Home / Ragam

Minggu, 3 Mei 2020 - 19:32 WIB

Tega! Seorang Kakek Reaktif Covid-19 Meninggal di Angkot Akibat Ditolak Rumah Sakit

Kaltimminutes.co – Seorang kakek tanpa identitas meninggal dunia di angkot jurusan Cicaheum-Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2020) malam.

Diketahui, almarhum sering menumpang angkot jurusan Cicaheum-Cileunyi. Korban awalnya mengalami lemas dan dibawa sopir angkot ke Rumah Sakit AMC tapi ditolak.

Kemudian, korban diantar ke Puskesmas Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Tapi, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Jatinangor. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang Herman Suryatman membenarkan adanya seorang tanpa identitas yang meninggal dunia tersebut.

Herman menuturkan, karena alamat dan keluarganya tidak ditemukan, akhirnya almarhum dibawa ke RSUD Sumedang. Jenazah almarhum yang tidak diketahui alamat dan keberadaan keluarganya ini akhirnya dipulasara dan dimakamkan oleh pihak RSUD Sumedang dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumedang.

Baca Juga :  Usai Blusukan di Citra Niaga, Giring Bertemu Rusmadi Bahas Pemenangan di Pilwali Samarinda

Menurut keterangan sang sopir, nama panggilan kakek tersebut adalah Agus Bulaloa, tetapi yang bersangkutan tidak memiliki identitas yang jelas.

“Demi kemanusiaan, tadi malam kami telah memulasara dan memakamkan jenazah almarhum yang tidak beridentitas ini,” ujar Herman kepada Kompas.com melalui WhatsApp, Minggu (3/5/2020).

Herman menyebutkan, almarhum sebelumnya telah menjalani rapid test dengan hasil reaktif.

“Jadi artinya belum tentu positif corona, tapi dipulasara dan dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19. SOP-nya seperti itu,” tutur Herman.

Herman mengatakan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Puskesmas Jatinangor juga sudah melakukan rapid test kepada sopir angkot yang membawa almarhum.

“Hasilnya negatif,” sebut Herman.

Herman menambahkan, kepada warga Sumedang tidak perlu cemas dan khawatir, apalagi sampai ketakutan.Selain belum tentu terpapar corona, semua tahapan dan ketentuan pemulasaraan maupun pemakamannya benar-benar dilakukan secara tertib, sehingga aman bagi warga Sumedang, di sekitar lokasi makam.

Baca Juga :  Resmi Beraktivitas Lagi, Syaharie Jaang Tandatangani Surat Edaran Kehidupan Normal Baru

“Takut itu wajar agar selalu waspada. Yang tidak boleh itu ketakutan karena akan mengesampingkan logika. Kejadian ini di luar kehendak kita, sebagai manusia beriman dan berakal budi, kita harus mengurus jenazah sebagaimana mestinya. Ini tugas kemanusiaan. Kemuliaan kita sebagai mahkluk sosial ditentukan oleh empati dan kepedulian kita kepada sesama,” kata Herman. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ditolak Rumah Sakit, Seorang Kakek Reaktif Corona Meninggal di Angkot

Share :

Berita Terkait

Ragam

Komunikasi ke Pusat Soal IKN, Wagub Kaltim Sebut Presiden Minta Juli 2024 Sudah Berkantor di Istana Negara Ibu Kota Baru

Ragam

Kejadian Mobil Masuk Sungai Mahakam, Polisi Sebut di Dalam Mobil Hanya Sopir, Tak Ada Penumpang Lain

Ragam

Mulai Hari Ini, Siswa SMA/SMK Akan Belajar Online di Rumah

Ragam

Rocky Gerung: Samarinda Saat Siang, Samarindu Ketika Malam

Ragam

Balikpapan Zona Merah Covid-19, Rizal Effendi Larang Mudik dan Transit

Ragam

Pulang dari Rusia, 10 Mahasiswa Kaltim Dikarantina di Bali, Hasil Swab Negatif Covid-19

Ragam

Tanah Longsor hingga Tutupi Badan Jalan di Mangkupalas, Ini Tawaran Solusi dari Andi Harun

Ragam

13 Institusi Pendidikan Bersaing di Gelaran Kompetisi Teknik Alat Berat Garapan Trakindo