Home / Ragam

Kamis, 16 April 2020 - 13:27 WIB

Sudah 5 Hari Tak Ada Penambahan Kasus Positif, Andi Ishak: Antrean Panjang di BBLK hingga Kehabisan Reagen

Andi M. Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim

Andi M. Ishak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Sudah 5 hari tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kaltim, dihitung hingga 15 April kemarin.

Terakhir penambahan terjadi pada Jumat (10/4/2020). Pada saat itu terjadi penambahan 3 kasus positif Covid-19, di Balikpapan, Samarinda, dan Berau.

Hingga berita ini ditulis, kasus konfirmasi positif di Kaltim berjumlah 35 kasus. 8 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 1 pasien meninggal dunia.

Lima hari tidak ada penambahan, apakah wabah Covid-19, mulai bisa ditekan di Bumi Mulawarman, dan apakah kondisi perlahan mulai membaik?

Sayangnya, Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim memiliki jawaban berbeda. Tidak adanya temuan kasus positif corona di Kaltim, tidak berarti kasus Covid-19 sudah bisa ditekan.

Andi menerangkan, salah satu penyebab tidak bertambahnya kasus positif di Kaltim, berkaitan dengan kondisi keterbatasan di laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya yang memiliki wilayah kerja pengujian swab untuk Kaltim, Kaltara, Kalteng, dan sebagian Kalsel. Selain itu banyaknya sampel spesimen yang harus di uji lab, membuat pihak BBLK membuat skala prioritas mana sampel yang harus lebih dahulu di uji.

Baca Juga :  Samarinda Masuki Relaksasi Fase III, Polresta Samarinda Belum Berikan Izin Gelaran Resepsi Pernikahan

“Tidak ada hasil positif, terkait juga dengan kemampuan dari kapasitas dan SDM BBLK. Terjadi lonjakan besar kasus di Indoensia, maka ada skala prioritas siapa yang harus diuji duluan,” kata Andi, dikonfirmasi Kamis (16/4/2020).

Selain itu, seluruh lab pengujian spesimen swab Covid-19, juga sempat kehabisan reagen. Reagen adalah suatu zat atau senyawa yang digunakan untuk mengekstrak sampel swab yang dikirim dari daerah.

“Reagen kosong lab nasional, kemrin sudah ada, sudah datang pesanan dari luar negeri. Sekarang sudah kembali melakukan pemeriksaan swab,” jelas Andi.

Baca Juga :  Jabatan Wali Kota Jaang Tinggal Sepekan Lagi, Akademisi Ingatkan Agar Tak Cuek ke Warganya

Andi menambahkan, untuk waktu pengetesan suatu sampel swab, membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit, untuk diketahui hasil swabnya. Sementara untuk berapa kapasitas pengujian yang bisa dilakukan BBLK per harinya, Andi menyatakan tidak mengetahui detailnya.

Dinkes Kaltim pun tengah memprioritaskan sampel swab yang sudah lama diambil oleh tenaga medis ke Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kaltim. Diketahui hingga saat ini ada 108 PDP yang menunggu hasil lab di Surabaya ini.

“Kami memprioritaskan pengujian swab yang sudah lama diambil untuk diperiksa terlebih dahulu. Ada sekitar 108 PDP yang masih menunggu hasil uji swab dari BBLK Surabaya,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Alhamdullilah!! 16 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh, Pasien Positif Tambah 5 Kasus

Ragam

Asik! 1500 UMKM Akan dapat Bantuan Sosial Dampak Corona

Ragam

Pangdam Mulawarman dan Kapolda Kaltim Bagi-bagi Masker ke Pasar Pagi, Imbau Warga Tak Keluar Rumah Hari Sabtu dan Minggu

Ragam

Kasus PDP Covid-19 di Kaltim Bertambah Tiga Orang, Kasus Positif Masih 11 Orang

Ragam

Pensiunan Dosen Ditemukan Meninggal di Kediamannya

Ragam

Beredar Kabar Ketua DPRD Kaltim Akan Di-PAW, Makmur HAPK: Belum Tahu Saya

Ragam

Pasca Serangan Mabes Polri, Polresta Samarinda Pertebal Pengamanan
Aktivitas di Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan

Ragam

Gegara Covid-19, Seluruh Aktivitas Kilang Minyak di Balikpapan Akan Disetop Mulai Mei 2020