes RI kurang untuk melakukan penginstalan ini. Instal dilakukan di daerah yang penyebaran virus yang tinggi,” kata Andi, Kamis (16/4/2020).

Selain penginstalan, PCR di Kaltim juga harus menunggu stok reagen dalam jumlah besar agar bisa melakukan pengujian Covid-19.

Reagen adalah salah satu cairan yang biasa digunakan di laboratorium untuk melihat adanya reaksi kimia pada kondisi tertentu, seperti dalam hal diagnosis infeksi coronavirus.

Baca Juga :  Sudah 18 PDP Meninggal Selama Pandemi, Padahal Hanya Dua yang Terkonfirmasi Positif, Kenapa Tren Kematian PDP Tinggi?

Saat ini Kemenkes RI tengah melakukan proses pengadaan reagen tahap pertama. Pada pengadaan tahap pertama ini, reagen akan didistribusikan ke daerah dengan tingkat kasus penularan yang tinggi.

“Kaltim infonya kena tahap kedua, jelas tahap pertama sudah proses. Paling lambat bulan Mei sudah tiba di Kaltim,” jelasnya.

Alat PCR yang ada di AWS Samarinda, mampu melakukan uji terhadap 100 sampel sekali loading atau running. Sementara hasilnya bisa didapat kurang lebih 3-4 jam.

“Akurasi PCR di AWS, bisa mencapai nyaris 100 persen. Pengujian bisa dilakukan sekitar 500 sampel per hari, tergantung reagen yang tersedia dan kemampuan petugas lab, dalam melakukan pengujian. Sebab, sekali running untuk pengujian 100 sampel, membutuhan waktu 3-4 jam,” paparnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Massa Bakar Ban di Depan Gedung DPRD Samarinda, Tuntut Transparansi Anggaran Covid-19

Ragam

Rp 2,1 Miliar Saldo Nasabah Raib di BPD Bank Kaltimtara, Kepala Perwakilan BI Kaltim Sarankan Nasabah Bersurat ke OJK

Ragam

Sowan ke Gubernur Kaltim, Wali Kota Samarinda Koordinasi Terkait Penanganan Sampah, Banjir, hingga Infrastruktur Jalan

Ragam

Puluhan Pegawai Positif Covid-19, Swab Massal Dilakukan di Kantor Gubernur Kaltim

Ragam

Tongkang Miring Gegara Bocor, Pengangkut Batu Bara Ini Nyaris Tenggelam di Pulau Buaya

Ragam

Kasus Long Covid Ditemukan di Balikpapan, Pasien Keluhkan Sesak Nafas

Ragam

Kaltim Dapat Jatah 2,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Akhir Tahun Diterima

Ragam

Terbesar dalam Sejarah, Ratusan Tentara Amerika Ikut Latihan Bersama Garuda Shield di Balikpapan