Home / Ragam

Senin, 27 April 2020 - 13:25 WIB

Sudah 11 PDP Meninggal Selama Pandemi Covid-19, 1 di Antaranya Positif, 4 Negatif, 5 Menunggu Hasil Lab

Proses pemakaman pasien PDP di Balikpapan

Proses pemakaman pasien PDP di Balikpapan

Kaltimminutes.co, Balikpapan – Meninggalnya seorang pasien dalam pengawasan (PDP), pada Sabtu (25/4/2020) di Balikpapan, menambah daftar panjang kematian PDP di Kaltim.

Terakhir, PDP meninggal merupakan laki-laki usia 66 tahun. Pasien tersebut dirawat di Rumah  Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, sejak 23 April 2020 lalu. Pasien ditetapkan sebagai PDP karena ketika berobat ke RSKD menunjukkan gejala pneumonia yang mengarah kepada dugaan virus corona.

“Iya pasien meninggal tadi malam, statusnya masih PDP. Hasil swab belum keluar. Karena pasien baru dirawat 2 hari, kesannya penyakit komorbidnya lebih berat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Dengan adanya satu kasus PDP meninggal asal Balikpapan tersebut. Total sudah ada 11 kematian PDP, selama pandemi Covid-19 ini mewabah di Bumi Etam.

Baca Juga :  BPK Beri Sederet Catatan Evaluasi dan Rekomendasi kepada Pemprov Kaltim, Isran Noor: Akan Segera Dilakukan

Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, menyebut dari 11 kasus kematian tersebut, 1 kasus ditemukan positif, 4 negatif, dan 1 kasus tidak jelas.

“Kasus tidak jelas (probable) itu berasal dari Kukar. Sementara masih ada 5 kasus kematian yang hingga kini masih menunggu hasil lab. Salah satunya kasus anak 8 tahun meninggal di Bontang,” kata Andi, dikonfirmasi Senin (27/4/2020).

Berikut daftar kematian PDP beserta statusnya, di kabupaten/kota:

(Sumber: Dinkes Kaltim)

Istilah baru muncul, yakni probable (hasil tidak jelas) dalam menyikapi salah satu kasus kematian di Kutai Kartanegara.

Baca Juga :  Pekan Depan, Hasanuddin Masud dan Istri Bakal Diperiksa Polisi Terkait Laporan Cek Kosong 

Meski tidak menyebut inisial dan umur, Andi Ishak menjelaskan saat dilakukan pengambilan swab, kondisi pasien sangat lemah, sehingga petugas kesulitan melakukan pengambilan spesimen.

“Setelah swab dikirim ke BBLK Surabaya, dari petugas lab, ternya spesimen swab pasien tidak memenuhi syarat untuk diuji, sehingga hasil lab tidak jelas. Untuk itu, perlu dilakukan pengulangan pengambilan swab ke pasien. Namun sayang, pasien telah meninggal dunia,” jelas Andi.

Rapid test reaktif jadi dasar petugas medis melakukan pemakaman pasien menggunakan protokol Covid-19. Namun hingga kini, belum diketahui status pasien tersebut dalam kasus Covid-19. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Balikpapan Zona Merah Covid-19, Rizal Effendi Larang Mudik dan Transit

Ragam

Bantu Warga yang Terdampak Langsung Covid-19, Safaruddin Salurkan Ribuan Paket Sembako

Ragam

Bisa Ditarik Tunai, Berikut Jadwal Pencairan Dana KJP Plus

Ragam

Cegah Penyebaran Covid-19, Fasilitas Stadion Sempaja dan Palaran Ditutup Sementara

Ragam

Banggar dan TAPD Kaltim Belum Sepakat Soal Usulan MYC, Rapat Pembahasan APBD Deadlock

Ragam

Resmikan Bantuan Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni di Balikpapan, Isran Noor Bilang Begini

Ragam

Tak Terlihat Beraktivitas di Lingkungan Tinggal, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia

Ragam

Ketika Imbauan MUI Tak Berefek, Warga Masih Gelar Salat Idulfitri Berjamaah di Tengah Pandemi