Home / Ragam

Senin, 13 September 2021 - 19:25 WIB

Tanggulangi Banjir di Simpang Lembuswana, Pemkot Samarinda Akan Lakukan Ini

Ilustrasi simpang empat Lembuswana Samarinda/Diksi.co

Ilustrasi simpang empat Lembuswana Samarinda/Diksi.co

Kaltimminutes.co, Samarinda – Guna menanggulangi banjir di Samarinda, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di bawah kepemimpinan Andi Harun-Rusmadi telah mempersiapkan beberapa rencana pembangunan baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Salah satu upaya yang telah disiapkan yakni pembongkaran lajur lambat di kawasan Simpang 4 Lembuswana. Pemkot akan membangun jalur baru aliran air agar lebih cepat mengalir ke Sungai Karang Mumus.

“Salurannya nanti akan terkoneksi langsung dengan Sungai Karang Mumus di Jalan Ruhui Rahayu,” ungkapnya Andi Harun, Senin (13/9/2021).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkot Samarinda sebut Andi Harun telah mempersiapkan kebutuhan anggaran Rp 8 Miliar.

Baca Juga :  Jabatan Kepala Bandara APT Pranoto Berganti, Dodi Dharma Cahyadi Pindah Tugas ke Medan

“4 miliar pertama melalui APBD Murni 2021. Nanti akan dilanjutkan lagi dengan anggaran Rp 4 miliar di perubahan APBD 2021,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, kawasan yang berada di pusat Kota Tepian ini memang tak luput dari genangan banjir.

Andi Harun mengklaim, jika genangan air di kawasan tersebut, bertahan paling lama, sekira 20 hingga 40 menit.

Orang nomor satu di Samarinda itu memang terkenal gesit dalam upaya mengurangi titik-titik banjir Samarinda. Selain membangun saluran air bawah tanah.

Pemkot Samarinda di masa kepemimpinan Andi Harun juga gencar mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan Pro Bebaya.

Baca Juga :  Antisipasi Kerumunan di Pasar Jelang Lebaran, Andi Harun Beri Instruksi Khusus ke Beberapa OPD Kampanyekan 3 M

Salah satunya, kerja bakti warga yang dilakukan setiap minggunya.

Banjir yang begitu akrab dengan kehidupan warga Kota Tepian memang butuh penanggulangan yang serius dari pemerintah. Mulai dari pengerukan drainase mampet di puluhan titik banjir, penertiban bangunan yang berdiri di atas daerah aliran sungai atau DAS. Hingga rencana pembangunan polder dan pintu air.

“Banjir yang terjadi (penanggulangannya) memang tidak sama seperti parkir liar. Merusak alam itu sangat cepat. Tapi, rekonstruksi alam pasca itu butuh waktu yang lama,” sebut Andi Harun beberapa waktu lalu. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Bertambah Satu, Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Kini 297 Kasus, Pasien Asal Balikpapan, Miliki Riwayat Perjalanan ke Kalsel

Ragam

Musisi Kukar Ciptakan Lagu Kenang Kematian Balita Yusuf

Ragam

Penyakit Covid-19 Bisa Sembuh Dalam Dua Pekan, Bila Imunitas Tubuh Terjaga

Ragam

Komisi III DPRD Kaltim Setuju Wacana Gubernur Tak Perbanjang IUP Di IKN

Ragam

Batasi Akses Jalan Protokol, Dishub Bontang Lakukan Sosialisasi ke Masyarakat

Ragam

Data Singkat dan Runtutan Kejadian dari 10 Kasus Positif Covid-19 Baru di Kaltim, Sebagian Besar Peserta Ijtima Gowa

Ragam

Masih Pandemi Corona, Wali Kota Balikpapan Minta Warga Tak Gelar Lomba 17 Agustus

Ragam

[Siaran Pers] Soal Drama Polemik Perpanjangan Izin IUPK PT Arutmin, PWYP Indonesia Sebut Pemberian SK IUPK Tidak Mengejutkan