Home / Ragam

Kamis, 19 Maret 2020 - 15:20 WIB

Tekan Penyebaran Covid-19, Cairan Desinfektan Disemprot ke Sekolah dan Tempat Ibadah

Proses penyemprotan desinfektan oleh petugas dari Pemkot Bontang

Proses penyemprotan desinfektan oleh petugas dari Pemkot Bontang

Kaltimminutes.co, Bontang – Merespon endemi corona virus yang kian merebak di Indonesia, Pemerintah Kota Bontang, melakukan cepat tanggap dalam mengantisipasi virus mematikan itu.

Sedikitnya 5 pam penyembur (knapsack) berkapasitas masing-masing 16 liter digunakan petugas untuk menyemprot ke dinding-dinding bangunan.

Ini adalah antisipasi Pemkot Bontang menekan penyebaran corona virus di Kota Taman.

Kamis (19/3/2020) pagi, jajaran dinas pendidikan dan kesehatan bersiap untuk melakukan penyemprotan cairan desinfektan terhadap beberapa fasilitas pendidikan di Bontang.

“Alhamdulillah kami gerak cepat, hari ini melakukan penyemprotan desinfektan ke sekolah-sekolah, masjid, dan musala yang ada di Bontang. Tersebar ya, tim fogging turun, tim survilance juga turun semua,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni usai memantau penyemprotan desinfektan di Masjid Al-Firdaus (depan rumah jabatan Wali Kota Bontang).

Baca Juga :  Kukar Belum Ajukan Usulan PSBB ke Dinkes Kaltim, Meski Kasus Konfirmasi Covid-19 Meroket Tengah Meroket

Rencananya, sebanyak 600 kelas mulai SD sampai SMA akan didatangi oleh petugas penyemprotan disenfektan secara bertahap, termasuk fasilitas umum seperti masjid dan musholla. Neni berharap, setelah dilakukan penyemprotan awal, sekolah dan pengurus masjid bisa mandiri untuk membersihkan dan melakukan sanitasi secara mandiri.

“Hari ini disisi utara dulu, SDN 001, masjid tua, SMAN 1, MAN, SLB dan lainnya. Sementara ini di sekitar Bontang Kuala dulu kami coba semprotkan. Untuk awal ditanggung habis itu mandiri masing-masing, lingkungannya, kebersihannya, kami sebagai stimulan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jalankan Instruksi Menteri Dalam Negeri, Pemkot Samarinda Perpanjang PPKM Level IV hingga 9 Agustus 

Neni juga himbau kepada seluruh sekolah swasta bisa berpartisipasi dalam pencegahan yang dilakukan. Namun bagi yang belum mampu tetap akan dibantu.

“Ini dana pribadi saya dulu, kemarin langsung beli alat karena belum ada bisa keluar apa-apa. Kalau menunggu APBD keluar perlu waktu lagi, kapan bergeraknya kan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor telah menetapkan Kaltim berstatus kejadian luar biasa (KLB), Rabu (18/3) malam.

Hal itu menyusul setelah ditemukannya satu pasien di Kaltim yang positif virus corona (Covid-2019) yang dirawat intensif di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Polisi Ciduk Kurir Bawa 10 Kg Sabu Asal Malaysia

Ragam

Update Nasional Kasus Covid-19 Per Minggu (20/4): Ada Penambahan 4 Kasus Positif di Kaltim, Total 63 Kasus

Ragam

Penanganan Banjir di Kota Tepian, Pemkot Samarinda Minta Lahan Eks Bandara Temindung Jadi RTH atau Relokasi Warga SKM

Ragam

Update Terbaru, Ada 10 Orang Positif Corona di Kaltim

Ragam

Dua Perawat di RSUD AWS Samarinda Dinyatakan Positif Covid-19, Pasien Dengan Kode SMR 39 dan SMR 40

Ragam

Penolakan Vaksin AstraZeneca Ramai di Samarinda, MUI Kaltim Tegaskan Bisa Digunakan dalam Kondisi Darurat

Ragam

Tok!!!! Takbiran Keliling Malam Lebaran Dilarang

Ragam

Data Lengkap Update Kasus Covid-19 di Kaltim, Balikpapan Terbanyak, Mahakam Ulu Masih Nol Kasus