Home / Ragam

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 18:31 WIB

Setiap Hari Call Mural Fest 2021, Anda  Bisa Memberikan Penilaian dari ke-9 Potret Hasil Karya Mural 

mural fest 2021 / Kaltimminutes.co

mural fest 2021 / Kaltimminutes.co

Kaltimminutes.co, Samarinda – Gelaran Setiap Hari Call Mural Fest 2021 telah lewati dua hari, sejak 28 – 29 Oktober 2021.

Kesembilan tim/ peserta yang berasal dari Samarinda, Balikpapan, dan Bontang pun telah menyelesaikan mural mereka yang bisa dilihat langsung di dinding tembok kedai kopi Setiap Hari, Jalan Juanda Samarinda.

Karya-karya mereka pun telah dipost di feed Instagram @setiapharicoffee.

Sebanyak 3 pemenang nantinya akan diumumkan pada 31 Oktober 2021, sekaligus acara malam puncak dan perayaan first anniversary Setiap Hari.

Dipost-nya karya-karya peserta di feed Instagram juga tak lepas dari kriteria penjurian yang juga akan menggunakan media sosial (medsos).

Hal itu, membuat Anda sebagai pengguna media sosial, bisa turut menjadi juri dalam event kali ini.

Penasaran seperti apa karya-karya peserta? Berikut tim redaksi berikan 9 potret karya mural di Setiap Hari Call Mural Fest 2021

1. Ilusi Mural (Kopi dan Industri)

MURAL – Karya Ilusi Mural /IG @setiapharicoffee

Deskripsi karya :

– Petani kopi menjelaskan bahwa di indonesia juga salah 1 penghasil kopi.

– Kedai kopi menjelaskan semakin banyak para pecinta kopi yang membuka usaha kopi itu sendiri salah satu nya di Kalimantan dan semoga ke depannya semakin berkembang.

– Gedung/perkotaan menjelaskan sedikit mengarah ke IKN agar tetap menjaga perhutanan dan para petani kopi di Kalimantan.

– Cangkir kopi menjelaskan semakin banyak para pecinta kopi di kalimantan.

2.  POHON BETON (Komunitas : Kuasmural_samarendah)


MURAL – Karya Kuasmural_samarendah/ IG @setiapharicoffee

Deskripsi:

Karya ini terlahir untuk merespon pristiwa isu IKN Ibu Kota Negara baru di pulau Kalimantan.

Peran Indonesia sangat penting bagi dunia khususnya pulau Kalimantan. Indonesia dengan jumlah hutan terbesar ke-2 di dunia, menjadi negara paru-paru dunia, penghasil oksigen terbesar ke-2.

Indonesia (Kalimantan) semestinya bukan hanya menjadi paru-paru dunia tetapi menjadi (IKO) Ibu Kota Oksigen bagi dunia di masa sekarang dan masa mendatang, maka kurang tepat jika kalimantan menjadi ibu kota negara baru.

Dengan datangnya isu (IKN) Ibu Kota Negara baru yang akan pindah ke kalimantan justru akan mempunyai dampak yang sangat signifikan terhadap alam, pohon-pohon akan di tebang dan digantikan dengan bangunan bangunan beton yang menjulang tinggi yang menyebabkan keseimbangan habitat, lingkungan dan ekosistem terganggu. hutan akan kehilangan fungsinya sebagai penghasil oksigen terbesar ke-2 di dunia.

3. Mural karya Rajab Muhammad (Kalimantan Ibu Kota Negara)

MURAL – Karya Rajab Muhammad/ IG @setiapharicoffee

Deskripsi karya :

-Perempuan dayak melambangkan kecantikan pulau Kalimantan

-Enggang melambangkan keberagaman budaya , alam , dan satwa endemik di Kalimantan

-Bendera merah putih dan pulau indonesia melambangkan letak dan kepercayaan indonesia untuk memberikan kalimantan ruang untuk menjadi ibu kota baru

-Tumbuhan dan tembok yang retak melambangkan bahwa status Kalimantan sebagai ibu kota semoga tidak merusak ekosistem hutan yang menjadi tempat suku asli dan satwa endemik kalimantan merasakan efek negatif dari status ibu kota di Kalimantan

4. Anwar Project (Judul: Bingung) 


MURAL – Karya Anwar Project/ IG @setiapharicoffee

Deskripsi:

– Matahari dan langit mengartikan harapan baru dan kefanaan

– Kucing mengartikan keluguan

– Kuyang mengartikan ketakutan

– Gunung mengartikan puncak perubahan

– Gedung-gedung mengartikan sebuah bayangan tentang banyaknya pembangunan yang terbengkalai nantinya

– Orang berkumpul digambarkan tidak realis mengartikan tentang para pemuda yang hanya bisa menyaksikan fenomena perubahan yang ada di depan

– Wajah babi hutan setengah mengartikan sumber pangan yang minim akibat pengurangan wilayah hutan nantinya

– Mandau mengartikan keberanian

– Wanita rebahan mengartikan kebingungan tentang masa depan dari berpindahnya ibu kota negara karena merasa menjadi korban keinginan orang tua yang uzur tanpa melibatkan peran anak muda sebagai penerus bangsa

Baca Juga :  HET Minyak Goreng di Samarinda Ditetapkan 14.000 Per Liter, Para Pedagang Disiapkan Opsi Retur

– Tangan kanan mengartikan persiapan kecil

5. Squidy Squads (Pencipta Imaji Keindonesiaan) 

MURAL – Karya Squidy Squads/ IG @setiapharicoffee

Deskripsi:

Semua bermula dari pemuda yang di mana di antaranya merupakan salah satu pelopor, dan Sang Pencipta Imaji ke Indonesiaan, yang menjadi pemberi gagasan untuk pemuda-pemuda yang hidup di jaman beliau hingga generasi penerusnya.

