Home / Ragam

Jumat, 13 Agustus 2021 - 17:53 WIB

Soroti Kecilnya Persentase Realisasi Vaksinasi, DPRD Kaltim Desak Gubernur Minta Jatah Vaksin Lebih Banyak ke Pusat

Isran Noor, Gubernur Kaltim

Isran Noor, Gubernur Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dari rilis Satgas Covid-19 Kaltim, hingga Kamis (12/8/2021) kemarin, realisasi vaksinasi Covid-19 di Kaltim baru menyentuh 18,37 persen, untuk suntikan dosis pertama.

Sementara suntikan kedua sebesar 11,97 persen.

Padahal target vaksinasi Kaltim, menyasar masyarakat wajib vaksin sebesar 2,87 juta orang di Kaltim.

Kecilnya persentase realisasi vaksinasi ini disorot oleh DPRD Kaltim.

Bagus Susetyo, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim meminta Isran Noor, Gubernur Kaltim dan jajaran di Pemprov Kaltim bergerak merebut kuota vaksin lebih banyak ke pusat.

Meski pekan lalu Kaltim mendapat jatah distribusi vaksin sebanyak 2.600 vial atau sekitar 26 ribu dosis vaksin. Jumlah itu masih dinilai kecil guna mengejar target realisasi 70 persen vaksinasi pada akhir tahun 2021.

Baca Juga :  Kaltim Kekurangan Stok Dosis Vaksin, Isran Noor Minta Kemenkes RI Lakukan Ini

“Jika Pemprov Kaltim tidak berjuang mendapaykan kuota vaksin lebih besar ke pusat, maka Kaltim akan ketinggalan terus,” ungkap Bagus, Jumat (13/8/2021).

Padahal pemerintah pusat telah melakukan pencanangan pengadaan vaksin dari Agustus hingga Desember 2021 sebesar kurang lebih 250 juta dosis vaksin.

Berikut rincian pencanangan kedatangan vaksin ke RI:

Agustus (72 juta dosis vaksin)
September (70 juta dosis vaksin)
Oktober (40 juta dosis vaksin)
November (35 juta dosis vaksin)
Desember (38 juta dosis vaksin)

Baca Juga :  Pemprov dan DPRD Kaltim Belum Sepaham, Pengesahan APBD Perubahan 2021 Masih Tanda Tanya

Sumber: Satgas Covid-19 Pusat

“Fraksi Gerindra berharap Pemprov Kaltim lebih taktis bekerjanya, lebih cepat meminta jatah vaksin lebih banyak. Segera menindaklanjuti yang ada kaitannya ke kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Legislator Karang Paci ini mengingatkan agar Gubernur Kaltim tidak hanya pasrah menunggu kiriman vaksin dari pusat dengan jumlah terbatas.

“Masa Kaltim manut aja. Nanti malah kadaluarsa vaksin itu di Jakarta,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

2022 Kaltim Dapat Rp961 Miliar dari Dana SBSN, Kepala BPKAD Kaltim Sebut Akan Dikelola Pemerintah Pusat

Ragam

Sudah 907 Orang Mendaftar Penerima Vaksin di Samarinda, Ini Link Pendaftaran Online Dinkes Samarinda

Ragam

Minimalisir Terjadinya PSU Saat Hari Pencoblosan, Bawaslu Samarinda Gelar Sosialisasi Teknis Pemilihan Partai dan Timses

Ragam

Masuk Kaltim dari Luar Daerah, Diwajibkan Kantongi Keterangan Non Reaktif Rapid Test dan Negatif Swab PCR

Ragam

Jelang Libur Nataru, Jokowi Minta Masyarakat Berhati-hati 

Ragam

RS SMC Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Protokol Kesehatan Ketat Diberlakukan

Ragam

Kemarin Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19, Ternyata Dirapel Hari ini, Ada 27 Kasus Baru Konfirmasi Corona di Kaltim

Ragam

Usai Kontroversi, Nadiem Kini Dapat Banyak Dukungan Terkait Permendikbud Kekerasan Seksual