Home / Ragam

Selasa, 19 Oktober 2021 - 17:32 WIB

Singapura Terancam Gelap Gulita, Sejumlah Perusahaan Listrik Swasta Tumbang

Singapura / cnnindonesia.com

Singapura / cnnindonesia.com

Kaltimminutes.co – Krisis listrik mulai melanda singapura. Sejumlah perusahaan penyedia  listrik  di negara yang kerap disebut kota Singa itu mulai merasakan dampaknya. Salah satunya pengecer listrik independen terbesar.

Dua di antaranya Ohm Energy dan iSwitch. Perusahaan memutuskan  operasi mereka di Singapura akibat dihantam lonjakan harga energi global.

Ohm Energy akan mentransfer semua rekening pengguna ke SP Group, perusahaan listrik milik negara di Singapura, Oktober. Sementara itu,

Sementara itu iSwitch Energy, salah satu pengecer listrik independen terbesar di Singapura, mengatakan di situs webnya bahwa mereka akan menghentikan operasi ritel listrik pada 11 November.

Permintaan listrik yang lebih tinggi dari biasanya terjadi di Singapura, dengan permintaan tertinggi sebesar 7.667 megawatt yang tercatat pada 12 Oktober.

Sialnya hal tersebut tidak didukung oleh pasokan energi untuk pembangkit listrik yang cukup sehingga listrik mengalami lonjakan  harga.

Untuk diketahui, Singapura  bergantung pada gas untuk pembangkit listrik. Sehingga sangat sensitif terhadap persediaan gas.

Masalahnya, pasokan gas Singapura terganggu. Otoritas Energi Singapura (EMA) menyebut ada pembatasan gas alam perpipaan dari West Natuna dan rendahnya gas yang dipasok dari Sumatera Selatan yang mengganggu pasokan gas untuk produksi listrik.

Baca Juga :  Lantik ASN, Andi Harun Beri Pesan Agar Seluruh Pemimpin Dapat Bekerja dengan Baik dan Disiplin

“Lonjakan baru-baru ini dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk permintaan listrik yang lebih tinggi dari biasanya, pemadaman beberapa unit pembangkit, pembatasan gas dari Natuna Barat, serta tekanan pendaratan yang rendah dari gas yang dipasok dari Sumatera Selatan,” kata EMA, melansir Reuters, akhir pekan lalu.

Gangguan pasokan gas dibenarkan oleh Julis Wiratno, Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas. Namun saat ini, ia berujar seharusnya semua sudah kembali normal.

“Distribusi gas pada September sudah mulai membaik, dibandingkan Juli yang mengalami gangguan produksi, namun belum kembali normal seperti awal tahun ini. Hal ini disebabkan penurunan laju produksi gas di salah satu lapangan” katanya ke CNBC Indonesia kemarin.

Sementara itu, saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan sebenarnya masalah krisis energi Singapura adalah kombinasi. Namun memang pasokan RI mendominasi.

Baca Juga :  Demi Uang, Waga Pinrang Sulsel Rela Jadi Joki Vaksin dan Disuntik Sebanyak 16 Kali

“Sekitar 60% pasokan gas mereka dari Indonesia,” tegasnya.

Bila ditelaah mundur, memang ada “gangguan” dari RI pada bulan Juli terutama disebabkan oleh penghentian yang tidak direncanakan di lapangan Anoa dan pemeliharaan terencana di lapangan Gajah Baru, keduanya terletak di Natuna. SKK Migas kala itu mengatakan produksi di Natuna turun 27,5% dari puncak sebelumnya menjadi 370 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Berdasarkan data badan itu di 2020, setidaknya ada tiga kontrak ekspor gas RI ke Singapura dengan pasokan minimal sekitar 700 MMSCFD. Yakni satu kontrak ekspor gas pipa ke GSPL Singapura, dua kontrak ekspor gas pipa ke SembGas.

Singapura sendiri adalah tujuan ekspor gas alam terbesar Indonesia. Dikutip dari data BPS (Badan Pusat Statistik), sepanjang Januari-Juli 2021 Indonesia mengekspor US$ 1,45 miliar atau Rp 20,43 triliun (kurs Rp 14.075).

Jumlah ini naik 50,75% dari periode yang sama tahun 2020. Jumlah ekspor gas alam ke Singapura setara dengan 40% dari total ekspor gas alam Indonesia. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Janji Dinikahi, Lelaki Ini Tipu Pacar dan Larikan Uang Rp 70 Juta Milik Kekasihnya

Ragam

396 Miliar Potensi PAD Kaltim Sektor Pajak Kendaraan Bermotor Diprediksi Tak Terserap Akibat Layanan Samsat Ditutup Hingga Akhir Mei 2020

Ragam

Ada Dugaan Pelanggaran dari Pihak MLG, Komisi II DPRD Samarinda Dorong Pemkot Evaluasi Perjanjian Kerja Sama 

Ragam

Warga Segel Perumahan di Samarinda Ilir, Diduga Penyebab Tanah Longsor

Ragam

Pesan Ribuan Reagen Untuk Uji PCR, Akhir Maret Kaltim Sudah Bisa Uji Swab Deteksi Covid-19 Sendiri

Ragam

Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Kaltim, Andi Harun Bilang Begini

Ragam

Malam Masih Terlihat Duduk di Pos Kamling, Siang Ditemukan Meninggal di Rumah Bangsal

Ragam

Diduga Akibat Korsleting Listrik, 36 Kios di Pasar Segiri Diamuk Si Jago Merah