Home / Ragam

Sabtu, 11 September 2021 - 16:04 WIB

Soal Proyek RS Korpri, Anggota Komisi III Kompak Sebut Belum Pernah Dibahas

Kompleks GOR Madya Sempaja, menjadi lokasi pembangunan RS Korpri/IST

Kompleks GOR Madya Sempaja, menjadi lokasi pembangunan RS Korpri/IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – Proyek pembangunan RS Korpri tipe C Pemprov Kaltim menuai kritikan publik.

Pasalnya proyek tersebut direncanakan ditengah masa pandami Covid-19 dimana semestinya, anggaran Rp 46 miliar tersebut bisa digunakan untuk pelayanan belanja penanganan dan penanggulangan Covid-19.

Bahkan disebut-sebut, anggota DPRD Kaltim tidak pernah didudukan untuk membahas pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

“Enggak pernah dibahas sebelunya. Tiba- tiba sudah ada kerja sama dengan rekanan,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, Baba saat dikonfirmasi, Jum’at malam (10/9/2021).

Sementara itu, Anggota komisi III lainnya, Syafruddin mengatakan pihaknya akan segera melihat lokasi rencana proyek apakah sudah sesuai atau tidak.

“Ya kita cek dulu nanti ke lapangan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua komisi IV juga menyampaikan hal sama. Menurutnya tak ada pembahasan. Bahkan periode lalu juga tak ada pembahasan.

Baca Juga :  Hadapi Libur Nataru, Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Buat Aturan PeduliLindungi

“Kalau alasan pemerataan kesehatan untuk masyarakat ok. Cuman kan prosedur dokumennya yang masih belum jelas,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Sekdaprov Kaltim, Muhammad Sa’bani mengatakan Pemprov Kaltim telah menyerahkan rancangan APBD diserahkan terkait nota.

“Dokumen sudah kami serahkan, semua terinci dan tertulis disitu. Jadi enggak ada rapat tertutup, kalau dia (anggota DPRD, red) buka dokumen pasti ada,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021) kemarin.

Terkait lokasi yang menjadi pertimbangan lantaran di lokasi tersebut terdapat aliran sungai kecil menuju karang mumus.

Sa’bani menyebut desain bangunan bakal menyesuaikan kondisi di lapangan, agar fungsi tetap berjalan.

Baca Juga :  Ikuti Assessment di BKN, 6 Peserta Seleksi Sekprov Kaltim Diuji dengan Berbagai Materi

“Semua sudah dipikirkan, desainnya beda dengan desain bangunan yang lain, terkait pengendalian air permukaan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi juga sudah tepat. Pasalnya lahan tersebut adalah lahan pemerintah provinsi Kaltim.

Sebagai informasi, kontrak kerjasama satu tahun ini menelan anggaran Rp 40 miliar lebih dari total pagu Rp 46 miliar.

Selain itu, di lokasi wilayah utara Samarinda belum ada fasilitas kesehatan dengan kelas RS tipe c.

“Kan disitu tidak ada pelayanan kesehatan,” terangnya.
Sebagai informasi, DPRD Kaltim berencana memanggil PU PR terkait rencana proyek pembangunan RS tersebut.

“Silahkan aja panggil, wajar aja itu, nanti kan dijelaskan PU bagaimana desain dan kontruksinya, enggak ada masalah itu,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Tinjau Kawasan Polder Air Hitam, Andi Harun Berencana Bangun Destinasi Wisata hingga Penataan PKL

Ragam

Sidang Penambang Ilegal di Area Pemakaman Covid-19 Serayu, Terdakwa Bantah Belum Bayar Alat Berat

Ragam

Mulai Senin Depan, PTM di Balikpapan Akan Dibuka 100 Persen dengan Penerapan Prokes yang Ketat

Ragam

Perpanjang PPKM, Empat Daerah di Kaltim Turun Jadi Level 3 Sementara Paser Naik Level 
Andi Harun Walikota Samarinda dalam aksi gowes berkeliling kota Samarinda beberapa waktu lalu/ IST

Ragam

Capaian Rata-rata Program 100 Hari Kerja Sekitar 76 Persen, Andi Harun Optimis Bisa Diselesaikan hingga 5 Juni Mendatang

Ragam

Kunjungi Citra Niaga, Giring Apresiasi Gerakan Anak Muda Tingkatkan Geliat Ekonomi

Ragam

Benahi Longsor di Samarinda Seberang, PUPR Kaltim Akan Bangun Dinding Penahan Tanah

Ragam

Kota Tepian Miliki Beragam Wisata, Ini Potensinya Menurut Andi Harun