 

Tokoh Mohammad Yamin mungkin kita familiar dengan namanya, namun hanya sebatas tahu atau singgah di benak tanpa tahu lebih mengenai siapa dan apa yang telah beliau lakukan sehingga namanya menjadi begitu dikenal dan banyak tercatat di buku-buku sekolah.

Sebelum lebih jauh membahas lukisan, akan lebih baik kita mengenal sedikit siapa beliau sebenarnya.

Mohammad Yamin lahir pada tahun 24 Agustus 1903. Banyak karya sastra yang lahir dalam benaknya, termasuk Sumpah Pemuda. Karya-karya yang beliau berikan seperti sebuah sihir yang membuatnya terus hidup abadi di dalam jiwa-jiwa muda di masanya hingga kini. Dan akan terus tumbuh dan berkembang, tak terlepas oleh ruang dan waktu.

 

Semua perkenalan singkat ini ingin kami tuangkan dalam betuk sebuah karya mural. Potrait wajahnya menjadi salah satu pembuka apa yang ingin kami sampaikan dalam bentuk lukisan, memperkenalkan lakon utama yang bermain dalam kisah kita semua, para pemuda.

Mungkin ini seperti paradok, seperti pertanyaan klasik, dahulu mana telur atau ayam? Lucu!!. Itulah lukisan kami yang lebih mengarah dalam bentuk pernyataan lebih dahulu mana secangkir kopi atau Ide, yang tentunya semuanya terhubung. Salah satu contoh terdapat di dokumentasi kongres Sumpah Pemuda, jika kita telisik lebih seksama sedikit terdapat secangkir kopi.

 

Kita tahu kebanyakan seniman termasuk para pemikir, selalu ada secangkir kopi yang membantu dalam pembentukan sebuah karya. layaknya sebuah penghubung di antaranya, mediasi dalam penyaluran ide yang bersarang dalam benak setiap insan.

 

Tumpukan buku dalam gambar, merupakan karya-karya beliau yang ingin kami tunjukan kepada kaum kawula yang lupa akan sejarah dan budayanya.

Sekarang fokus kita terarah pada latar belakang dan gambar keseluruhan yang lebih menggambarkan hasil jerih payah beliau yang memupukan api semangat kepada jiwa-jiwa muda untuk terus menghasil karya.

6. Sketchless (Khayalan) 

MURAL – Karya mural Sketchless/ IG @setiapharicoffee

Deskripsi karya :

– Mengambil tema kaltim sebagai ibukota negara

– Penggambaran beberapa ikon kota Samarinda sebagai simbolis akan visual tatanan kota yg secara kebetulan juga sebagai simbolis toleransi, diantaranya ada islamic center, gereja katedral dan kantor gubernur.

– Karena tidak ada gambaran pasti mengenai masa depan ibukota negara, dan juga atas asas teknologi yg makin hari makinnya berkembang dan memanjakan manusia, maka mengambil unsur-unsur cyberpunk untuk penggambaran masa depan, dalam hal ini berupa warna warna yang lumrah digunakan pada tema cyberpunk.

– Burung enggang dan motif dayak sebagai simbolis dari unsur budaya lokal.

– Bunga bunga menggambarkan kesan kemayu dan lemah lembut.

– Menerapkan peraturan dari panitia mengenai pandangan pemuda terhadap masa depan pada karya mural dalam bentuk style gambar bebas yg bertanggung jawab, seperti halnya penggambaran yang simple, warna yang kontras dan bentukan yang bebas.

7. Dewi Mural Samarinda(Kopi dan Industri)


MURAL – Karya Dewi Mural/ IG @setiapharicoffee

Kopi merupakan santapan nikmat secara turun temurun yang tak lekang oleh waktu bagi semua kalangan.

Baca Juga :  Langkah Tegas Pemkot Samarinda Segel Usaha Tak Berizin, Ini Respon Komisi I DPRD

Indonesia menjadi salah satu penghasil terbesar kopi di dunia yang mana hasilnya di ekspor ke negara lain, saat ini industri pengolahan kopi semakin meningkat dan penyebarannya merata di seluruh wilayah indonesia

Deskripsi karya :

– Seorang kakek tua di usia yang tidak muda lagi masih menikmati kopi atau pecinta kopi.

– Mobil pengangkut kebun kopi menandakan bahwa kopi sudah ada sejak tahun 1600an hingga saat ini kopi semakin menyebar luas dan menjadi ladang usaha bagi kalangan masyarakat di indonesia.

