Home / Ragam

Minggu, 3 Mei 2020 - 19:16 WIB

Sempat Dirawat di RS Tentara dan Puskesmas Pasundan, Ini Riwayat Perawatan PDP Meninggal di RS Dirgahayu Samarinda

Proses pemakaman jenazah Pasien PDP di Samarinda

Proses pemakaman jenazah Pasien PDP di Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pada Minggu (3/5/2020), pasien dalam pengawasan (PDP) berinisial MR yang mengembuskan napas terakhirnya menjelang siang tadi di RS Dirgahayu, rupanya sempat mendapatkan perawatan di RS Tentara Kesdim Samarinda, Jalan Jenderal Sudirman dan puskesmas di Jalan Pasundan.

Hal tersebut diketahui berdasarkan pengakuan istri korban ketika dijumpai awak media di area pemakaman korban Covid-19 di Tanah Merah, sore tadi. Perempuan berusia 36 tahun tersebut menjelaskan, kalau suaminya pada Senin (27/4/2020) malam mengalami gejala demam tinggi.

“Besoknya (Selasa 28/4/2020) baru kami bawa ke RS Tentara (Kesdim Samarinda),” ungkap perempuan berinisial TB itu.

Saat dalam perawatan, suami TB masih dalam keadaan sadar. Dua hari dalam masa penanganan medis, Rabu (29/4/2020), suami TB dinyatakan sehat oleh pihak rumah sakit dan MR pun akhirnya dibawa pulang oleh keluarga.

Baca Juga :  dr Padilah Dikabarkan Positif Covid-19, Kantor Dinkes Kaltim WFH Dua Hari

“Tapi saya lihat kok masih kayak orang sakit, jadi besoknya (30/4/2020) saya bawa lagi ke puskesmas (Pasundan),” imbuhnya.

Namun sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas Pasundan, TB pada malam harinya sempat memberikan obat pereda demam kepada sang suami yang hanya bertahan sebentar saja.

Pada Jumat (1/5/2020) MR yang berada di kediamannya sempat dijenguk oleh sanak keluarga. Sekira pukul 15.00 Wita, kata istrinya, ketika sanak keluarga MR pulang, keadaan suaminya tiba-tiba menurun drastis hingga nyaris tak memiliki kesadaran.

“Pas kakaknya pulang itu langsung kayak setengah sadar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Selidiki Kasus Perempuan Tergantung di Kota Tepian, Polisi Periksa 6 Saksi

Melihat hal tersebut, Sabtu (2/5/2020), TB kemudian kembali membawa suaminya ke RS Dirgahayu untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

“Jam 10 masuk, kira-kira jam 2 siang katanya hasil rapid (test) positif (reaktif),” timpalnya.

Dari hal tersebut keadaan MR terus menurun hingga akhirnya pada Minggu (3/5/2020) tadi dikabarkan meninggal dunia. MR pun menjadi korban kedua dengan status PDP Covid-19 di Kota Tepian. Informasi dihimpun, MR dikatakan tak ada melakukan perjalanan luar kota.

“Kalau kontak dengan pasien (ODP atau PDP Covid-19) lain kami juga tidak tahu,” pungkasnya.

Saat ini prosesi pemakaman jenazah MR sendiri tengah dilakukan, pihak keluarga hanya bisa meratap dari kejauhan dan tak diperbolehkan mendekat sesuai protokol kesehatan. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Golkar Beri Isyarat Usung Rusmadi di Pilwali Samarinda 2020

Ragam

Hadi Mulyadi dan Istri Dinyatakan Sebuh dari Covid-19, Usai Jalani Isolasi Mandiri

Ragam

Pansel Tetapkan 3 Nama Calon Kadis PUPR Kaltim, Sabani Sangkal Ada Nama Titipan

Ragam

Patuhi Physical Distancing Selama Covid-19, Pasangan Ini Pilih Gelar Resepsi Pernikahan Virtual Menggunakan Green Screen

Ragam

Hewan Liar Sering Melitas di Jalan Tol, Isran Noor: Biasa Aja Hewan Ditabrak Kendaraan

Ragam

Lanjutan Aksi Penolakan Pengesahan UU Cipta Kerja, Anggota DPRD Kaltim Temui Pendemo, Desak Gubernur Hadir Saat Unjuk Rasa

Ragam

E-Tilang Segera Diberlakukan di Balikpapan, 16 Titik Akan Dipasangi CCTV

Ragam

Kabar Bahagia! Pasangan Suami Istri Ini Sembuh Bersamaan dari Covid-19 di Balikpapan