Home / Ragam

Rabu, 24 November 2021 - 21:37 WIB

Takut Digugat Tambang Ilegal, Jubir Pemprov Kaltim Ditantang Debat Terbuka

Ilustrasi Tambang / radarbogor.id

Ilustrasi Tambang / radarbogor.id

Kaltiminutes.co, Samarinda – Pernyataan Muhammad Syafranuddin, Kepala Biro Adpim Setprov Kaltim, juga sebagai Juru Bicara Pemprov Kaltim, menuai respon berbagai pihak.

Pernyataan Ivan, sapaan akrab Syafranuddin, termuat dalam pemberitaan di situs resmi Pemprov Kaltim, kaltimprov.go.id, dengan judul: Tanpa Kewenangan, Pemprov Bisa Didugat Penambang.

Dalam pemberitaan itu, Syafranuddin menyampaikan sesuai UU Nomor 3 Tahun 2020, yang diberlakukan 10 Desember 2020, semua izin termasuk pengawasan atau penindakan berada di pemerintah pusat yakni Kementrian ESDM.

Untuk itu, Pemprov Kaltim tidak dapat melakukan penindakan terhadap tambang legal maupun tambang ilegal.

“Jika Pemprov Kaltim melakukan tindakan penyetopan baik kepada tambang legal maupun ilegal, akan menjadi dampak buruk, karena bisa saja Pemprov digugat sebab melampaui kewenangannya dan kemungkinan kalah serta harus membayar tuntutan sangat
memungkinkan,” kata Ivan, Sabtu (20/11/2021) lalu.

Baca Juga :  Banggar dan TAPD Kaltim Belum Sepakat Soal Usulan MYC, Rapat Pembahasan APBD Deadlock

Pernyataan itu pun direspon keras oleh Jatam Kaltim dan Pokja 30. Bahkan, Jatam Kaltim memberikan tantangan debat terbuka antara Jubir Pemprov Kaltim, terkait pernyataan resmi tersebut.

Pokja 30 menyatakan kesiapan menjadi fasilitator debat terbuka tersebut.

“Jatam Kaltim menantang untuk diskusi terbuka, kami sambut itu. Kami akan fasilitasi, dan mewadahi debat itu, ungkap Buyung Marajo, Koordinator Pokja 30, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga :  Kabar Kilang Bontang Batal Dibangun, Pemkot Bentuk Tim Khusus

Buyung menambahkan pun jika nantinya dalam debat terbuka itu butuh menghadirkan pihak Kementerian ESDM, maka pihaknya menjanjikan menyanggupi hal itu.

“Kalau tantangannya dari jubir itu bisa menghadirkan orang pusat, kami bisa menghadirkan itu,” paparnya.

Pihaknya di Pokja 30 mengaku kaget dengan pernyataan yang disampaikan Syafranuddin. Pasalnya, Pemprov Kaltim takut dituntut tambang ilegal merupakan statement yang cacat logika.

“Kalau masalah jubir, saya gak tahu ya, dia dapat bisikan dari mana gitu kan. Dapat ilmu pengetahuan dari mana,” tegasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pelatihan Akademi Jurnalis Anti Korupsi, KPK Undang Andi Harun Sebagai Narasumber

Ragam

Sudah 11 PDP Meninggal Selama Pandemi Covid-19, 1 di Antaranya Positif, 4 Negatif, 5 Menunggu Hasil Lab

Ragam

Banyak Tambang Ilegal Bermunculan di Kaltim, Ananda Moeis: Yang Mengawasi Harus Bertanggung Jawab

Ragam

Mahasiswa Geruduk Kejati Kaltim, Minta Aparat Telusuri Dua Proyek Diduga Dikerjakam Asal-asalan

Ragam

Kasus Covid-19 Terjun Payung di Balikpapan, Hari Ini Hanya Bertambah 33 Kasus

Ragam

Update Nasional Kasus Covid-19 Per Minggu (20/4): Ada Penambahan 4 Kasus Positif di Kaltim, Total 63 Kasus

Ragam

Positif Covid-19 Bersama 6 Anggotanya, Kepala BNN Kaltim Dinyatakan Sembuh dari Corona

Ragam

PPKM Level 4 di Balikpapan Diperpanjang Lagi  hingga 20 September 2021