– Cangkir dan Peta dunia menggambarkan kopi Indonesia untuk dunia.

– Pabrik dan perkotaan menjelaskan tentang industri kopi yang berkembang pesat hampir di seluruh wilayah Indonesia.

 

8. Kamar Kreatif (Pemuda dan Nasionalisme)


MURAL – Karya Kamar Kreatif/ Ig @setiapharicoffee

Terinspirasi dari poster karya Affandi “Boeng, ayo boeng” yang merupakan poster propaganda gagasan ir. Soekarno. Yang kemudian kami mendesain ulang tokoh utamanya menjadi wanita dimana mewakilkan emansipasi wanita; dengan demikian dipilihlah Srikandi.

Masyarakat Jawa sering menyebut perempuan yang memiliki kecakapan dengan sebutan “Sang Srikandi”. Srikandi sendiri sering dijadikan julukan bahkan gelar penghargaan bagi wanita-wanita hebat yang telah mengharumkan nama bangsa.

Dan “4.0” adalah era teknologi industri,, dengan demikian diharapkan pemuda dan pemudi Indonesia dapat menjadi generasi hebat penuh semangat untuk terus memajukan bangsa di era teknologi industri, dengan sumpah pemuda sebagai tiang pancang keyakinannya, berjuang demi merergenerasi pemuda yg bermutu dan berkompeten baik dari segi intelektual, kreatifitas, dan humanis.

Berfikir bebas sebagai mana manusia, yang memanusiakan manusia, dan alam.

9. Be Free (Jadilah Bebas) 

MURAL – Karya Be Free/ IG @setiapharicoffee

Deskripsi:

Karya kami ini adalah sebuah harapan. Bahwa semua karya karya seni yang digeluti kaum muda maupun kaum tua nantinya, bisa sebebas udara yang berkeliaran. Tidak terbatas oleh apapun. Para penikmat bebas mau mengartikannya seperti apa.

Pemilihan warna : Kami ambil dari komposisi warna sumpah pemuda yang ke -93 tahun ini. Merah, biru, hijau orange dan lain-lain.

Isi

Selain itu, isian gambar, kami maksudkan adalah, apapun aktivitas, profesi, dan cita-cita, tidak membuat kita apatis terhadap sesuatu. Bahwa : kita sebenarnya berada dalam bayangan. Bahwa sebenarnya kitas sedang di ambang pembatasan ekspresi. Oleh siapa? Oleh sistem, entah siapa lah dalang di balik itu

 

Kita tidak bisa berharap kepada penguasa negara. Toh mereka juga dipaksa untuk buta, tuli dan bisu. Mereka bisa jadi juga disumpal oleh materi dan janji-janji kemajuan negara lewat investasi.

Mari berhenti jadi budak sistem, dan warnai kemanusiaan dengan kebebasan. Namun tidak membatasi kebebasan orang lain.

Tim be free adalah dua orang dengan jenjang umur yang jauh berbeda. Romi Ali Darmawan (25) dan Yohanes Jekson Dedi (33)

Aksi mural kami ini, merupakan kolaborasi pertama kami. Pertemuan dua karakter di dalam satu ruang ekspresi. Kami harap kolaborasi kami, merupakan gambaran semangat pemuda tanpa dinding pembatas. Dengan karakter yang berbeda bisa bersenang-senang bersama. Menertawakan kehidupan atur mengatur, sikat saling sikat dan dipenuhi gimik.

Jadilah muda dan bebas. Tanpa membatasi kebebasan orang lain.

Trimakasih untuk Setiap Hari Coffe, lewat setiap hari call mural event 2021, bisa menyediakan ruang ekspresi untuk kami. Para pemuda yang lama dikungkung batasan.

Mari Bebaskan Moral dengan Mural

—————————————

Demikian 9 potret karya mural di Setiap Hari Call Mural Fest 2021.

Andi bisa melihat langsung karya-karya tersebut di kedai kopi Setiap Hari, Jalan Juanda Samarinda. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Kasus dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Fatia Maulidiyanti Tegaskan Siap ke Meja Hijau

Ragam

Masuk Tahapan Pemeriksaan Kesehatan Calon Peserta Pilwali 2020, Seluruh Paslon Dilaporkan Hadir

Ragam

Dinas PUPR Kaltim Alokasikan Rp143 Miliar untuk Lanjutkan Rekonstruksi Jalan Pesisir Kaltim 

Ragam

Update Covid-19 Kaltim: Pasien Positif Tambah 12 Kasus, 1 Pasien di Kutim Meninggal Dunia

Ragam

Bikin Sedih!!, Satu Keluarga di Berau Masuk Kategori PDP Covid-19, Sang Ayah Pelaku Perjalanan Ijtima Gowa

Ragam

Data Lengkap dan Riwayat Perjalanan 11 Kasus Positif Covid-19 Baru di Kaltim

Ragam

Banjir Merendam Calon IKN, Ini Penyebabnya

Ragam

Jokowi Resmikan PT Jhonlin Agro Raya di Kalsel Milik  Samsuddin Andi Arsyad