Home / Ragam

Senin, 3 Februari 2020 - 18:42 WIB

Tarif Tol Balsam Diprediksi Berlaku Maret, PT JMB Tunggu SK Menteri PUPR

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kabar pemberlakukan tarif tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang mulai berlaku sejak Minggu (2/2/2020) sempat viral tersebar melalui pesan chating WhatsApp.

Namun kabar ini, dibantah oleh Isran Noor, Gubernur Kaltim. Isran menyebut kabar tersebut masih belum pasti, karena SK dari Kementerian PUPR RI, juga belum keluar. Dirinya dengan singkat menyebut Maret akan keluar.

“Maret mungkin, Maret insyaallah,” jawab Isran singkat, dikonfirmasi Senin (3/1/2020).

Sementara itu, terkait tarif tol, Sabani, Plt Sekprov Kaltim menyebut, pihaknya akan menurut kepada harga tarif yang diberlakukan oleh PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda (JMB). Terkait anggaran APBD Kaltim yang mengucur ke tol Balikpapan-Samarinda, hanya sebagai pemantik investor, tidak untuk mencari keuntungan.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD IA Moeis Tambah 15 Tempat Tidur Baru

“Kami kan tentu mengikut berdasarkan hitungan investasi mereka (BUMN dan loan China). Berapa lama break even yang diharapkan, hingga mendapatkan berapa tarif yang terjangkau akan dihitung mereka. Ya, kami ikut dengan hitungan mereka. Investasi yang Kaltim berikan dari APBD, bukan mencari keuntungan, tapi hanya untuk pancingan menarik investasi mereka,” sebut Sabani.

PT Jasa Marga Masih Tunggu SK Menteri PUPR

STH Saragih, Direktur Utama Jasa Marga Balikpapan Samarinda, dikonfirmasi redaksi Diksi.co, menerangkan hingga saat ini belum ada ketetapan tarif tol Balsam. Pengguna jalan tol masih dapat memanfaatkan tol pertama di Kalimantan ini dengan gratis.

Baca Juga :  Pengumuman!! Lab RSKD Balikpapan Ditutup Sementara, Pemeriksaan Swab Dialihkan

PT Jasa Marga diketahui masih menunggu surat keputusan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk ketetapan tarif tersebut.

“Kalau untuk sekarang belum ada penerapan tarif. Cuma kabarnya kami diberitahukan dalam bulan Februari ini nanti akan dikabarin,” kata STH Saragih.

Mengenai tarif yang akan dipatok, Saragih mengatakan hal ini menjadi kewenangan pusat untuk menentukan. Pihaknya hanya menjalankan perintah sesuai dengan bunyi SK tersebut

“Kalau soal hitungan harga itu kami tidak tahu. Semuanya ada di kementrian. Mereka yang melakukan hitungan harga per kilometernya nanti ,” ungkapnya. (yd//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Lockdown Kaltim Dilanjutkan Tiap Akhir Pekan, Yudha: Kami Berlakukan Terus Sampai Corona Turun

Ragam

Sanksi Denda Diberlakukan Senin Besok, Satpol PP Sebut Pelanggar Protokol Capai Ribuan Orang di Samarinda

Ragam

Seorang PDP Dikabarkan Meninggal di Samarinda, Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19

Ragam

Sempat Jadi Polemik, Dua Usulan Proyek MYC Pemprov Batal Masuk KUA-PPAS, Kelengkapan Berkas Jadi Pemicu

Ragam

Salah Satu PDP di Samarinda Berprofesi Dokter, Ini Riwayat Perjalanannya

Ragam

Orang Tua Pasien PDP Meninggal Samarinda Miliki Riwayat Perjalanan ke Beberapa Kota di Kaltim dan Kalsel

Ragam

Rekapitulasi Beredar di Medsos, Andi Harun Menang di 6 Daerah

Ragam

Belum Ada Kelanjutan Pembahasan RUU Ibu Kota Negara, Isran Noor Beri Komentar Ini