Home / Ragam

Selasa, 14 April 2020 - 15:29 WIB

Sempat Hebohkan Warga Samarinda Seberang, Lansia Asal Gowa Negatif Covid-19

Lansia asal Gowa, saat dievakuasi petugas medis ke RSUD I.A. Moeis Samarinda

Lansia asal Gowa, saat dievakuasi petugas medis ke RSUD I.A. Moeis Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dipastikan tidak terpapar pandemi Covid-19, wanita lanjut usia (lansia) bernama Buniah Hamid (71) asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) sempat menghebohkan warga Samarinda Seberang, Senin (13/4/2020) dengan demam tinggi dan menggigil

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Samarinda dr Ismed Kusasi saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2020) siang tadi.

“Hasil tesnya negatif,” tegas Ismed.

Ditanya mengenai apa penyebab demam tinggi dan menggigilnya tubuh Buniah dikarenakan penyakit biasa. Namun, Ismed tak bisa menyebutkannya secara merinci.

“Yang jelas cuman sakit biasa, engga ada hubungannya dengan Covid-19,” kata Ismed.

“Biarpun engga ada hubungannya, tapi tetap ditangani oleh rumah sakit (RSUD IA Moeis). Pemeriksaan awal itu karena tekanan gula darah sama yang bersangkutan stres mencari keluarganya,” sambungnya.

Baca Juga :  Ketahuan Miliki 3 Poket Sabu, Pria di Samarinda Diciduk Polisi

Meski berasal dari Kabupaten Gowa, Sulsel, yang berada dalam status darurat, tentu membuat tim Gugus Penanganan Covid-19 harus bertindak seksama.

Karena hasil menunjukkan kondisi kesehatan Buniah tidak ada sangkutannya dengan pandemi Covid-19, maka untuk selanjutnya Buniah akan diserahkan oleh dinas dan pihak terkait lainnya. Semisal Dinas Sosial (Dinsos) untuk mempertemukan Buniah dengan sanak saudaranya.

Sedangkan untuk hasil rapid test, lanjut Ismed, hal tersebut baru bisa diketahui sesaat sampel darah dari Buniah yang diambil petugas ketika melakukan evakuasi dan dilakukan uji laboratorium di kantor Diskes Samarinda.

Baca Juga :  Usai Libur Lebaran, Sugeng Chairuddin Tegaskan Pegawai Wajib Turun Kecuali Sakit

Hal tersebut rupanya menjadi alasan bagi petugas medis yang melakukan evakuasi kepada Buniah dan tidak bisa menyebutkan hasilnya. Rapid test ini sendiri dijelaskan Ismed memiliki dua sistem yang berbeda pada tahap pengujiannya. Kalau jenis rapid test yang mengambil sampel darah dialiran kapiler semisal ujung jari, hasilnya tidak ada seakurat dengan metode rapid test yang mengambil sampel darah pada area sena atau lipatan siku.

“Karena di beberapa daerah juga dianjurkan pengambilan darah di lipatan siku karena lebih efektif dan enam positif di Samarinda metodenya pengambilan dari aliran darah sena itu,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Update Covid-19 Kaltim 11 Juni 2020: Pasien Positif Tambah 3 Kasus, dari Kubar dan Balikpapan

Ragam

Diduga Lalai Layani Pasien, RS Aisyiyah Digeruduk Wali Kota Samarinda, Direktur Rumah Sakit Beri Penjelasan

Ragam

Ingati!! Jelang Lebaran Pemkot Samarinda Akan Salurkan Bantuan Tahap 2 ke Warga Terdampak Covid-19

Ragam

[BREAKING NEWS] Update Nasional Kasus Covid-19 Total Ada 11.587 Kasus, Kaltim Bertambah 5, Total 167 Kasus

Ragam

Pasien Positif Covid-19 Terus Bertambah, Total 893 Pasien Positif di Indonesia

Ragam

Tiga Proyek Prioritas Kaltim Masih Mungkin Tak Masuk PSN

Ragam

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Mantan Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Meninggal Dunia

Ragam

Jaring Aspirasi Masyarakat, Pemkot Balikpapan Gelar #SATUWARTA Perdana