Home / Ragam

Jumat, 22 Oktober 2021 - 16:37 WIB

Soal Bagi Hasil Bank Syariah, Begini Kata Erick Thohir

Menteri BUMN, Erick Thohir / kumparan.com

Menteri BUMN, Erick Thohir / kumparan.com

Klatimminutes.co – Menteri Bandan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir turut menyoroti pembagian hasil bank syariah. Membandingkan hasil yang dibagi Bank Syariah lebih mahal ketimbang bunga bank konvensional. Hal itu di ungkapkan Erick Thohir di hadapan Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

“Kami ingin mengajukan terobosan daripada sistem bagi hasil yang selama ini dianggap lebih mahal daripada bunga untuk Himbara,” ungkap Erick dalam Peringatan Hari Santri Nasional dan Peluncuran Logo Baru MES, Jumat (22/10). Dikutip dari cnnindonesia.com

Dalam penyampainnya Erick Thohir tak menjelaskan lebih lanjut mengenai bagi hasil yang dimaksud. Diketahui bagi hasil yang dimaksud sama seperti istilah bunga yang digunakan dalam bank Konvensional.

Tak hanya itu untuk menciptakan keseimbangan ekonomi dalam negri Erick Thohir juga meminta dukungan dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani  agar ekonomi syariah bisa bermanfaat untuk pengusaha.

Baca Juga :  Hasil Pemeriksaan, BPK Kaltim Temukan Kebocoran Duit Pendapatan PI 10% Bocor Rp 37 Miliar, Kemana?

“Kami ingin ada dukungan dari Gubernur BI dan Menteri Keuangan agar bergeraknya ekonomi syariah bisa juga bermanfaat untuk pengusaha-pengusaha yang memang pada saat ini menjadi bagian terpenting untuk keseimbangan ekonomi,” jelas Erick.

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansyur sempat mengkritik bank syariah, khususnya PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang memberikan pembiayaan mahal kepada masyarakat.

Salah satunya adalah margin tinggi untuk pembiayaan perumahan secara syariah. Ia menduga hal ini terjadi karena bank ingin memperbesar cuan alias keuntungan semata.

“Ayo duduk. Supaya murah gimana. Biar masyarakat dapet halal, syari’i, tapi kompetitif dan menyenangkan. Naro (dana) murah, ambil (pembiayaan) mahal. Kan ngemalesin,” ujar Yusuf dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (20/5).

Baca Juga :  APD Kurang, Jas Hujan Jadi Alternatif Tim Layanan Publik Bontang

Padahal, menurut Yusuf, margin pembiayaan BSI seharusnya tidak mahal. Sebab, bisnis BSI dibangun dengan kekuatan besar, yaitu merger dari tiga bank BUMN syariah BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah.

Bahkan, menurut Yusuf, BSI seharusnya bisa menjadi pelopor sebagai bank syariah dengan pembiayaan murah kepada masyarakat.

“Enggak ada alasan buat enggak murah dan enggak bisa bersaing dengan kompetitor. Gedein pasar dulu. Jangan ngegedein cuan dulu. Target keuntungan enggak usah dibebani tinggi-tinggi. Biar bisa bersaing,” katanya.

Menurut Yusuf, bila BSI hanya berorientasi pada keuntungan, hal ini membuat marwah perusahaan berubah dari perjuangan umat menjadi kapitalis. Padahal, seharusnya bank syariah menjadi garda depan yang membantu masyarakat.

Arikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Erick Thohir Sebut Bagi Hasil Bank Syariah Mahal” (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Bayar Pakai Uang Koin Dalam Karung, Kakek Pemulung di Samarinda Belikan Ponsel Android untuk Cucu Viral di Media Sosial

Ragam

Pemkot Samarinda Dapat Bankeu 340 Miliar untuk Atasi Banjir, Pokja 30 Minta Pemkot Bekerja Serius

Ragam

Kasus Bisnis PCR Memasuki Babak Baru, Luhut Tenangkan Istri : Kita Tidak Ada yang Salah

Ragam

Kabar Gembira, Dalam Waktu Dekat, Dinsos Akan Segera Salurkan Bantuan Sosial, Lihat Rinciannya

Ragam

Dinkes Balikpapan Ingatkan Warga, Konsumsi Dexamethasone Harus Sesuai Anjuran Dokter

Ragam

Pemerintah Larang Ekspor Batu Bara, YLKI: Kepentingan Nasional Harus di Atas Kepentingan Ekspor

Ragam

Dorong Pengadaan Mandiri Vaksin Untuk Kaltim, Muhammad Samsun: APBD Kita Kuat Kok

Olahraga

Alex Marquez Sebagai Kandidat Pengganti Jorge Lorenzo di Tim Repsol Honda